Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Ubah Kesepakatan, Israel Tolak "Bayar" Kebebasan Shalit

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Menurut pemberitaan yang beredar, perjalanan mediator perundingan asal Jerman sempat mengalami penundaan, karena Israel kembali berniat merubah jawaban atas kesepakatan dengan Hamas.

Pada hari Selasa lalu, Israel mengatakan bahwa pihaknya tidak siap untuk menyetujui seluruh permintaan Hamas dalam kesepakatan yang diperantarai Jeman, untuk melakukan barter ratusan tahanan Palestina untuk seorang prajurit Israel.

Seorang pejabat Hamas sebelumnya mengatakan bahwa ada seorang mediator Jerman yang telah tiba di Jalur Gaza untuk menyampaikan tanggapan terakhir Israel, namun gerakan Islam tersebut kemudian mengatakan bahwa mediator Jerman tersebut menunda kedatangannya.

Seorang sumber yang mengetahui seluk beluk proses negosiasi tersebut mengatakan bahwa sang mediator menunda kunjungannya ke Gaza karena Israel berkeinginan untuk merubah kembali jawabannya atas kesepakatan dengan Hamas dan meminta sang mediator untuk menunda jadwal kunjungan.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, mengatakan kepada para wartawan bahwa Israel ingin mendapatkan kembali prajurit Gilad Shalit, yang telah ditawan selama lebih dari tiga tahun di Jalur Gaza, namun Israel tidak bersedia untuk menukarkan kebebasan Shalit dengan apapun, berapapun harganya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemudian bertemu dengan para penduduk Israel yang menolak pertukaran tahanan tersebut. Mereka merasa resah jika para tahanan sipil Palestina dibebaskan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya telah mempertimbangkan peringatan dari para warga Israel tersebut.

"Ada dua hal yang penting: Keinginan untuk membebaskan tahanan, serta keinginan untuk melindungi penduduk Israel dari serangan di masa mendatang," kata Netanyahu seperti dikutip dalam pernyataan yang dilansir oleh kantor Perdana Menteri.

Dalam kesepakatan yang ditawarkan, ada 1.000 orang dari 11.000 tahanan Palestina yang ditahan Israel akan dibebaskan.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa Israel bertujuan untuk mencegah kembalinya warga sipil Palestina yang ditahan selama invasi kejam Israel di Gaza di Yerusalem, yang berdekatan dengan pusat populasi Israel. Israel berkeinginan mengirimkan mereka ke Jalur Gaza atau negara-negara asing.

Hamas menerima tuntutan Israel bahwa ada sejumlah tahanan yang akan diasingkan, namun Hamas ingin agar para tahanan tersebut dapat memilih sendiri lokasi pengasingan mereka, demikian kata sumber tersebut.

Masih belum jelas apakah Israel masih tetap menentang pembebasan 20 orang tokoh pejuang yang dimasukkan dalam daftar tuntutan pembebasan Hamas. Israel mengklaim bahwa para tahanan tersebut bertanggungjawab atas kematian puluhan tentara Israel.

Pada hari Senin lalu, Netanyahu membahas pertukaran tersebut dengan para menteri senior kabinet, termasuk Ehud Barak. Sementara para kerabat Shalit, yang bergabung dengan para demonstran yang menuntut pembebasan Shalit, berkerumun di luar kantor petinggi Israel tersebut.

Shalit, kini berusia 23 tahun, ditahan di Jalur Gaza sejak tahun 2006, dia ditahan oleh para pejuang Hamas.

Setelah rapat kabinet pada larut malam tersebut, kantor perdana menteri mengeluarkan pertanyaan yang menyebutkan bahwa Netanyahu telah memberitahu tim juru rundingnya untuk melanjutkan upaya pembebasan Shalit.

Bagi Netanyahu, pembebasan para tahanan yang dianggap bertanggung jawab atas kematian tentara Yahudi merupakan sebuah dilema tersendiri.

Setelah menerima tanggapan Israel, seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya memerlukan waktu beberapa hari untuk mempelajari tuntutan baru tersebut.

"Kami telah menerima tanggapan dari Israel yang disampaikan oleh mediator dari Jerman, dan kami akan mempelajarinya dalam beberapa hari," kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa akan ada delegasi dari Gaza yang dikirimkan ke Damaskus untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pemimpin Hamas, Khalid Meshaal.

Dalam daftar permintaan Hamas, ada nama Marwan Barghouti, seorang tokoh populer dari partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas. Barghouti adalah seorang calon pengganti Abbas, ia juga merupakan seorang tokoh yang mungkin dapat menjembatani perbedaan antara Fatah dan Hamas, dua faksi politik utama di Palestina. (dn/gm/bc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon