John Brennan berbicara setelah AS dan Inggris mengeluarkan pengumuman, dimana disebutkan bahwa kedutaan kedua negara tersebut yang terletak di ibukota Yaman telah ditutup untuk sementara waktu.
AS menuding kelompok cabang Al-Qaeda sebagai pihak yang menjadi dalang upaya pengeboman pada hari Natal lalu dalam sebuah pesawat yang terbang menuju Detroit.
Ada kekhawatiran besar dari AS bahwa Yaman akan menjadi sarang utama gerakan Al-Qaeda, yang telah diburu AS sejak peristiwa 11 September 2001.
Brennan, deputi penasihat keamanan dalam negeri dan anti terorisme, mengatakan kepada ABC bahwa kelompok Al-Qaeda memiliki "beberapa ratus orang anggota" di Yaman dan oleh karena itu kehadiran mereka meningkatkan kekhawatiran di sana.
"Kami tahu bahwa mereka telah membidik kedutaan besar kami, dan juga para staf kedutaan," kata Brennan.
Secara terpisah, dalam sebuah wawancara dengan CNN, ia mengatakan bahwa ada indikasi yang menghubungkan ulama Yaman dengan pemuda Nigeria yang berupaya melakukan pengeboman penerbangan transatlantik pada hari Natal lalu.
Pada hari Sabtu lalu, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa organisasi tersebut tampaknya telah melatih tertuduh berusia 23 tahun, Umar Farouk Abdulmutallab, yang saat ini tengah mendekam di dalam penjara AS.
Menurut Brennan, memang ada "indikasi" bahwa Abdulmutallab telah menjalin kontak langsung dengan ulama Yaman, Anwar al-Awlaki.
"Sudah jelas bahwa Awlaki juga memiliki hubungan dengan Nidal Malik Hasan, mayor AS yang menjadi tersangka penembakan 13 orang di Fort Hood tahun lalu.
Masih belum ada kabar lebih lanjut yang menyebutkan bahwa kedutaan AS dan Inggris di Sanaa akan dibuka kembali.
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs internetnya, kedutaan besar AS mengatakan bahwa mereka tutup pada hari Minggu "untuk merespon ancaman berkelanjutan dari Al-Qaeda di jazirah Arab yang bertujuan untuk menyerang kepentingan Amerika di Yaman."
Kedutaan AS juga memberikan peringatan terhadap warga negara AS yang tengah berada di Yaman. Mereka diminta berhati-hati dan memperhatikan perkembangan keamanan.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa kedutaan Inggris ditutup pada hari Minggu. Dan keputusan mengenai pembukaan kembali kedutaan Inggris akan dibicarakan lebih lanjut.
Beberapa jam sebelumnya, Perdana Menteri Gordon Brown mengatakan kepada BBC, "Ini adalah jenis ancaman baru dan berasal dari sumber baru, Yaman. Namun ada juga banyak tempat yang berpotensi menjadi sumber serangan, seperti Somalia, Afghanistan dan Pakistan.
Kedutaan AS di Sanaa menjadi target sebuah serangan pada bulan September 2008, AS menyalahkan Al-Qaeda atas serangan yang menewaskan 19 orang, termasuk seorang wanita muda berkewarganegaraan AS, tersebut.
Masih pada hari Sabtu, Jenderal David Petraeus, kepala operasi militer AS di Timur Tengah dan Asia Tengah, mengunjungi Presiden Yaman Ali Abdallah Saleh untuk menjanjikan dukungan AS terhadap pertempuran melawan Al-Qaeda.
Kunjungan tersebut dilakukan berselang satu hari setelah sang jenderal mengumumkan bahwa AS akan menambah bantuan kepada Yaman pada tahun ini. Jumlah bantuan yang diberikan lebih dari dua kali lipat dari kucuran dana yang diberikan AS sebelumnya.
Tahun lalu, AS memberikan $67 juta kepada Yaman dalam bentuk bantuan dan pelatihan. Hanya Paikstan yang tercatat menerima bantuan dalam jumlah lebih. Menurut kantor berita AP, bantuan yang diterima Pakistan berkisar pada angka $112 juta.
Pada hari Sabtu lalu, para pejabat Yaman mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan lebih banyak pasukan untuk memerangi para gerilyawan Al-Qaeda di provinsi Abyan, Baida dan Shabwa.
"Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari sebuah operasi untuk memburu elemen-elemen Al-Qaeda dan mempererat simpul di sekitar para pejuang," kata seorang pejabat Yaman kepada kantor berita AFP.
Menurut para analis, AS juga memberikan data intelijen kepada pasukan Yaman, yang bulan lalu melakukan serangan terhadap para pejuang. Serangan tersebut kabarnya telah menewaskan puluhan orang militan.
Dalam pidato mingguan pada hari Sabtu, Presiden Obama mengatakan: "Kamp-kamp pelatihan militan di Yaman telah diserang, para pemimpinnya telah dibinasakan, dan rencana mereka telah dirusak."
Koresponden BBC menyatakan bahwa situasi keamanan di Yaman menjadi semakin rumit dengan banyaknya senjata api yang beredar, pemberontakan di utara dan gerakan separatis di selatan.
Namun, kemungkinan untuk mengukuhkan kembali otoritas pemerintah pusat terhadap wilayah-wilayah yang menjadi basis Al-Qaeda – menurut pendapat sejumlah analis – tampaknya sulit dilakukan, meski pemerintah Yaman mendapatkan dukungan kuat dari AS. (dn/bbc) www.suaramedia.com














