Jumat, 03 September 2010

Headlines:

Perwakilan Hamas Lolos Dari Jebakan Maut Mossad

E-mail Cetak PDF

BEIRUT (Berita SuaraMedia) – Berkenaan dengan ledakan Libanon pada hari Sabtu (27/12) lalu, terungkap fakta baru bahwa agen intelijen luar negeri Zionis, Mossad, terlibat dalam peristiwa tersebut dalam upaya untuk membunuh perwakilan Hamas di Libanon, Osama Hamdan.

Hamdan selamat dalam rencana pembunuhan tersebut, sebuah sumber menambahkan bahwa pihak keamanan telah menemukan adanya bahan peledak di mobil Hamdan. Namun, bom tersebut meledak ketika tengah berusaha dijinakkan.

Osama Hamdan, salah seorang pemimpin senior Hamas, menolak menuding siapapun sebagai dalang ledakan yang terjadi di sebelah selatan Beirut itu, ledakan tersebut menarget para kader gerakan Hamas dan menewaskan dua diantaranya.

Hamdan, yang berbicara dalam sebuah konferensi pers pada hari Minggu malam, mengatakan bahwa otoritas Libanon tengah melakukan penyelidikan dalam peristiwa yang menewaskan Basel Juma, 29, dan Hasan Haddad, 21, keduanya bekerja sebagai pengawal.

Hamdan tidak ingin menghubung-hubungkan ledakan tersebut dengan pihak-pihak asing, ia menambahkan, "Kami akan terlebih dahulu menunggu hasil akhir proses invetigasi."

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Hamas mengatakan bahwa lokasi yang menjadi target ledakan merupakan tempat yang kerap dipergunakan oleh para pengawal gerakan Islam tersebut.

Hamas tidak bersedia memberikan penjabaran lebih lanjut mengenai keadaan tersebut, Hamas menunggu hasil resmi penyelidikan pihak berwajib.

Sementara itu, pada hari Senin (28/12), seorang pejabat senior Hamas memperkuat dugaan bahwa Israel merupakan pihak yang mendalangi peristiwa peledakan tersebut.

"Kami tidak boleh mengesampingkan kamungkinan bahwa musuh Zionis merupakan pihak yang bertanggung jawab atas tindakan pengecut ini," kata seorang pejabat Hamas di sela-sela prosesi pemakaman dua orang yang tewas dalam serangan tersebut, seperti dikutip oleh Army Radio.

Pada hari Minggu, Hamas mengkonfirmasikan bahwa kedua orang tersebut tewas dalam sebuah ledakan misterius pada tengah malam.

Kantor berita milik pemerintah Libanon pada hari Sabtu lalu mengatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh tiga buah bom yang diikatkan satu sama lain dan diletakkan di bawah sebuah mobil yang diyakini merupakan milik seorang pejabat Hamas, Ledakan tersebut terjadi di dekat Kantor Hamas di sebelah selatan Beirut.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, memiliki kantor di daerah selatan Libanon, di wilayah pinggiran kota.

Otoritas Libanon mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki apakah bom tersebut juga ditujukan untuk membunuh perwakilan Hamas di Libanon, Mustafa Hamdan.

Presiden Libanon, Michel Sulaiman, menyebut serangan tersebut sebagai sebuah upaya untuk merusak stabilitas negaranya.

Ledakan tersebut terjadi hanya beberapa meter dari pusat komunitas, dimana ada ratusan orang yang berkumpul untuk menyaksikan pidato perayaan Syura yang disampaikan oleh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, melalui layar televisi.

Pasukan keamanan bersiaga penuh di Haret Hreik pada hari Minggu, dimana ada sejumlah petugas berpakaian preman yang diterjunkan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan.

Seorang pejabat keamanan Hizbullah, yang tidak ingin namanya disebutkan, yang tengah berada di tempat kejadian, mengatakan: "Kami bersikap sangat hati-hati setelah ledakan itu terjadi. Ada banyak orang di sini yang bisa saja menjadi target serangan, khususnya hari ini dan di tempat ini." (dn/sm4) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon