Menurut sebuah majalah Arab Saudi, sejak invasi Afghanistan pada tahun 2001, Iran ditempati lebih dari seratus anggota Al Qaeda dan para keluarga mereka, termasuk 25 orang dari keluarga pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, dan mereka dikenakan perintah penangkapan, sebagian diantaranya tinggal di sebuah hotel di pusat ibukota Teheran, seblum pindah ke rumah-rumah sipil.
Majalah tersebut mengungkapkan, Abdul Rahman, putra kedua Osama bin Laden, yang berada di Syria mengatakan bahwa Teheran menangkap saudara perempuannya, Iman, lima orang saudara laki-laki dan salah satu istri ayahnya.
Ditambahkan bahwa keluarga dari istri pertama bin Laden, seorang warga Syiria, tidak menyadari bahwa putri dan pada anggota keluarganya masih hidup dalam beberapa tahun terkhir.
Abdul Rahman mengatakan bahwa saudara perempuannya mampu meloloskan diri ketika tengah melakukan kegiatan belanja, yang diijinkan oleh otoritas Iran setiap enam bulan sekali.
Sejak saat itu, sang saudara perempuan berlindung di dalam wilayah kedutaan besar Arab Saudi di Teheran.
Abdul Rahman bin Laden mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu bahwa para kerabatnya masih hidup, hingga Iman mengontak dirinya bulan lalu. Kemudian, ia meminta saudara perempuannya untuk berlindung di kedutaan Arab Saudi.
Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dirinya mengkhawatirkan kondisi kesehatan saudara perempuannya, ia juga menyerukan kepada pemerintah Iran untuk membebaskan para kerabatnya.
Ia juga meminta pemerintah Arab Saudi untuk memastikan kepulangan saudara perempuannya dari Iran.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki membenarkan bahwa putri bin Laden ada di dalam kedutaan Arab Saudi di Teheran dan hendak meninggalkan Iran.
Dalam konteks terkait, stasiun televisi Press TV mengutip ucapan juru bicara Kementerian Luar negeri Iran yang menyebutkan bahwa kedutaan Arab Saudi telah mengajukan permintaan dokumen perjalanan untuk putri bin Laden.
Iman dinyatakan memasuki perbatasan timur Iran tanpa memiliki dokumentasi yang lengkap. "Hukum Iran mengharuskan (Iman) untuk mengajukan dokumen perjalanan kepada Kementerian Luar negeri Iran."
Hussein Shobokshi, seorang kolumnis untuk surat kabar milik Arab Saudi, Asharq Alawsat, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kabar mengenai ditahannya anggota keluarga bin Laden oleh Iran sejalan dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa Iran telah menyusup dalam operasi gerakan Al Qaeda.
"Mereka telah menjamu tokoh-tokoh kunci dalam struktur kepemimpinan Al Qaeda untuk beberapa waktu dan mereka juga tampak bekerjasama di Irak, Yaman dan Somalia," katanya.
Namun, Abdul Rahman bin Laden mengatakan bahwa hubungan buruk antara Arab Saudi dan Iran merupakan penyebab dibalik tidak tercapainya untuk membebaskan para anggota keluarganya. (dn/im/sm) www.suaramedia.com
- Israel – Mesir Dalam Kesepakatan Senilai 10 Miliar Dolar
- Jumblatt: Sekte Druze Dilarang Ikuti Militer Israel
- Diam-Diam Iran Datangkan Kue Kuning Kazakhstan
- Pertanian Gaza Jadi Target Baru Tank-Tank Zionis Israel
- Agen Shin Bet Israel "Kebal Hukum" Penyiksaan Tahanan














