Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Hamas Cerca Pidato Menggelikan Mahmoud Abbas

E-mail Cetak PDF

RAMALLAH (Berita SuaraMedia) – Para pejabat Hamas menyebut pidato Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang membahas mengenai Gaza sebagai sesuatu yang "menggelikan". Gerakan Islam tersebut juga mengatakan bahwa hal itu membuktikan sang pemimpin Palestina telah "bangkrut", pernyataan Hamas tersebut dirilis pada hari Kamis siang.

Berbicara dalam peringatan 45 tahun berdirinya gerakan Fatah, faksi rival Hamas yang dipimpin oleh Abbas, ia menambahkan sejumlah komentar mengenai isu persatuan Palestina dan Jalur Gaza.

"Penderitaan kalian (Gaza) adalah penderitaan kami juga, kami akan terus memberikan dukungan untuk kalian. Kami akan menawarkan segala bentuk dukungan yang mungkin kami lakukan," kata Abbas dalam sebuah upacara yang berlangsung di Ramallah.

Sementara itu, dari Gaza, Salah Al-Bardawil dari Hamas mengatakan kepada situs berita China, Xinhua. Al-Bardawil mengatakan bahwa Hamas menganggap pidato tersebut tanpa isi dan bersifat menuduh, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan proposal persatuan Mesir, yang telah ditolak oleh Hamas kecuali ada perubahan terhadap dokumen tersebut.

Abbas mengatakan bahwa Hamas merusak hubungan dengan Mesir dalam hal tersebut, Abbas menambahkan bahwa Fatah telah menyarankan untuk mencari mediator baru untuk mempersatukan Palestina.

Namun, Al-Bardawil mengatakan, "Hamas tidak pernah mengajukan permintaan mengenai hal semacam itu untuk menjauhkan Mesir dari proses kesepakatan."

Tokoh Hamas tersebut melontarkan protes karena pada saat Abbas menghabiskan waktu mengkritik pemerintah Gaza yang dinyatakan gagal, Abbas justru menghindari kecaman terhadap penjajahan Israel dari waktu ke waktu. "Itu dilakukan karena dia tidak berani menyerang Israel, sebaliknya, dia selalu menyerang pemerintahan Hamas," kata Al-Bardawil sebagaimana dikutip oleh Xinhua.

Mahmoud Abbas "mengancam" untuk menunda pemberian ijin keamanan untuk Israel setelah Israel membunuh tiga orang warga Palestina di Tepi Barat pekan lalu.

"Koordinasi dan kerjasama dengan Israel bertujuan utama untuk melindungi kepentingan Palestina," kat aAbbas dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Palestine TV pada hari Sabtu.

"Dan jika koordinasi tersebuat tidak dapat menghentikan provokasi Israel, seperti serbuan, pembantaian warga dan penangkapan, maka kami akan mempertimbangkan kembali hal itu," kata Abbas.

Pembunuhan tiga orang warga Palestina, yang merupakan anggota partai Fatah, pemegang kekuasaan di Tepi Barat, merupakan sebuah aib yang mencoreng pemerintah Palestina, demikian kata sejumlah pakar.

Abbas juga mengatakan bahwa dirinya mendukung kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan gerakan Hamas.

Akan tetapi, Abbas menolak untuk mendeportasi satupun warga negara Palestina dalam kesepakatan pertukaran tersebut.

"Saya tidak tahu jika kesepakatan (Gilad) Shalit akan melibatkan pengusiran tahanan dari Palestina. Jika itu benar, maka hal itu benar-benar amat disayangkan," kata Abbas, merujuk kepada prajurit Israel, Gilad shalit, yang telah menjadi tawanan Hamas di Gaza sejak tahun 2006.

Hamas dan Israel melakukan nehosiasi mengenai kesepakatan pertukaran tahanan melalui seorang mediator Jerman. Hamas ingin mengurangi jumlah tahanan yang ingin dideportasi Israel. (dn/mn/xh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon