Jeff Gafni selalu bermimpi dan menginginkan Yuval, putranya, akan mengikuti jejaknya. Penerjun payung tersebut turut berperang bersama tentara Israel sepanjang hidupnya. Tahun lalu, putranya turut bergabung dengan dirinya di medan tempur Gaza. Namun keduanya sama-sama yakin bahwa agresi Gaza tersebut bukan untuk yang terakhir kalinya.
"Tidak perlu ilmu sihir untuk menyelesaikannya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah melalui cara yang sama seperti yang mereka lakukan terakhir kalinya, mungkin lebih dalam, dan hal itu berarti ada lebih banyak korban dari kedua kubu, dan mungkin waktu yang diperlukan lebih panjang," kata Jeff Garni.
Carl adalah seorang blogger profesional yang mendedikasikan tulisan-tulisannya untuk menyerukan kepada Israel agar kembali menyerang Gaza.
"Menurut saya, di luar Israel ada banyak orang yang tidak menyadari betapa tidak memuaskannya akhir dari perang tahun lalu. Perang itu dihentikan secara mendadak dan diakhiri terlalu awal. Ada sejumlah cerita yang beredar di sini pada bulan Januari tahun lalu, intinya pemerintahan Obama meminta (agresi Gaza) diakhiri sebelum upacara inaugurasi," kata Carl.
Enam puluh tujuh persen warga Israel setuju ketika dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat analisis tinjauan media independen, mereka ditanya mengenai apa yang sebaiknya dilakukan Israel terhadap terowongan bawah tanah antara Gaza dan Mesir yang terus bertambah. Sebagian besar responden mengatakan bahwa Israel harus kembali menyerang, mereka mengkritik pemerintah Israel karena masih belum juga melakukannya.
"Di Israel, kami memiliki kebijakan yang membiarkan Hamas menjalankan pabrik-pabrik mereka, mengirimkan barang-barang ke Gaza, mempersiapkan perlengkapan yang dapat menjangkau Tel Aviv dan terus melanjutkan upaya-upaya ini," kata Dr Aaron Lerner dari Independent Media. "Dengan pasukan yang dilatih oleh Iran, yang menjadi pertanyaan adalah – apakah ini merupakan kebijakan yang pantas?"
Ada banyak warga Israel yang menginginkan penghancuran terowongan-terowongan menuju Gaza, yang menjadi satu-satunya penghubung rakyat Palestina terhadap dunia luar. Karena pengurungan yang dilakukan Israel, satu-satunya cara bagi warga Gaza untuk mendapatkan suplai penghidupan hanyalah melalui jaringan terowongan.
"Ada sekitar 3.900 tempat produksi dan pabrik di Gaza, dan 95 persennya tidak lagi beroperasi. Hal itu terjadi karena blokade, berbagai kesulitan di pos pemeriksaan Israel dan perang brutal yang terjadi. Padahal usaha-usaha tersebut memberikan lapangan kerja bagi 35.000 orang pekerja. Di sini, segala sesuatunya bergantung dari pekerjaan. Tempat-tempat produksi tersebut menghasilkan barang ekspor, tapi sekarang kami tidak lagi mengekspor dan mendatangkan barang," kata Omar Al Ejja, Presiden Federasi Industri Aluminium Palestina.
Pekan lalu, Israel menyerahkan laporan setebal 46 halaman kepada PBB. Israel mengklaim bahwa pasukannya telah mengikuti aturan hukum internasional pada serangan mematikan musim dingin lalu. Akan tetapi, sebuah tim pencari fakta PBB justru menyatakan yang sebaliknya. Tim PBB tersebut menyatakan bahwa Israel menyerang target sipil, seperti pabrik di Gaza, karena ditemukan sisa-sisa bom pesawat di lokasi yang bersangkutan.
Inna Michaeli dari Koalisi Wanita Israel untuk Perdamaian, mengatakan bahwa komunitas internasional harus menekan Israel.
"Selama Israel tidak mendapat tekanan dari komunitas internaional dan tidak mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah, tentu saja akan lahir perang yang baru."
Israel dan juga Hamas memiliki waktu hingga hari Jumat untuk menyerahkan hasil penemuan kepada penyelidik independen mengenai tindakan masing-masing dalam perang Gaza dan melaporkannya kemballi kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Jika hal itu tidak dilakukan, maka sanksi kejahatan perang sudah mengintai. Namun sebelum hal itu terjadi, tampaknya Ban Ki-moon akan segera dihadapkan dengan konflik baru. (dn/rt) www.suaramedia.com
- Iran: Rudal Teluk, Trik Baru AS Rampok Kekayaan Negara
- Terlibat Kasus Mossad Di Dubai, Netanyahu Dihantui Hukuman
- Larangan Studi Nuklir Untuk Iran Pecah Belah Suara Belanda
- Syiria: Israel Seret Timur Tengah Dalam Peperangan
- Perangi Terorisme, Kementerian Arab Saudi Malah Dihujat














