"Jurnalis tersebut mengatakan bahwa rumah Awlaki, yang menjadi sasaran serangan, hanya berjarak dua atau tiga kilometer dari dirinya, dan Awlaki tidak ada di sana," kata Abdulelah Hider Shaea, sang jurnalis, kepada ABC News. Dia mengatakan bahwa dirinya berbicara dengan Awlaki melalui telepon, dan mengenali suara Awlaki setelah dibandingkan dengan sejumlah wawancara sebelumnya.
Satu minggu yang lalu, para pejabat mengatakan bahwa serangan di malam Natal tersebut memang bertujuan untuk membidik tempat yang diduga sebagai lokasi pertemuan pada pemimpin Al Qaeda di Rafd, sebuah desa pegunungan di sebelah timur provinsi Shabwa.
Sebuah pernyataan dari kedutaan besar Yaman di Washington menyebutkan bahwa Awlaki "diduga" berada di lokasi pertemuan Al Qaeda di sebelah selatan ibukota Yaman, Sanaa.
Para rekan dan kerabat Awlaki langsung mengabaikan laporan yang menyebutkan bahwa ulama tersebut terbunuh dalam penyerbuan, namun sang jurnalis merupakan orang pertama yang mengklaim bahwa dirinya telah berbicara dengan Awlaki.
Pemerintah AS menganggap Awlaki sebagai seorang perekrut anggota Al Qaeda dengan mempergunakan situs internetnya yang populer. Awlaki juga dinyatakan menjalin hubuungan dengan tersangka penembak Fort Hood, Mayor Nidal Hasan. Otoritas AS juga meyakini bahwa Awlaki menjalin kontak dengan tersangka yang membawa bom ke dalam pesawat menuju AS pada hari Natal lalu, Umar Farouk Abdulmutallab.
AS menuding Awlaki memiliki hubungan dengan serangkaian serangan terhadap negeri Paman Sam tersebut, mulai dari 9/11 hingga penembakan Fort Hood.
Dua kali dalam pekan lalu, Awlaki masuk di halaman depan koran-koran AS, bersama dengan sejumlah anggota Al Qaeda.
Pada edisi Kamis, Wall Street Journal melaporkan bahwa Awlaki sontak menjadi fokus utama dalam upaya pengeboman pesawat pada hari Natal.
Awlaki membantah bahwa dirinya merupakan anggota Al Qaeda, dalam sebuah wawancara yang diterbutkan oleh Washington Post, dia juga mengatakan kepada sang jurnalis Yaman bahwa meski dirinya menganggap Mayor Hasan sebagai seorang pahlawan, dia tidak pernah menekan Hasan untuk melakukan tindakan apapun.
Selamatnya Awlaki dari serangan tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi, imam kelahiran AS tersebut telah beberapa kali lolos dari tangan AS.
Kenneth Katzman, seorang pakar Timur Tengah dan terorisme dari AS mengatakan bahwa Awlaki menyebarkan ajaran radikal ketika ada banyak tokoh senior Al Qaeda diyakini tengah berlindung di Pakistan.
"Ada sejumlah keuntungan bagi Awlaki, salah satunya karena dia tidak dikejar. Dia tidak mendapatkan tekanan yang berat dalam waktu lama, ketika tokoh-tokoh lainnya ditekan," kata Katzman. "Namanya baru mencuat setelah penembakan Fort Hood. Dia tidak diburu, dan hal itu membuat dia merasa merdeka, untuk menyebarkan ceramah dan menjalin kontak dengan orang-orang lain."
Awlaki adalah seorang warga negara AS yang dilahirkan di New Mexico. Otoritas AS menyatakan bahwa Awlaki bekerjasama dengan "sindikat teror internasional" Al Qaeda. Meski telah pindah ke Timur Tengah, ia dapat menyebarkan pesan-pesan melalui situs internet dan rekaman suara. (dn/abc) www.suaramedia.com














