Maariv, salah satu surat kabar dengan oplah penjualan tertinggi di Israel, memberitakan bahwa Sara Netanyahu telah memecat seorang tukang kebun berusia 70 tahun yang dipekerjakan di rumah dinas suaminya.
Sara Netanyahu mendapatkan sorotan tajam dari berbagai media Israel karena dugaan perlakuan buruk terhadap para karyawannya.
Ia mengatakan bahwa artikel tersebut sama sekali tidak mengandung kebenaran, istri Netanyahu tersebut bersikeras bahwa surat kabar tersebut hanya bertujuan untuk mempermalukan dirinya.
Sara Netanyahu mengklaim ganti rugi sebesar $270.000 dan menuntut permintaan maaf serta koreksi terhadap sebuah artikel yang menuding dirinya telah memecat seorang tukang kebun berusia 70 tahun di rumah dinas sang perdana menteri.
Ia mengatakan bahwa reporter Ben Caspit tidak pernah mendatangi dirinya untuk mendapatkan tanggapan, ia juga menyebutkan bahwa surat kabar tersebut berusaha mempermalukan dirinya dan mengesankan bahwa ia adalah seorang wanita tidak sensitif yang suka menyiksa orang lemah, kejam terhadap seorang tukang kebun tua dan memecatnya tanpa alasan.
Tuntutan hukum baru tersebut memantik reaksi keras dari kalangan media, Maariv dan Yedioth Ahronoth memasang tajuk utama besar yang berisi kritikan terhadap suami istri Netanyahu. Kedua harian tersebut terlibat perang sirkulasi dengan "Yisrael Hayom", sebuah surat kabar yang dibagi-baikan secara gratis dan mempelihatkan dukungan kuat terhadap Netanyahu.
Sara Netanyahu, seorang mantan pramugari yang kini menjadi seorang psikolog, memang sudah menjadi sorotan dari berbagai media.
Satu minggu sebelumnya, seorang mantan pembantu rumah tangga Netanyahu menuntut Sara karena perlakuan kasar yang diterimanya.
Surat kabar Yedioth Ahronoth mengabarkan bahwa mantan pembantu Netanyahu, Lilian Peretz, menuntut Sara Netanyahu karena telah mempermalukan dirinya. Menurut tuntutan hukum tersebut, istri Netanyahu telah menganiaya pembantunya, membayar sang pembantu dengan upah dibawah standard minimum, dan seringkali meneriaki sang pembantu.
Lilian Peretz, 44, mengklaim bahwa dirinya dibayar dibawah upah minimum dan juga dipaksa untuk bekerja pada hari Sabbath, hari istirahat yang dianggap sakral oleh kaum Yahudi.
Asaf Saraf, pengacara Lilian, membenarkan detail kasus tersebut kepada surat kabar Yedioth Ahronoth.
Saraf mengatakan bahwa hubungan dengan Netanyahu dipenuhi oleh atmosfir yang penuh kekerasan dan penghinaan.
Istri Netanyahu tersebut juga menghadapi tuntutan yang serupa dari pembantu rumah tangganya lebih dari 10 tahun yang lalu, ketika Benjamin Netanyahu pertama kali menjabat sebagai Perdana Menteri.
Sara dan Benjamin Netanyahu sama-sama bersikeras membantah tudingan-tudingan tersebut.
Media Israel juga melaporkan dugaan bahwa istri Netanyahu tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap segala keputusan yang dikeluarkan suaminya, khususnya mengenai siapa saja yang dipekerjakan di kantor perdana menteri.
Pekan lalu, Netanyahu mengatakan kepada para wartawan Israel untuk mengarahkan kritikan terhadap dirinya dan tidak mengusik istri dan anak-anaknya. (dn/bc/id) www.suaramedia.com
- Dr. Agha Bongkar Tujuan Israel Di Balik Banjir Gaza
- Kebijakan Dokter Bersenjata Bawa Perselisihan Irak
- Kritik Invasi Israel Di Gaza, Turki Dituding Anti-Semit
- Tambal Tembok Ortodoks, Rabbi Boikot Situs Internet Sendiri
- Standar Ganda Kebijakan AS Geramkan Pejabat Aljazair














