Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Hamas: Pagar Besi Mesir Hadirkan Perang Baru Gaza

E-mail Cetak PDF

DAMASKUS (Berita SuaraMedia) - Ketua fraksi politik Hamas, Khaled Mishaal mengatakan bahwa pembangunan pagar besi oleh Mesir sama dengan perang baru di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan saluran televisi Al-Quds, Mishaal menggemakan pernyataan yang diutarakan United Nation Relief dan Jenderal-komisi Agen Pekrja, Karen Abu Zaid, menjelaskan bahwa pagar besi tersebut lebih berbahaya daripada Jalur Bar Lev, mengacu pada tembok yang dibangun oleh Israel di Utara Terusan Suez setelah negara zionis tersebut berhasil meerbutnya dari Mesir dalam perang selama enam hari pada 1967.

Khaled Mishaal mengatakan, "Kemerdekaan Gaza tidak memohon kepad siapa saja yang bertaruh akan kehancuran perlawanan dan disana terdapat nafsu untuk mengeratkan sekrup perlawanan yang menunjukkan ketabahan dalam penjajahan."

Pemimpin Hamas yang berbasis di Damaskus ini menggarisbawahi bahwa upaya tersebut akan terus berlanjut hingga ke daerah pedalam hingga pesisir pantai Gaza.

Dalam sebuah kejadian serupa, ratusan orang berkumpul di pagar besi di sisi Gaza sejak hari Senin lalu, menentang pembangunan pagar besi tersebut.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan untuk menolak blokade Israel yang terus berkembang sejak dua tahun lalu dan mendesak Mesir untuk menghentikan pembangunan pagar besi.

Pembangunan pagar besi tersebut bertujuan menutup jalur terowongan bawah tanah yang biasanya digunakan untuk menyalurkan makanan dan obat-obatan ke Gaza karena Israel menutup jalur dan mengacaukan perekonomian Palestina.

Pagar tersebut diperkirakan sepanjang 10-11 km dan akan menancap sedalam 18 meter ke dalam tanah. Sejauh ini telah selesai 4 km di wilayah utara Rafah.

Selama proses pembangunan, Mesir juga mendapat bantuan dari AS yang juga menciptakan peta untuk pembangunan tersebut.

Pembangunan tersebut diselubungi misteri, karena pemerintah Mesit menyembunyikan rencana tersebut.

Diperkirakan pula pembangunan pagar ini akan selesai dalam waktu 18 bulan.

Beberapa petani mengaku pertanian mereka yang berada di perbatasan turut dihancurkan demi melancarkan pembangunan "penjara" raksasa ini. Mereka mengatakan tidak diberitahu sebelumnya mengenai rencana ini.

Menerima bantuan penuh dari pemerintahan Mesir, Israel dengan cepat dapat mengembangkan pengepungan di Jalur Gaza, menyebabkan krisis kemanusiaan di Palestina yang makin terpuruk.

Jalur Gaza telah berada di bawah penjajahan Israel sejak Hamas, yang menolak mengakui berdirinya negara Israel, berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan pada 2007.

Lebih dari 1.5 juta rakyat tidak menerima hak kemanusiannya, termasuk kebebasan dalam bergerak, hak memiliki kehidupan, pekerjaan, kesehatan, dan pendidikan yang layak.

Pemerintah Israel telah mengizinkan hanya 41 truk bahan bangunan ke Gaza sejak akhir tiga minggu serangan ofensif mereka Januari lalu

"Negara-negara adikuasa dunia telah ... gagal dan bahkan mengkhianati warga negara Gaza biasa," kata Jeremy Hobbs, direktur eksekutif Oxfam International.

"Mereka telah meremas-remas tangan dan mengeluarkan pernyataan, tetapi hanya mengambil tindakan yang berarti kecil untuk berusaha mengubah kebijakan merusak yang mencegah rekonstruksi, pemulihan pribadi dan penyembuhan ekonomi," dia menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Rekonstruksi Gaza, rumah dari 1,5 juta orang, telah terhambat oleh blokade Israel yang menghentikan bahan-bahan seperti semen dan baja mencapai wilayah yang diperintah Hamas, meskipun ada janji bantuan miliaran dolar. (al/pv/bbc/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon