Pada hari Kamis (21 Januari 2010), Kedutan Besar AS di Baghdad meluncurkan sebuah halaman yang dibuka dengan sebuah video hasil posting Duta Besar Christopher Hill. Dalam video sepanjang 13 menit itu, tampak Hill mengenakan baju kasual – kemeja putih dan kardigan biru. Ia duduk di sofa sambil berbicara, mengutarakan harapannya agar "para penggemar" terus mamantau berita di halaman milik kedutaan besar agar"para "penggemar" dapat belajar tentang masyarakat Amerika beserta kebudayannya.
Terdapat pernyataan bahwa para penggemar akan memperoleh news feed berupa acara-acara tertentu dan album foto. Para penggemar juga akan memperoleh audio dan klip video. Disamping itu, terdapat pojok berbahasa Inggris yang akan diperbaharui setiap minggu. Pojok itu akan memuat ungkapan-ungkapan Amerika, lengkap dengan petunjuk tata bahasa dan kosa kata.
Dalam video, Hill menyatakan bahwa wajah Amerika akan berubah di Irak. Tentara akan berganti dengan program berjangkauan luas dan pertukaran kebudayaan. "Militer akan berkurang, sipil akan bertambah," kata Hill. Ia menyinggung perihal penarikan pasukan AS dari Irak pada tanggal 31 Agustus mendatang. Pada akhir tahun 2011, seluruh pasukan AS akan ditarik dari negara tersebut.
"Jadi, inilah cara kami merangkul masyarakat, memhami permasalahan Irak, hal yang diperhatikan oleh orang Irak, dan kami berharap Anda semua akan mampu menjangkau kami dengan lebih baik," lanjut Hill.
"Kami sedang mencoba sesuatu yang baru," kata Hill. "Kami ingin merengkuh masyarakat Irak, khususnya generasi muda yang mengenal facebook dan tahu bagaimana cara kerjanya."
Hingga pukul 22.30 waktu setempat, lebih dari 840 orang melakukan sign up.
AS memang secara bertahap telah menggunakan media-media pertemanan di internet untuk menjangkau kelompok pemuda di seluruh dunia.
Mei tahun lalu, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat meluncurkan sebuah halaman pada jaringan online situs terbesar dunia, Facebook dan Twitter, sebuah peralatan perpesanan sosial gratis yang telah menjadi sebuah sensasi internet.
"Anak muda sekarang tidak melihat berita malam. Mereka berteman dan berbagi informasi melalui Twitter, atau Facebook," juru bicara Angkatan Bersenjata Lindy Kyzer mengatakan pada Agen Pres Perancis (AFP) pada kamis, 30 April.
"Jika kami tidak memiliki kehadiran dari ruang-ruang tersebut, maka kami tidak dapat menceritakan kisah Angkatan Bersenjata."
Kyzer mengatakan bahwa Divisi Media Sosial Online Angkatan Bersenjata diciptakan pada Maret dan halaman resmi Facebook diluncurkan minggu lalu.
Ia mencatat bahwa halaman Facebook, yang sekarang memiliki lebih dari 8.000 penggemar, memiliki peserta dari istri-istri tentara yang mencari saran dari keluarga militer yang lain, para pemuda menyiapkan diri untuk mendaftarkan diri dan para veteran mengirim doa-doa bagi para pasukan.
Jendral Ray Odierno, yang memerintah pasukan di Irak, memiliki sebuah halaman Facebook dengan lebih dari 5.000 teman.
Angkatan Udara juga telah meluncurkan layanan Twitter-nya.
Kyzer percaya bahwa sekali angkatan bersenjata membuka pesan baru ke dalam layanan Twitter, hal ini akan menarik perhatian lebih banyak penggemar dari pada bintang Hollywood Ashton Kutcher yang memiliki satu juta penonton pada layanan mikro-blogging di San Fransisco.
"Jika ia memiliki jutaan pengikut, kenapa kami tidak bisa? Kami adalah angkatan bersenjata Amerika Serikat."
"Upaya angkatan bersenjata tersebut berangkat dari sebuah awal yang lambat dengan sekitar 5.000 pengikut sejak peluncurannya tahun lalu.
Banyak yang menyalahkan bahwa pelarangan keamanan komputer Pentagon yang ditetapkan pada 2007, yang membatasi akses para tentara kepada jaringan situs tersebut.
Peraturan tersebut menghambat para tentara di zona perang, termasuk Irak atau Afghanistan, untuk mengakses Facebook atau Twitter pada jaringan komputer di pangkalan militer. (es/yh/kt) www.suaramedia.com














