Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Kunjungi Rusia, Netanyahu Kumpulkan Dukungan Anti-Iran

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Moskow untuk membujuk Kremlin agar bersedia mendukung dijatuhkannya sanksi yang lebih keras terhadap Iran. Rencana Netanyahu tersebut terungkap berselang tidak seberapa lama sejak Israel dilaporkan mengirimkan dua buah kapal perang ke Teluk Persia.

Lawatan selama tiga hari, yang penyusunan rencananya dirumuskan pada pekan lalu, tersebut dilakukan untuk memfasilitasi upaya-upaya Netanyahu dalam meyakinkan para pejabat pemerintahan Rusia agar bersedia bergabung dengan kampanye yang dipimpin Barat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran, sehubungan dengan aktivitas pengayaan uranium yang dilakukan negara tersebut.

Rencana tersebut juga menunjukkan tanda-tanda ketidaksabaran Barat karena Iran dianggap terus mengulur-ulur waktu.

Seorang pejabat pemerintahan Israel yang tidak bersedia namanya disebutkan, mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Netanyahu akan kesulitan untuk membujuk Rusia. Rusia turut membantu Iran membangun reaktor nuklir di sebelah selatan Bushehr dan sejauh ini tampaknya enggan menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Kunjungan kali ini akan menjadi kunjungan resmi pertama Netanyahu ke Moskow dalam kapasitas sebagai Perdana Menteri. Sebelumnya, pada bulan September tahun lalu, Netanyahu sempat "menghilang", belakangan diketahui bahwa perdana menteri Israel tersebut tengah melakukan kunjungan rahasia ke Rusia dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pada hari Minggu lalu, Menteri Pertahanan AS, Robert Gates menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Teheran agar bersedia membatalkan program nuklirnya.

Pada hari yang sama, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memerintahkan badan atomnya untuk memperkaya cadangan uranium Iran. Namun, Ahmadinejad tetap bersikeras bahwa negaranya tetap bersedia menjalankan rencana PBB untuk mengekspor uraniumnya ke negara lain guna diproses lebih lanjut.

Para pejabat Israel mengatakan bahwa selama berbulan-bulan lamanya mereka telah memperingatkan bahwa ketika "situasi genting" untuk mengambil keputusan mengenai sanksi tambahan sudah semakin mendekat, maka Iran akan "memainkan berbagai bentuk permainan."

Iran berkeinginan untuk memperkaya cadangan uraniumnya menjadi 20 persen, naik dari angka 3,5 persen, untuk menggerakkan reaktor penelitian dan menghasilkan isotop medis. Namun komunitas internasional mendesak penundaan aktivitas pengayaan uranium, karena proses yang serupa juga dapat dipergunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Berpidato di hadapan kamera televisi pemerintah, Presiden Ahmadinejad mengatakan, "Insya Allah, pengayaan 20 persen akan segera dimulai." Ahmadinejad kemudian menoleh ke arah kepala badan atom Iran, Ali Akbar Salehi, dan mengatakan, "segera mulai (pengayaan uranium) 20%."

Namun, pada saat yang sama, Presiden Iran tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan terhadap opsi pertukaran yang ditawarkan IAEA.

Pada hari Minggu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan kembali bahwa kehancuran Israel sudah dipastikan. "Israel akan menuju jurang kehancuran, dan atas seizin Tuhan maka kemusnahan Israel sudah pasti."

Kunjungan Netanyahu tersebut direncanakan di tengah pemberitaan media yang menyebutkan mengenai dua buah kapal perang Israel yang melintasi Terusan Suez dan diperkirakan akan mencapai perairan selatan Iran di Teluk Persia empat hari ke depan.

Sejumlah sumber maritim Mesir membocorkan rincian kejadian tersebut kepada harian Yedioth Ahronot pada hari Sabtu lalu. Mereka mengatakan bahwa Kairo telah melakukan pengamanan ketat guna memastikan keselamatan kapal Israel dalam melewati Terusan Suez.

Tel Aviv, yang kabarnya memiliki cadangan 200 hulu ledak nuklir, menuding Iran berniat mengembangkan senjata nuklir. Israel juga tak pernah bosan mengancam untuk menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran.

Tidak seperti Israel, Iran menjadi anggota Kesepakatan Non-Proliferasi Nuklir PBB dan membuka fasilitas pengayaan uraniumnya kepada para inspektur PBB.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Badan Intelijen Kelautan AS (ONI) pada bulan Desember, dikonfirmasikan bahwa jika Israel memutuskan untuk mengebom situs nuklir Iran, maka kemampuan angkatan laut Iran telah mencapai titik dimana negara tersebut mampu menyegel Selat Hormuz, yang menjadi tempat melintasnya hampir 40 persen pasokan minyak dunia.

"Mengingat pentingnya peranan selat tersebut, maka menutup arus lalu lintas kapal, atau bahkan sekedar rencana untuk melakukan hal tersebut dapat menjadi alat yang efektif bagi Iran," demikian isi laporan intelijen tersebut.

"Ekonomi dunia akan mengalami dampak serius jika sampai Selat Hormuz ditutup. Hal itu dikarenakan suplai minyak mentah, minyak tanah dan gas alam cair akan banyak berkurang," demikian kata ONI. (dn/pv/jp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon