Otoritas mengatakan bahwa penggalian ini tak hanya mengancam Masjid al-Aqsa, namun juga menyebabkan retakan di ratusan rumah Palestina dan real estate di sekitar Masjid, menambahkan bahwa semua penggalian terowongan di lingkungan Silwan adalah menuju Masjid al-Aqsa.
Kewenangan menunjuk terulangnya pembentukan 'goa' di banyak rumah dan jalan-jalan, yang terbaru terjadi di jalan Wadi Hilwa di lingkungan Silwan, dekat Masjid al-Aqsa.
Ini menegaskan bahwa di setiap larut malam, truk Israel besar datang ke situs penggalian untuk memuat batu dan kotoran dan kemudian membawanya ke Alizariya, tempat pembuangan di kota di sebelah timur Yerusalem.
Dalam konteks yang sama, pejabat senior Hamas dan anggota parlemen Dr Younis Al-Astal mengatakan pada Selasa, bahwa peningkatan pengendapan insiden di sekitar Masjid al-Aqsa menunjukkan bahwa penggalian terowongan yang dilakukan oleh Israel mencapai tingkat yang serius dan mengancam Masjid.
Dr Astal menekankan bahwa kegiatan penggalian dan yahudisasi di Yerusalem tidak akan mungkin terjadi tanpa kolusi dari Mahmoud Abbas dan otoritasnya dengan Israel terhadap perlawanan Palestina di Tepi Barat.
Juru bicara Hamas Hammad Al-Ruqub memperingatkan bahwa setiap kerugian yang diderita Masjid al-Aqsa akan berakibat serius terhadap Israel dan akan memicu intifadah besar baru.
Juru bicara Ruqub menggarisbawahi bahwa penggalian yang berkelanjutan dan besarnya terowongan yang didirikan oleh Israel di bawah Masjid al-Aqsa dan sekitarnya mengotentikasi peringatan yang dibuat oleh organisasi tersebut yang menindaklanjuti perkembangan di Yerusalem.
Dia juga mengatakan bahwa keputusan Israel untuk mengasingkan dan memenjarakan beberapa tokoh terkemuka pemimpin Palestina di Yerusalem dan tanah yang diduduki pada tahun 1948 yang mempertahankan Masjid al-Aqsa seperti Syeikh Salah Ra'ed dan Syekh Sabri Ekrema menandakan maksud yang buruk terhadap Masjid.
Para ahli telah lama memperingatkan tentang adanya skema dari kaum Zionis untuk menciptakan ulang sebuah gempa buatan yang dirancang untuk merobohkan Masjid al-Aqsa.
Para ahli menekankan bahwa Israel sudah mengungkapkan rencananya tersebut di televisi dan artikel surat kabar yang tidak terhitung jumlahnya mengenai penghancuran Al Aqsa dengan cara menciptakan gempa buatan.
Dalam rencananya, Israel akan menciptakan gempa buatan melalui penanaman bom di sebelah barat Negev, di sebuah laut di Eilat, kemudian orang-orang akan merasakan getaran dari ledakan tersebut, lalu para ilmuwan memberikan keterangan, sementara Israel menyatakan bahwa ada "gempa bumi" melanda daerah tersebut dan menyebabkan atap-atap bangunan menjadi runtuh.
Para ahli menambahkan: "Ada kemungkinan Israel mempergunakan jalur terowongan lebih banyak daripada menggunakan jet F-16 untuk menembus tembok suara masjid tersebut yang dihancurkan oleh serangan penjajahan, Israel sekarang meningkatkan pengalian dan pembangunan terowongan dibawah masjid Al Aqsa dengan tujuan utama yang sangat jahat, yaitu agar fondasi Al Aqsa menjadi rapuh dan setiap saat siap runtuh," Ditekankan bahwa gempa/getaran sekecil apapun akan sedikit menenggelamkan masjid.
Pada bulan Juli tahun lalu, pemerintah Israel telah menyerahkan kontrol atas wilayah Al-Quds (Yerusalem Timur yang diduduki) untuk kelompok-kelompok pemukim ekstremis Yahudi.
"Itu dilakukan tanpa pemberitahuan, sebagai sebuah pelanggaran peraturan yang parah, yang bukanlah ciri sebuah pemerintahan yang baik dan dalam beberapa kasus yang melanggar hukum," kelompok Israel, Ir Amim, mengatakan dalam sebuah laporan yang dikutip oleh Agence France Presse (AFP) pada hari Kamis, 23 Juli.
Mereka mencantumkan pelanggaran yang telah dilakukan oleh pemerintah Israel selama lebih dari 20 tahun dalam membantu Elad, sebuah grup garis keras pemukim Yahudi, untuk mendapatkan lebih banyak tanah di Al-Quds, terutama di lingkungan Arab, Silwan.
"Silwan adalah batu loncatan untuk sebuah proses yang sistematis yang tujuannya adalah untuk mendapatkan kontrol dari wilayah Palestina yang berada di sekitar Kota Lama, memotong Kota Lama dari daerah perkotaan yang membentuk Yerusalem Timur dan untuk menyambung ke blok pemukiman Yahudi."
Silwan, yang berada di sebelah Kota Lama Al-Quds, adalah rumah bagi lebih dari 10.000 warga Palestina. (iw/abna/sm) www.suaramedia.com














