Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Saudi Pasti Gunakan Nuklir Di Yaman – Jika Mereka Punya

E-mail Cetak PDF

SANAA (Berita SuaraMedia) – Anggota DPR Yaman, Yahya al-Houthi, mengatakan bahwa pesawat perang Arab Saudi terlibat dalam bombardir tanpa henti atas lokasi sipil di utara Yaman.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat, anggota DPR Yaman itu menuduh pasukan Saudi menggunakan senjata yang dilarang internasional dalam serangannya terhadap beberapa desa di provinsi Saada di utara Yaman, dan menyesalkan tingginya korban jiwa dari warga sipil dalam serangan tersebut.

"Jika Riyadh memiliki senjata nuklir, mereka pasti akan menggunakannya melawan kelompok Houthi," ujar al-Houthi.

Wilayah utara Yaman, yang berbatasan dengan Kerajaan Saudi, telah menjadi lokasi operasi militer besar-besaran oleh pasukan Saudi-Yaman, sejak pemerintah Sanaa meningkatkan serangannya terhadap pemberontak Syiah di bulan Agustus.

Pemerintah pusat di Yaman mengatakan bahwa pemberontak Houthi berusaha untuk mengembalikan peraturan ulama Syiah di negara tersebut.

Namun, kaum Houthi membantah tuduhan tersebut, menuding Riyadh dengan dominasi Sunninya dan pemerintah Sanaa menyatukan kekuatan untuk menyingkirkan Syiah dari wilayah itu, dan menyewa sejumlah elemen teroris untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Arab Saudi mengatakan bahwa mereka akan menghentikan serangan bom-nya jika Houthi meninggalkan wilayah perbatasan tersebut, yang hanya akan dilakukan oleh pemberontak Houthi setelah Riyadh berhenti membantu pasukan Yaman.

Ini terjadi ketika AS telah meluncurkan serangan-serangan udaranya terhadap bagian tenggara dari negara tersebut dalam dua minggu terakhir sebagai bagian dari perjanjian militer yang ditandatanganinya dengan Yaman.

Washington dilaporkan menyediakan senjata dan intelijen untuk Sanaa sebagai tambahan dari 7 0 juta dolar bantuan militer yang dikucurkan Pentagon untuk Yaman tahun ini.

Pada hari Jumat, Gedung Putih kembali menyampaikan dukungan Presiden Obama untuk operasi militer yang sedang berlangusng di seluruh Yaman.

Pemberontak Houthi mengatakan bahwa pesawat perang Saudi telah menembakkan 1.011 rudal di garis perbatasan dengan Yaman di mana populasi Syiah telah berada di bawah bombardir berat dari dalam negeri dan AS.

Para pemberontak juga mengatakan bahwa pesawat-pesawat perang itu telah melakukan 60 kali serangan udara di lingkungan pemukiman di distrik Al Jabiri, Al Dukhan, dan Al Malaheet.

Arab Saudi bergabung dengan Sanaa dalam kampanye bersenjata selama berbulan-bulan melawan para pemberontak Syiah di bulan November.

Para pemberontak Houthi itu dituduh oleh pemerintah pusat telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menyandera turis-turis asing. Saudi sendiri mengklaim bahwa para pemberontak telah menyerang salah satu dari pos pengawasan mereka di perbatasan.

Para pemberontak mengecam serangan udara tersebut sebagai sebuah kampanye yang diskriminatif terhadap minoritas Syiah di bawah kecurigaan Saudi.

Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi memperkirakan bahwa sejak tahun 2 0 04, konflik itu membuat 175.000 penduduk Syiah provinsi Saada terusir dari rumah masing-masing dan memenuhi kamp-kamp pengungsi yang dibangun oleh PBB.

Pemberontak Houthi mengatakan bahwa serangan AS telah membunuh 12 0 warga sipil, di antara mereka ada wanita dan anak-anak. LIHAT VIDEO (rin/pv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon