Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Kebohongan Media Mesir Coreng Nama Hamas

E-mail Cetak PDF

KAIRO (Berita SuaraMedia) – Media milik pemerintah Mesir memberitakan kebohongan tentang upaya Hamas untuk mendobrak blokade Israel terhadap  lebih dari 1.6 juta penduduk Palestina.

Propaganda itu membuat banyak orang percaya bahwa Hamas menghadirkan ancaman bagi Mesir, menyebabkan blokade Gaza semakin diperketat, bekerjasama dengan Irak untuk mendestabilkan keamanan Mesir, dan seterusnya.

Ini adalah cara klasik sikap rezim tiran ketika menghadapi kebangkrutan dalam hal hubungan kepercayaan dengan rakyat banyak. Orang-orang berhenti percaya pada kebohongan  yang dilontarkan oleh rezim, seperti yang terjadi di dunia Arab hari ini.

Bahkan, alasan utama di balik serangan media Mesir terhadap Hamas adalah karena gerakan Islam Palestina menolak dengan keras kepala  menyerah pada Israel dan AS, seperti yang dilakukan Mesir lebih dari tiga dekade lalu ketika kepemimpinan Mesir menerima pengaturan yang melarang angkatan bersenjata Mesir mengakses Semenanjung Sinai.

Alasan lainnya terkait pengeksposan Hamas atas kolaborasi dan kolusi Mesir dengan entitas Zionis melawan pasukan perlawanan dan kebebasan di dunia Arab.

Sayang sekali media pemerintah di negara Arab terbesar telah masuk ke level tidak beradab, tidak pantas, dan berbohong.

Mungkinkah orang-orang kelaparan di Gaza, yang merana di bawah blokade sejak Perang Dunia II, menghadirkan ancaman bagi Mesir?

Ini adalah pertanyaan yang bahkan orang dengan berpikiran jujur pun menolak untuk mempertimbangkan karena pertanyaan tersebut terdengar konyol dan manifestasi dari kevakuman. Ketika sebuah kebohongan terlalu besar, orang-orang yang serius  akan mencibirnya dengan senyuman.

Dengan hal itu, tampaknya rezim otokrat Mesir mengendus ancaman lain yang datang dari Gaza. Mereka ketakutan dengan prospek 80 juta penduduknya tertular penyakit kebebasan dari seberang perbatasan. Itu adalah alasan sebenarnya di balik kehebohan propaganda melawan Hamas, sebuah gerakan kebebasan yang telah memberikan arti baru pada kata "harga diri".

Menilik sekilas situasi di Mesir hari ini mengungkapkan sebuah negara yang bahkan tidak mampu mencukupi pangan rakyatnya. Sebuah negara yang setiap sektornya runtuh, termasuk industri dan agrikultur, semua karena tidak adanya pelayanan rakyat dalam agenda rezim yang strategi utamanya adalah mempertahankan kekuasaan.

Rezim ini telah berkolaborasi dengan Israel melawan penduduk Gaza. Bukankah mantan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni mendeklarasikan perang terhadap Gaza pada bulan Desember 2008 dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Abu Al Gheit?

Terlebih lagi, bukankah Mesir telah berusaha menyempurnakan kepungan Israel di Gaza dengan mencegah orang-orang Gaza mengakses makanan dan produk-produk konsumsi vital lainnya di sisi perbatasan Mesir?

Kebijakan berkhianat yang kini kebrutalannya dimanifestasikan dengan membangun tembok baja dengan bantuan Amerika dan Perancis dan mungkin juga dengan pengawasan di balik layar oleh Israel.

Dan kini rezim yang memalukan itu menginstruksikan medianya, bahkan ulama-ulamanya yang hipokrit, untuk memfitnah Hamas seolah-olah Hamas bertanggung jawab terhadap semua keburukan Mesir dan dosa rezim Mubarak.

Rezim Mesir telah menuduh para pemimpin Hamas hidup di menara gading sementara rakyat Palestina korban kejahatan Israel tinggal di dalam tenda-tenda.

Namun, siapa yang awalnya berkoalisi dengan Israel melawan Gaza? Siapa yang berkonspirasi dengan Israel untuk menutup Gaza dari barat sementara Israel melakukannya dari timur?

Di samping itu, para pemimpin Hamas selalu menjalani hidup sebagai martir yang tertunda, dengan satu kaki di luar kuburan dan satunya lagi di dalam.

Banyak dari mereka yang telah menjadi martir sementara lainnya kehilangan orang-orang tercinta yang gugur dalam pertempuran melawan teroris dan pembunuh Yahudi.

Ini tentu berbeda dengan putra Mubarak yang telah mencuri kekayaan Mesir, mengambil keuntungan dari kediktatoran ayahnya yang korup.

Sebenarnya, rezim Mesir, atau rezim tiran Arab lainnya, tidak memiliki posisi moral untuk menyerang atau menceramahi Hamas, sebuah gerakan yang tidak seperti rezim itu menolak untuk menyerah, bahkan ketika mereka berada di bibir jurang kematian. LIHAT VIDEO (rin/pic) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon