"Sekarang Dr. Ali Akbar Salehi mulai membuat bahan bakar 20% dengan sentrifugal," ujar Ahmadinejad kepada ketua IAEA dalam sebuah pameran siaran teknologi laser pada televisi pemerintah.
Pemimpin Iran itu menyalahkan Barat atas buntunya kesepakatan bahan bakar nuklir.
"Kami telah memberitahu mereka (Barat) untuk datang dan melakukan pertukaran, meskipun kami sendiri dapat memproduksi 20% bahan bakar yang diperkaya," ujarnya.
"Kami memberi mereka waktu dua hingga tiga bulan untuk kesepakatan itu. Mereka memulai permainan baru."
Bulan Oktober lalu, IAEA mengusulkan sebuah kesepakatan di mana Iran akan mengirim 70% uranium diperkaya rendah miliknya ke Rusia dan Perancis sebagai ganti bahan bakar yang diperkaya lebih tinggi untuk memproduksi isotop medis.
Kelompok P5+1 yang terdiri atas AS, Rusia, China, Inggris, dan Perancis plus Jerman ini telah menetapkan tanggal 31 Desember sebagai batas waktu bagi Teheran untuk menerima proposal itu.
Teheran bersikukuh bahwa pertukaran uranium harus dilakukan dalam beberapa tahap, memberi Barat waktu hingga akhir Januari untuk menerima usulan itu.
Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, mengatakan pada hari Jumat bahwa sebuah kesepakatan final atas pengayaan nuklir adalah mungkin.
Namun, Ahmadinejad meninggalkan pintunya terbuka bagi negosiasi dengan Barat untuk mencapai sebuah kesepakatan atas pengayaan nuklir.
"Jika mereka datang dan berkata, Kami akan menukarnya tanpa syarat, maka kami pun akan menukar," ujar Ahmadinejad.
"Jika mereka mengatakan akan bekerjasama terkait reaktor dan obat-obatan itu, kami akan mengatakan Baiklah, kami akan bekerjasama."
Barat menuduh Teheran mengembangkan program senjata nuklir rahasia.
Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk membangkitkan listik untuk memenuhi peningkatan konsumsi lokal.
Langkah Iran itu telah memicu kemarahan Barat, di tengah seruan untuk sebuah aksi menentang Republik Islam itu.
"Jika komunitas internasional bersatu dan menekan pemerintahan Iran, saya yakin masih ada waktu bagi sanksi dan tekanan agar berhasil," ujar Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, dalam sebuah konferensi pers di Italia.
"Kita semua harus bekerjasama."
Gates mengatakan bahwa aksi Iran itu sangat mengecewakan, terlepas dari upaya Barat untuk terlibat dengan Teheran.
"Tidak ada yang berusaha lebih sungguh-sungguh untuk menjangkau dan terlibat dengan Iran daripada Presiden Barack Obama."
"Komunitas internasional telah menawarkan berbagai kesempatan pada pemerintah Iran untuk memberikan jaminan atas niatnya. Hasilnya sangat mengecewakan," ujarnya.
Pemerintah Inggris juga mengecam langkah Iran.
"Laporan bahwa Iran berencana memperkaya beberapa bahan bakarnya ke level 20% jelas merupakan persoalan serius," ujar juru bicara Dinas Luar Negeri.
"Ini akan menjadi pelanggaran yang disengaja terhadap UNDCRs (Resolusi Dewan Keamanan PBB)."
Barat berusaha mengadakan putaran keempat sanksi PBB untuk Iran atas program nuklirnya.
"Mungkin sanksi PBB perlu diterapkan di beberapa tempat. Kami perlu mempertimbangkan dengan sangat hati-hati dampak dari opsi yang akan kami ambil," ujar Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg. (rin/io) www.suaramedia.com















