TRIPOL
I (Berita SuaraMedia) – Presiden Syria dan pemimpin Libya melakukan pertemuan menjelang diselenggarakannya KTT Arab, pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas mengenai pengurungan terhadap Jalur Gaza dan juga sikap Israel yang menjadi rintangan bagi proses perdamaian.Pada hari Minggu siang, Presiden Syria Bashar al-Assad bertemu dengan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi. Kantor berita resmi SANA dari Syria melaporkan bahwa dalam pertemuan itu, kedua tokoh tersebut menekankan mengenai pentingnya mengatasi perbedaan negara-negara Arab demi kepentingan bersama.
"Tantangan yang dihadapi negara-negara Arab, khususnya blokade penjajah Israel yang menekan rakyat Palestina di Jalur Gaza, serta rintangan yang diletakkan Israel agar perdamaian di kawasan Timur Tengah tidak tercapai. Kedua tokoh tersebut menekankan pentingnya negara-negara Arab untuk mengatasi perbedaan dan saling bahu membahu.
"KTT Arab yang akan datang harus dipungkasi dengan hasil nyata yang akan mewakili kepentingan Arab dan mewadahi aspirasi bangsa Arab," kata keduanya.
Pertemuan antara al-Assad dan Gaddafi digelar pada saat KTT Arab tengah memasuki tahap persiapan. KTT tersebut sedianya akan dilaksanakan di ibukot Libya pada bulan Maret mendatang.
Menurut kantor berita Syria tersebut, al-Assad dan Gaddafi membahas mengenai keadaan di wilayah Palestina terjajah, serta konfik antara kedua fraksi utama Palestina. "Mereka sepakat bahwa rekonsiliasi internal Palestina memang diperlukan, hal itu akan membantu mendukung posisi Arab dalam menghadapi tindakan-tindakan keji Israel terhadap rakyat Palestina."
Al-Assad dan Gaddafi juga sepakat untuk saling bekerjasama dalam berbagai isu dan memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik. Keduanya setuju untuk membentuk sebuah dewan strategis gabungan yang bertugas untuk mempromosikan hubungan bilateral antara Libya dan Syria dalam berbagai bidang. Perkembangan regional dan internasional terbaru juga dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Syria, Walid al-Moallem, penasihat politik presiden Syria, Bouthaina Shaaban dan juga duta besar Syria untuk Libya.
Dari Libya, yang hadir adalah anggota Dewan Komando Revolusioner Libya, Mayor Jenderal Mustafa Mohammed al-Kharroubi, serta sekretaris Komite Rakyat Libya untuk hubungan luar negeri, Mousa Kusa.
Beberapa saat kemudian, Kolonel Gaddafi menggelar jamuan makan malam untuk menghormati Presiden al-Assad. Acara jamuan tersebut dihadiri oleh orang-orang yang turut serta dalam delegasi kedua negara.
Sebelumnya, Presiden al-Assad tiba di Tripoli untuk melakukan kunjungan kerja singkat di Libya.
Bulan September tahun lalu, Muammar Gaddafi mengatakkan bahwa sebagian besar kerusuhan di Afrika disebabkan oleh campur tangan asing. Dan secara tegas dia menunjuk negara Israel.
"Israel berada di balik semua konflik yang terjadi di Afrika," ungkap Gaddafi di hadapan 30 pemimpin Afrika yang berkumpul dalam sebuah gedung di bandara Tripoli.
"Sebagai saudara sesama bangsa Afrika, kita harus bergabung dan menemukan solusi terbaik untuk menghentikan campur tangan negara-negara kuat yang mencoba membajak wilayah kita," tambahnya. (dn/yn/sn) www.suaramedia.com














