Gambar tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan polisi mengebut tepat ke arah para pemrotes, menyudutkan mereka ke sebuah jalan yang sempit dengan tembok di satu sisi dan mobil-mobil parkir di sisi lain. Sesaat setelah mobil itu mundur dan pergi, kendaraan kedua menabrak seorang pemrotes yang terbaring di atas tanah. Pemrotes yang lain bergegas menghampiri dan menolong orang tersebut. Tidak jelas apakah ia masih hidup atau sudah mati.
CNN tidak dapat mengkorfirmasi keotentikan video tersebut, atau video lainnya yang diperoleh CNN yang menunjukkan seorang wanita ketika ditabrak oleh sebuah mobil yang dikemudikan salah satu anggota Basij, kelompok paramiliter Iran.
Polisi mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Kamis yang mengatakan bahwa satu-satunya kecelakaan mobil mematikan terkait dengan kerusuhan pada hari Minggu lalu adalah sebuah insiden di mana sebuah mobil pribadi menabrak beberapa pelaku kerusuhan di jalan Azadi, Teheran barat.
"Tidak ada kematian akibat kecelakaan mobil di wilayah Vali-e-Asr. Kami merujuk pada fakta dalam pernyataan kami sebelumnya bahwa sebuah kendaraan patroli milik pribadi menabrak sejumlah perusuh di Jalan Azadi antara Jalan Roudaki dan Khosh," Iranian Labour News Agency (ILNA), melaporkan.
"Kendaraan itu sedang dilacak oleh pasukan keamanan dan kasusnya sedang diselidiki," ILNA melaporkan.
"Dua orang terbunuh dalam kecelakaan mobil itu," menurut sebuah laporan.
Polisi mengatakan bahwa mereka telah menemukan mobilnya dan sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Tidak ada laporan kematian di Vali-e-Asr Square di Teheran pusat, lokasi rekaman video itu.
"Video yang ditayangkan di jaringan televisi asing itu diduga palsu dan bagian dari skema yang diimplementasikan oleh outlet media asing dan anti revolusi untuk mencederai citra Iran," bunyi pernyataan tersebut.
Para pemrotes mengambil alih jalan-jalan di tengah kota Teheran pada hari Minggu di tengah peringatan hari Ashura, yang merupakan hari ulang tahun kematian Imam Hussein dan 72 sahabatnya.
Para pemrotes meneriakkan berbagai slogan yang menentang pejabat-pejabat top pemerintah dan properti publik yang dirusak.
Ketika situasi berubah rusuh, polisi anti huru hara menggunakan gas airmata untuk membubarkan kerumunan.
Pemerintah telah mengkonfirmasi bahwa tujuh orang tewas dalam kerusuhan itu namun membantah bahwa tidak ada dari kematian itu yang disebabkan oleh pasukan keamanan, meskipun rekaman video menunjukkan sejumlah pemrotes dengan luka-luka yang parah dan fatal, termasuk beberapa dengan luka tembak.
Keponakan pemimpin oposisi Mir Hossein Moussavi, Sayyed Ali Moussavi, tewas karena tertembak dalam kerusuhan hari itu. Hossein Mousavi mengatakan bahwa keponakannya dibunuh dalam demonstrasi itu, namun kantor berita pemerintah mengatakan bahwa kematian Ali Moussavi tidak ada kaitannya dengan protes Ashura namun telah direncanakan dalam situasi yang mencurigakan.
Kerusuhan pada hari Minggu itu adalah yang terburuk sejak pemrotes dari pihak oposisi mengambil alih jalan-jalan selama beberapa hari menyusul sengketa pemilu presiden 12 Juni. LIHAT VIDEO (rin/pv/cnn) www.suaramedia.com














