"Hizbullah membantah tuduhan dari majalah Der Spiegel," ujar departemen hubungan media Hizbullah dalam sebuah pernyataan.
"Hizbullah tidak terkejut dengan laporan palsu Der Spiegel itu karena selama beberapa waktu majalah tersebut selalu mempublikasikan kebohongan dan menyebarkan rumor palsu dalam sebuah upaya untuk merusak citra baik kelompok kami," bunyi pernyataan tersebut.
Hizbullah mengatakan bahwa Der Spiegel secara legal dan moral bertanggung jawab atas pernyataan palsu tersebut dan menyarankan penerbit serta editor majalah itu untuk tidak membiarkan rezim Zionis menggunakan publikasi mereka sebagai alat untuk menutupi kejahatan Israel di Libanon dan Palestina.
"Mereka seharusnya menjadi sebuah cermin yang memantulkan citra sebenarnya dan memperlihatkan penindasan terhadap bangsa Libanon dan Palestina serta kengerian pembantaian yang dilakukan oleh Israel," bunyi kesimpulan dalam pernyataan Hizbullah.
Pada hari Sabtu, Der Spiegel mengklaim bahwa penyelidik Jerman sedang menyelidiki dugaan penyelundupan kokain yang dilakukan Hizbullah di Eropa dan transfer keuntungan ke Libanon melalui bandara Frankfurt.
Sebuah artikel di majalah itu yang mengklaim kecurigaan awal bahwa Hizbullah mengumpulkan dana dengan menyelundupkan kokain muncul di bulan Mei 2008 ketika sekitar 8.7 juta euro uang tunai ditemukan di dalam bagasi empat pria Libanon di bandara Frankfurt.
Menurut laporan Der Spiegel, kepolisian Jerman menahan dua warga negara Libanon yang tinggal di Jerman bulan Oktober lalu setelah mereka mentrasfer sejumlah besar uang ke sebuah keluarga di Libanon dengan koneksi ke pemimpin Hizbullah, termasuk ke sekretaris jenderal kelompok Syiah tersebut, Hassan Nasrallah.
Polisi menggeledah apartemen kedua pria tersebut di Speyer, Jerman, dan menemukan setengah juta euro lainnya.
Majalah itu juga melaporkan bahwa kedua tersangka menjalani pelatihan di kamp Hizbullah. Keduanya membantah tuduhan terhadap mereka.
Artikel itu menambahkan bahwa terdapat kecurigaan anggota keluarga Hizbullah secara rutin memindahkan uang jutaan euro yang dikumpulkan dari perdagangan kokain di Eropa, melalui Frankfurt ke Beirut.
Beberapa tahun belakangan ini Israel menuduh Hizbullah melakukan perdagangan narkoba di sepanjang perbatasan Libanon-Israel.
Namun, Nasrallah membantah tuduhan Israel itu. Dalam pidatonya akhir November lalu, ia menuduh Israel berusaha memutarbalik secara politik apa yang dalam pandangannya hanya jual beli narkoba yang dilakukan oleh bandar narkoba Libanon bekerjasama dengan penjaga perbatasan Israel.
Kepolisian Israel mengatakan bahwa berdasarkan bukti yang dikumpulkan dari interogasi terhadap bandar-bandar yang tertangkap, tidak ada yang terjadi di perbatasan Libanon-Israel tanpa sepengetahuan Hizbullah. (rin/pv/es/hz) www.suaramedia.com
- Knesset Usulkan Pemecatan Biang Kerok Ekstrimis Israel
- Proyek Baru Kota Rawabi, Simbol Kebangkitan Palestina
- Duo AS - Israel Dalangi Ledakan Profesor Nuklir Iran
- "Israel Adalah Alat Barat Untuk Dominasi Timur Tengah"
- Israel Meminta Maaf Kepada Turki Atas Insiden Sofa














