"Kami menyesalkan serangan yang mungkin telah menewaskan warga sipil Israel," kata Hamas dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada PBB, sebagaimana dikutip oleh Reuters.
Tiga orang penduduk sipil Israel tewas karena serangan roket Hamas ketika Israel menyerang Jalur Gaza tahun lalu.
Gerakan Islam tersebut mengatakan bahwa roket-roket buatan sendiri tersebut, yang memiliki akurasi kurang sempurna, ditujukan kepada sasaran militer Israel.
"Harus dicatat bahwa gerakan perlawanan Palestina bukanlah tentara terorganisir yang memiliki senjata berteknologi canggih," kata Hamas, yang mendirikan komite khusus pemeriksaan kejahatan perang untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang PBB terhadap perang Gaza tahun lalu.
"(Tembakan roket) itu mungkin saja mengenai markas militer atau tank, namun arah tembakannya meleset dan mengenai lokasi sipil, meski telah ada upaya untuk menghindarkan jatuhnya korban sipil."
Hampir 1.400 orang warga Palestina, kebanyakan merupakan warga sipil, yang tewas terbantai dalam serangan darat, laut dan udara yang dilakcarkan Israel selama tiga minggu.
Serangan tersebut juga meluluhlantakkan instrastruktur Gaza yang pada penduduk, membuat 20.000 unit rumah dan bangunan lainnya menjadi puing.
Mantan penyelidik PBB, Richard Goldstone, dalam laporannya mengatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresi Gaza.
Laporan Gorldsone menyerukan kepada semua pihak yang terlibat – baik dari Israel maupun Palestina – untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kemungkinan kejahatan perang dalam agresi Gaza.
Masing-masing pihak telah menyampaikan laporan kepada PBB dalam beberapa hari terakhir. Masing-masing mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan investigasi yang layak.
Dalam sebuah pesan yang disampaikan di hadapan Majelis Umum PBB pada hari Kamis lalu, Sekretaris Jenderal PB, Ban Ki-moon, tidak menilai apakah masing-masing pihak telah memenuhi rekomendasi Goldstone.
Hamas mengatakan bahwa serangan tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap Palestina menjadi penyebab utama kematian penduduk sipil di kedua kubu.
"Kami harap masyarakat sipil Israel mengerti bahwa serangan tanpa henti yang dilakukan pemerintah mereka terhadap kami menjadi penyebab utama (kematian warga sipil)."
Militer Israel seringkali meluncurkan serangan darat dan udara ke Gaza dengan dalih untuk menghentikan plot-plot serangan.
Israel telah mengurung Jalur Gaza sejak gerakan Hamas memenangkan pemilihan umum Palestina pada tahun 2006.
Israel kemudian semakin memperketat cekikan terhadap Gaza setelah Hamas mengambil alih kekuasaan di wilayah tersebut pada tahun 2007. Israel melarang masuknya bahan bakar dan makanan.
Hamas mempergunakan roket Qassam buatan sendiri untuk melawan serangan Israel di tanah Palestina terjajah.
Pasca mengambil alih kendali Gaza pada tahun 2007, Hamas melarang adanya tembakan roket ke arah Israel.
Diaa al-Madhoun, seorang hakim Palestina yang turut ambil bagian dalam penyusunan laporan Hamas, mengatakan bahwa langkah yang diambil gerakan Hamas telah menegaskan komitmen gerakan tersebut terhadap hukum internasional.
"Agama yang kami anut mengajarkan kami untuk tidak menarget warga sipil, wanita, anak-anak dan orang lanjut usia, yang tidak turut melakukan agresi terhadap kami." (dn/io) www.suaramedia.com
- Polisi Israel Obrak-Abrik Kamp Pengungsi Palestina
- Perintah Produksi Nuklir Tingkat Tinggi Iran Geramkan Barat
- Kunjungi Rusia, Netanyahu Kumpulkan Dukungan Anti-Iran
- Raja Abdullah: Kredibilitas AS Perlu Dipertanyakan
- Bantu HAM Israel, Kelompok Filantropi AS Menuai Hujatan Yahudi















