Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Wafatnya Montazeri, Tumbangnya Rezim Syiah Iran

E-mail Cetak PDF

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Tokoh oposisi Iran, Mohsen Kadivar, mengatakan bahwa kematian pemimpin oposisi yang sekaligus ulama Syiah Iran, Hussein Ali Montazeri, akan memperkuat determinasi untuk meneruskan jalur perlawanan dan menyelesaikan apa yang telah dimulai, dan pada akhirnya berujung pada keruntuhan sistem penguasa Iran.

Mengenai peristiwa kerusuhan dalam penguburan Montazeri, Kadivar mengatakan, "Keluarga saya turut ambil bagian dalam prosesi pemakaman, termasuk kemenakan Khomeini. Dari merekalah saya tahu bahwa kelompok milisi Basij berupaya untuk memprovokasi orang-orang yang berkabung dan membuat mereka melakukan kekerasan."

"Mereka meneriakkan: Matilah para diktator! Pemimpin kita memalukan! Pada hari itu, semua orang merasa marah terhadap pemimpin spiritual Ali Khomeini."

"Mengapa? Dalam pesan duka citanya, Khomeini mengatakan bahwa Montazeri telah gagal dalam sebuah tahapan penting kehidupannya. Semua orang tahu bahwa yang dimaksud adalah perseteruan Montazeri dengan dirinya. Ia tidak berbicara dengan menggunakan bentuk "saya", namun memakai bentuk "kami". Hal itu membuat kesal orang-orang. Lagipula, hanya Tuhan yang dapat memutuskan siapa yang gagal dan kapan terjadi titik balik di Iran. Khomeini bukan Tuhan."

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel, Kadivar mengatakan bahwa kematian Montazeri tidak akan memperlemah gerakan perlawanan. "Justru sebaliknya, rasa duka ini akan memperkuat determinasi kubu oposisi. Hal ini akan memberikan dorongan terhadap gerakan protes. Otoritas Iran tidak mampu melarang upacara ini, yang bertepatan dengan tujuh hari meninggalnya Montazeri."

Der Spiegel kemudian menanyakan apakah para tokoh oposisi seperti Mir Hossein Mousavi dan Mahdi Karroubi akan ditangkap, Kadivar mengatakan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi. "Namun pada saat yang bersamaan, para penguasa juga khawatir dengan meluasnya kerusuhan. Yang terjadi berikutnya boleh jadi adalah sebuah pemberontakan terbuka. Namun, keadaan masih belum sejauh itu, masih ada peluang terjadinya revolusi di negara ini."

Kepada Der Spiegel, Kadivar mengiyakan pertanyaan mengenai kediktatoran militer Iran. "Anda benar, teokrasi Syiah yang diterapkan saat ini telah gagal dan sangat mungkin berujung pada tumbangnya rezim Syiah."

Secara kebetulan, ketika Ayatollah Montazeri berseteru dengan pendiri republik Islam Iran, tiga bulan sebelum meninggal pada tahun 1989, dia mengatakan: Negara ini berbeda jauh dengan negara yang kita impikan, dan ingin kita ciptakan."

Kadivar mengaku telah melepas foto Khomeini dari dinding apartemennya sejak lama.

Ia menambahkan, "Reformasi harus dilaksanakan dari dalam negara, jauh dari pengaruh asing." Mengenai keruntuhan rezim Iran, ia mengatakan, "Saya tidak tahu persis kapan tepatnya hal itu akan terjadi, tapi saya benar-benar yakin bahwa (rezim Iran) akan runtuh."

Kadivar merupakan salah satu tokoh pengkritik utama terhadap rezim penguasa Iran. Dia juga telah menghabiskan waktu 18 bulan di dalam penjara karena menentang pemerintah. Kadivar saat ini menjadi dosen tamu dari Duke University, AS. LIHAT 2 VIDEO (Lihat Video Pemakaman Hussein Ali Montazeri) (dn/im) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon