Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Strategi "Dana Buka Mulut" Irak Resahkan Warga

E-mail Cetak PDF

BAGHDAD (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Irak berencana untuk menawarkan imbalan uang tunai untuk siapapun yang bisa memberikan informasi untuk mencegah adanya serangan bom. Namun, rencana tersebut justru memantik keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Mereka khawatir jika ada orang tidak bersalah yang dijebak hanya demi mendapatkan uang.

"Pengumuman tersebut dilakukan tanpa memberikan rincian yang spesifik, jadi siapapun bisa saja menjebak orang lain, bahkan tanpa memiliki bukti," kata Moussa Kalil al-Jumairi, seorang pengamat politik dan dosen sosiologi di Universitas Baghdad, kepada IslamOnline.net.

"Aparat keamanan tidak akan berpikir dua kali sebelum melakukan penangkapan dan melakukan interogasi atau menjebloskan orang ke dalam penjara."

Ibukota Irak, Baghdad, dilanda serangkaian serangan bom, menewaskan lebih dari 280 orang dalam dua bulan terakhir.

Pemerintah menuding kelompok Al-Qaeda dan Partai Baath sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom mobil tersebut.

Sejak saat itu, pemerintah Irak mengumumkan pendirian sebuah komite intelijen dan keamanan baru, yang akan bekerja sama dengan para penduduk untuk membongkar sel-sel perusuh.

Imbalan uang tunai sebesar $85.000 akan diberikan kepada siapapun yang memberikan informasi yang dapat mengarahkan pasukan keamanan kepada lokasi-lokasi penempatan bom.

Hingga saat ini, hanya orang-orang yang memberikan nama dan alamat rumahnya yang dapat menerima uang imbalan tersebut.

"Di banyak tempat, orang-orang mungkin saja mengambil keuntungan dari uang imbalan tersebut untuk melontarkan tudingan palsu," kata al-Jumairi.

Khalid Abdul Kareem, seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Irak, mendukung penawaran imbalan tersebut.

"Orang-orang merasa takut dan tidak akan memberikan informasi jika mereka tidak yakin nama mereka akan dirahasiakan," katanya.

"Dalam situasi ini, kami yakin bahwa akan ada lebih banyak informasi yang masuk, dan kami akan segera dapat mengendalikan serangan bom di Irak."

Sejumlah orang mengkhawatirkan kemungkinan eksploitasi sistem baru tersebut untuk menjebak orang-orang tidak bersalah untuk membalas dendam.

"Beberapa bulan yang lalu, seorang rekan saya ditangkap setelah ada informan tidak bernama yang mengklaim bahwa dia bekerja sama dengan para pelaku pengeboman," kata Firas Mohammad Abu Issa, seorang sukarelawan dan aktivis hak asasi manusia.

"Setelah menjalani proses investigasi, ditemukan bahwa tetangganya sendiri berusaha mengusir rekan saya tersebut karena perselisihan seputar halaman belakang rumah."

Kawan Issa, seorang sukarelawan, harus mendekam di dalam penjara selama lebih dari dua pekan hingga aparat keamanan mendapatkan informasi yang benar.

"Itu hanya sebuah contoh dari apa yang mungkin terjadi jika ada imbalan dalam kehidupan nyata. Orang-orang tidak bersalah akan ditangkap, dan penundaan sistem peradilan Irak akan membuat orang menderita karena informasi yang keliru."

Sejumlah pakar mengatakan bahwa peledakan tersebut mungkin mempengaruhi pilihan yang dujatuhkan rakyat Irak dalam pemiliyhan umum yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang.

"Ada banyak warga Irak, yang memilih Maliki dalam pemilihan umum sebelumnya, yang akan berpikir ulang untuk memilih partai penguasa, karena hal tersebut mungkin saja memperburuk keadaan," kata Sami Zuhair, seorang analis politik dan dosen Universitas Mustansiriyah.

"Serangan tersebut mungkin mengubah cara pandang rakyat Irak terhadap masa depan dan mungkin mempengaruhi hasil akhir pemilihan umum yang akan datang," pungkas Zuhair. Lihat Negara Pelatihan Teror Ciptaan AS (dn/io) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon