Semua Druze adalah orang Arab yang menganut agama Druze dan karena itu ikatan antara Druze di berbagai negara dan di antara mereka dengan warga Arab lainnya adalah sesuatu yang alamiah.
Seruan oleh pemimpin Druze itu datang setelah pertemuan terbarunya dengan delegasi pejabat Druze Israel yang dipimpin oleh anggota parlemen Said Nafaa dan pemuka agama dari Gunung Carmel dan Galilee.
Ia mengatakan bahwa ikatannya dengan Druze Israel dimulai di Amman tahun 2001 dan telah berkembang sejak saat itu, mengekspresikan optimisme bahwa kesadaran akan ikatan semacam itu di antara generasi muda Druze sedang tumbuh di Israel, dan bahwa banyak dari mereka yang telah menolak untuk masuk militer.
"Fakta bahwa jumlah Druze yang menghindari bakti militer naik dari lima persen menjadi hampir 60% cukup membuktikan pentingnya hubungan ini," ujarnya.
Jumblatt membantah kritik bahwa ia mengintervensi urusan internal komunitas lain, menyebut suara-suara oposan itu hanya bersifat primitif.
"Ada suara-suara yang hanya dapat saya gambarkan sebagai kaum primitif yang menyerang inisiatif kita, namun kita telah membuktikan bahwa memelihara hubungan ini memperkuat identitas Arab Palestina dari anggota komunitas di Israel, dan terutama kaum muda," ujarnya. "Meningkatnya jumlah mereka yang keberatan menunjukkan bahwa kaum Druze tidak lagi menjadi penjaga perbatasan bagi negara Israel."
Didirikan pada abad 11, agama Druze adalah percabangan dari agama Islam dengan perkiraan jumlah pengikut sebesar satu juta orang di seluruh dunia, dengan sebagian besar dari mereka tinggal di Libanon, Syria, dan Israel.
Terdapat sekitar 100.000 anggota dari komunitas Druze di Israel, namun sangat sedikit kaum Arab yang masuk militer.
Persentase kaum Druze yang bergabung dengan militer telah lama menjadi perdebatan di kedua belah pihak dari perdebatan ideologis. Dalam sebuah konferensi di desa Druze, Julis, yang dihadiri oleh perdana menteri saat itu Ehud Olmert, Dr. Yussuf Hassan dari Universitas Tel Aviv mempresentasikan sebuah survei yang menyatakan bahwa 94% dari Druze memandang negaranya merupakan bagian penting dari identitas dirinya, namun hal tersebut nampakya tidak berlaku bagi Druze Israel. Kolonel Ramez a-Din dari Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa hanya 72% pemuda Yahudi yang mendaftar dalam militer Israel.
Jumblatt, yang beberapa tahun terakhir ini menentang keterlibatan Syria di Libanon, mengatakan bahwa ia tidak mengeluarkan Damaskus dari daftar kunjungan, terutama setelah kunjungan Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri awal bulan ini. Ia menekankan bahwa Hariri mengunjungi Damaskus sebagai seorang perdana menteri dari pemerintahan bersatu nasional, bukan sebagai individu pribadi atau kepala sebuah partai tertentu.
Ayah Hariri, mantan perdana menteri Rafik Hariri, dibunuh di Beirut tahun 2005. Peristiwa memprovokasi kerusuhan yang memicu Syria menarik diri dari Libanon. (rin/pv/tg) www.suaramedia.com














