Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Pimpinan Houthi Tewas Dalam Serangan Udara Saudi?

E-mail Cetak PDF

SANAA (Berita SuaraMedia) – Pemimpin kelompok pemberontak yang memerangi pasukan pemerintah di sebelah utara Yaman kemungkinan telah tewas setelah mengalami luka parah dalam sebuah serangan udara Arab Saudi, demikian dilaporkan oleh sebuah situs internet milik pemerintah dan media setempat.

Situs kementerian pertahanan Yaman pada hari Minggu lalu menyebutkan bahwa Abdul Malik al-Houthi, pemimpin dari gerakan pemberontak Houthi, mungkin telah tewas dan dikubur.

"Belakangan ini, ada semakin banyak laporan berita yang menyebutkan mengenai kematian Abdul Malik al-Houthi, yang mengalami luka parah dalam sebuah serangan yang ditujukan terhadap sebuah perkumpulan yang dihadiri oleh elemen-elemen teroris," demikian bunyi pernyataan kementerian.

Pihak Houthi menolak memberikan tanggapan mengenai pemberitaan yang santer beredar tersebut.

Seorang juru bicara kelompok pemberontak pada tanggal 20 Desember lalu mengatakan bahwa pernyataan kementerian pertahanan Yaman yang menyebutkan mengenai luka parah yang diderita Abdul Malik al-Houthi adalah sebuah pernyataan yang tidak berdasar.

Kelompok Houthi, yang mulai melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Yaman pada tahun 2004 lalu, berasal dari sekte minoritas Syiah Zaidi. Mereka disebutkan tengah berusaha mendirikan kerajaan Syiah di negara tersebut.

Pasukan pemerintah melancarkan operasi bumi hangus pada tanggal 11 Agustus lalu dalam sebuah upaya untuk menghancurkan gerakan pemberontak yang bersarang di kawasan utara yang dipenuhi gunung terjal.

Pemerintah Yaman mengatakan bahwa para pemberontak mendapatkan dukungan dari Iran, namun Teheran membantah dugaan keterlibatan mereka dalam pertempuran tersebut. Kelompok Houthi juga menyangkal keterlibatan Iran. Arab saudi dan Yaman menuding para ulama Iran telah mendanai gerakan pemberontakan.

Pemerintah Yaman juga baru-baru ini mengklaim bahwa kelompok Houthi bekerjasama dengan Al-Qaeda yang ada di Yaman, namun kelompok tersebut juga membantah tudingan yang diarahkan kepadanya.

"Tuduhan mengenai hubungan kami dengan Al-Qaeda adalah sebuah kebohongan yang direka-reka dan sebuah fitnah," kata kelompok pemberontak tersebut dalam sebuah email yang dikirimkan kepada kantor berita Reuters pada awal pekan ini.

Saluran televisi milik pemerintah Arab Saudi, Al Arabiya, juga mengatakan bahwa pemimpin gerakan pemberontak tersebut telah tewas dalam sebuah serangan udara. Situs berita Yaman juga memberitakan hal yang serupa.

Konflik antara pemerintah Yaman dan gerakan pemberontak tersebut merembet ke negara tetangga, Arab Saudi, negara pengekspor minyak nomor satu dunia, setelah kelompok Houthi masuk ke wilayah Arab Saudi bulan lalu, membuat pemerintah Saudi melancarkan serangan terhadap mereka.

Dalam sebuah pernyataan di situs internetnya, kelompok pemberontak tersebut mengatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan 31 serangan udara di kawasan Jaberi – wilayah Arab Saudi yang memiliki kantung-kantung pemberontak dalam jumlah besar – setelah melakukan 15 kali serangan udara di wilayah-wilayah Yaman pada hari Sabtu malam.

"Serangan udara dan peluru kendali berlanjut sepanjang malam," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Pagi ini, tentara Arab Saudi akan mulai merangsek masuk ke wilayah Jaberi." (dn/aj/yh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon