Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Inggris Bantah Kisah Penculikan Garda Revolusi

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Inggris dan Iran sama-sama menampik sebuah laporan berita dari media Inggris yang menyebutkan bahwa penculikan seorang pakar komputer Inggris dan para pengawalnya pada tahun 2007 lalu didalangi oleh Garda Revolusi Iran, ditambah lagi bahwa mereka ditahan di Iran.

Peter Moore, 36, dibebaskan tanpa mengalami luka sedikitpun pada hari Rabu lalu setelah menghabiskan waktu dua setengah tahun dalam tahanan, banyak yang mengira bahwa seluruh pengawal telah tewas.

Inggris mengatakan bahwa pihaknya "tidak memiliki bukti" untuk mendukung cerita surat kabar the Guardian yang menyebutkan bahwa Garda Revolusi Iran mempimpin operasi penculikan dan membawa kelima pria Inggris tersebut ke Iran untuk ditahan.

Iran juga membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa dugaan keterlibatan negaranya adalah sebuah tuduhan yang "tidak berdasar". Iran mengatakan bahwa mereka termotivasi oleh "kemarahan" Inggris menyusul tindakan Iran terhadap protes yang digelar kubu oposisi.

"Tuduhan itu berasal dari kemarahan Inggris terhadap unjuk rasa yang melibatkan jutaan warga Iran untuk mengecam campur tangan Inggris dalam masalah internal Iran," kata Ramin Mehmanparast, seorang juru bicara kementerian luar negeri seperti dikutip oleh Al-Alam, saluran berita milik pemerintahan.

Gordon Brown, Perdana Menteri Inggris, berbicara kepada Nuri al-Maliki, perdana menteri Irak, pada hari Kamis untuk mengucapkan terima kasih atas upaya Maliki untuk membebaskan tahanan berkewarganegaraan Inggris, Peter Moore, demikian bunyi pernyataan dari kantor Brown.

Ada sejumlah spekulasi yang beredar yang menyebutkan bahwa sudah terjadi kesepakatan untuk membebaskan Moore. Hal itu mengemuka setelah pemimpin kelompok yang menculik para pria tersebut dari sebuah bangunan di Baghdad telah dipindahkan dari AS ke tahanan Irak.

BBC juga mengutip ucapan Jenderal David Petraeus, mantan komandan AS di Irak, saat mengatakan bahwa dirinya "yakin 90 persen" bahwa para tahanan menghabiskan sebagian waktu di tahanan Iran.

Dalam sebuah pernyataan pada awal bulan ini, Petraeus mengatakan, "Saya cukup yakin bahwa saya telah melihat bukti intelijen mengenai hal tersebut."

Moore menjadi target penculikan karena ia bertugas memasang sistem pelacak komputer yang akan menunjukkan berapa banyak dana sumbangan internasional yang diberikan kepada institusi-institusi Irak dialirkan kepada kelompok militan Iran yang ada di Irak, demikian disampaikan oleh the Guardian.

Harian tersebut mengklaim telah mendapatkan bocoran informasi dari seoang mantan anggota Garda Revolusi yang menyebutkan bhwa kelimanya ditahan di dua kamp penahanan yang berbeda di Iran.

"(Peristiwa) itu adalah sebuah penculikan (yang dilakukan) Iran, dipimpin oleh Garda Revolusi," katanya.

Seorang menteri Irak mendukung klaim tersebut, ia mengatakan kepada harian tersebut: "Ini adalah sebuah operasi IRG (Garda Revolusi Iran)."

Namun, Sami al-Askari, seorang politisi Irak yang diklaim oleh Guardian telah terbang ke Iran untuk bertemu dengan para penculik, membantah hal itu dalam keterangan yang diberikan kepada BBC. Ia membenarkan bahwa dirinya terlibat dalam pembicaraan dengan para penyandera di Irak.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Inggris mengatakan, "Kami telah menyaksikan adanya spekulasi yang menyebutkan bahwa Iran terlibat langsung dalam kasus ini."

"Tentu saja, Iran memiliki pengaruh di Irak, namun kami tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim keterlibatan langsung dalam kasus ini."

Ditengah merebaknya spekulasi, yang disangkal oleh Inggris, bahwa telah terjadi sebuah kesepakatan untuk membebaskan Moore, pada hari Kamis, AS mengkonfirmasikan bahwa pemimpin kelompok yang bertanggung jawab atas penculikan tersebut telah ditransfer ke tangan pemerintah Irak.

"AS telah menyetujui permintaan Irak, sehubungan dengan kesepakatan keamanan AS - Irak dan peraturan hukum untuk mengirimkan pada anggota syiah AAH (Asaib al-Haq), termasuk Qais al-Khazaali, dari tahanan AS ke Irak, jika Irak mengeluarkan perintah penangkapan untuk orang-orang yang sama," kata seorang juru bicara AS.

Meski masih belum jelas apakah al-Khazaali masih berada dalam tahanan AS, BBC melaporkan bahwa baru-baru ini ia telah dipindahkan.

Pauline Sweeney, ibu tiri Moore, mengatakan bahwa Moore sudah merasa bahwa dirinya akan ditembak sebelum dibebaskan. "Dia merasa bahwa kepalanya akan ditembus timah panas. Dia sangat takut. Dia merasa bahwa dirinya akan dibunuh. Baru kemudian dia menyadari bahwa dia akan dibebaskan." (dn/aj) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon