Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Cadangan Air Syiria Jadi Bisnis Impor Baru Israel - AS

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Ayoub Kara, Deputi Menteri Perkembangan Regional Israel bertemu dengan duta besar AS untuk Israel, James Cunningham. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai dimulainya kontak tidak langsung dengan Syiria untuk mengimpor air dan digunakan untuk kepentingan agrikultur di Dataran Tinggi Golan terjajah dan juga desa Ghajar.

Dalam pertemuan tersebut, Kara meminta Cunninham untuk menelusuri kemungkinan pengiriman delegasi pengimpor air untuk Dataran Tinggi Golan ke Syiria.

Kara mengatakan bahwa keberadaan air amat penting untuk pertanian di Dataran Tinggi Golan. Kara mendapatkan otorisasi dari Menteri Pertanian Israel Simhon untuk mendalami permasalahan tersebut.

Duta besar Cunningham mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh langkah tersebut, yang berpeluang memperbaiki hubungan antara Israel dan Syiria, dia juga berjanji akan melibatkan diplomat Syiria dalam permasalahan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Israel, Kara menyebutkan bahwa perkembangan hubungan ekonomi antara Israel dan Syiria akan menciptakan atmosfir yang lebih baik dalam negosiasi damai antara kedua neegara.

Kara mengatakan: "Empat orang perwakilan Israel yang berada di kawasan tersebut menunggu persetujuan final sebelum bertolak ke Syiria dan mempelajari kemungkinan diterapkannya inisiatif tersebut."

Dia menambahkan, "Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui langkah tersebut, Israel dan Syiria akan diperantarai oleh negara-negara Internasional."

Kara mengatakan bahwa ada rencana untuk membuka secara permanen perbatasan Kenitra untuk mmemungkinkan warga Arab di Israel maupun Syiria untuk saling menjenguk kerabat masing-masing.

Danny Ayalon, Deputi Menteri Luar Negeri Israel, mengatakan jika kesepakatan tersebut dapat dirampungkan, maka sebagai gantinya Israel tidak akan menyerang Syiria.

Ayalon menambahkan bahwa Iran akan diuntungkan jika Israel mengalami konfrontasi dengan Syiria, demikian halnya dengan Hizbullah. Namun, Ayalon mengatakan bahwa Israel tidak akan jatuh ke dalam perangkap Teheran.

Ayalon menuding Iran telah sengaja memanaskan situasi di perbatasan utara untuk mengalihkan perhatian komunitas internasional dari program nuklirnya.

Awal bulan ini, Ayalon mengatakan bahwa setelah Iran mendapatkan sanksi dari komunitas internasional berkenaan dengan program nuklirnya, maka akan ada perubahan rezim di Iran.

"Rezim yang berkuasa di Iran saat ini belum tentu akan tetap berkuasa selama satu tahun," kata Ayalon daam sesi tanya jawab dengan wartawan di Tel Aviv.

"Dunia bersatu menentang program nuklir Iran, dan dalam waktu satu bulan, sanksi Dewan Keamanan PBB akan dijatuhkan," kata Ayalon. "Ada kesepakatan yang terjalin di Washington, Moskow dan Beijing. Intinya menyebutkan bahwa keberadaan nuklir Iran akan menghancurkan tatanan dunia."

Sebelumnya, Iran memperingatkan bahwa Barat hanya memiliki waktu hingga akhir bulan untuk menerima proposal balasan Iran terhadap draf rencana PBB mengenai pertukaran nuklir, karena jika tidak, Iran akan memulai produksi nuklirnya sendiri.

Ayalon juga membahas upaya yang dilakukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memulai kembali pembicaraan damai dengan Palestina. "Palestina harus sadar bahwa mereka semakin kehabisan waktu," kata Ayalon sebagaimana dikutip oleh Channel 10. (dn/im/yn/hz) www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon