Konvoi tersebut, yang membawa bantuan untuk para penduduk Jalur Gaza yang hidup di bawah himpitan dan kurungan Israel, diperkirakan akan tiba di perbarasan Rafah yang terletak di antara Mesir dan Gaza pada tanggal 27 Desember mendatang. Tepat pada peringatan permulaan pembantaian Gaza pada tahun lalu. Agresi membabi buta tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 1.400 orang penduduk Palestina.
Presiden parlemen Turki, Mehmet Ali Sahin, menerima kedatangan para anggota konvoi Viva Palestina di Ankara, sementara Presiden Abdullah Gul bertemu dengan Shimon Peres di Kopenhagen.
Ketegangan antara Israel dan Turki memuncak ketika terjadi perang di Gaza. Pada bulan Januari silam, dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan berbicara setelah giliran Peres. Ia mengatakan, "saya rasa, adalah sebuah hal yang menyedihkan ketika orang-orang mrmbrerikan tepuk tangan terhadap apa yang Anda katakan. Anda membantai orang-orang. Dan menurut saya, hal itu sangat tidak benar."
Pada bulan September lalu, Turki melarang Israel utuk turut ambil bagian dalam latihan udara NATO,
Menurut surat kabar Israel,Haaretz, Gul mengatakan kepada Peres bahwa hubungan hostoris antara kedua negara akan diperbaharu.
Bulan depan, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, dijadwalkan untuk bertandang ke Turki guna bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki, Vecdu Gonul.
Ehud Barak pada hari Kamis mengumumkan bahwa dirinya telah menerima undangan untuk berkunjung ke Turki pada bulan Januari mendatang.
Pengumuman Barak tersebut dilontarkan hanya berselang dua bulan setelah Turki mendepak Israel dari latihan perang, dan hanya berselang satu minggu setelah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Israel bahwa Turki akan bereaksi dahsyat seperti gempa bumi jika Israel melanggar wilayah udara Turki dalam misi pengintaian terhadap Iran.
Ehud Barak menerima undangan tersebut dari duta besar Turki untuk Israel, Ahmet Oguz Çelikkol, dalam sebuah pertemuan di kantor Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Çelikkol menyampaikan undangan tersebut atas nama Menteri Pertahanan Turki, Vecdi Gonul.
Barak terakhir kali mengunjungi Ankara pada bulan Juni 2008.
Barak menerima undangan tersebut dan mengatakan bahwa hubungan Israel dengan Turki adalah hubungan yang penting secara strategis.
"Turki adalah negara kunci dan pemain penting di kawasan Timur Tengah, dalam hal hubungan Israel dengan para tetangganya," kata Barak. "Hubungan dengan Turki adalah hal yang penting dalam berbagai tingkatan yang berbeda."
Çelikkol, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai duta besar Ankara untuk Israel, bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel tersebut sebagai bagian dari rangkaian pertemuan dengan para pemimpin Israel.
Para pejabat Departemen Pertahanan Israel mengatakan bahwa fondasi kinjungan Barak telah dibangun sebelumnya oleh Menteri Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Israel, Binyamin Ben Eliezer, yang berkunjung ke Turki pada awal bulan lalu. (dn/mn/jp) www.suaramedia.com
- Fitnah "Teroris" Bintang Film Yahudi Berujung Jalur Hukum
- Rekaman Video Israel Buktikan Perampokan Organ Tubuh Palestina
- Abbas : Iran Gagalkan Proses Perdamaian Palestina
- Ahmadinejad Tuntut PBB Ganti Rugi Kerusakan Perang Dunia II
- Tentara Iran Dekati Minyak Fakka, Irak Panik














