Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Saad Hariri: Ancaman Israel Bukan Sekedar Ancaman

E-mail Cetak PDF

BEIRUT (Berita SuaraMedia) – Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, mengungkapkan kekhawatiran mengenai ancaman Israel dan semakin meningkatnya aktivitas militer Zionis dalam sebuah wawancara dengan BBC yang ditayangkan pada hari Rabu.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat Israel memperingatkan bahwa jika sampai gerakan Hizbullah di Libanon menyerang Israel, maka Israel akan melakukan serangan balasan yang keras. Israel juga terlibat perang kata-kata dengan pemimpin Syiria.

"Dari hari ke hari, kami sudah mendengar banyak ancaman Israel. Dan itu bukan sekedar ancaman," kata Hariri kepada BBC.

"Kami sudah melihat sendiri apa yang terjadi terhadap wilayah darat dan udara kami, serta apa yang terjadi setiap saat dalam dua bulan terakhir. Setiap hari ada pesawat Israel yang melanggar wilayah udara Libanon."

"Frekuensi kejadian-kejadian semacam itu terus meningkat, dan hal itu sangat berbahaya," kata sang perdana menteri.

"Tapi, tidak akan ada perpercahan di Libanon. Kami akan bangkit dan melawan Israel. Kami akan melakukan perlawanan bersama dengan segenap rakyat."

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencoba meredakan ketegangan pada hari Minggu. Netanyahu mengatakan bahwa Israel ingin berdamai dengan negara-negara tetangganya. Namun, pada pekan lalu ia kembali memanaskan suasana dengan menuding pemerintah Libanon membiarkan Hizbullah menyelundupkan senjata ke Libanon dan melanggar resolusi PBB yang mengakhiri perang Libanon tahun 2006.

Presiden Syiria, Bashar al-Assad pada hari Minggu lalu mengatakan bahwa negaranya akan mendukung penuh Libanon jika sampai negara Zionis Israel meluncurkan perang baru terhadap Libanon.

"Syiria akan bahu membahu dengan pemerintah dan segenap rakyat Libanon untuk menghadapi kemungkinan agresi Israel terhadap Libanon," kata Assad pada hari Minggu lalu dalam sebuah pertemuan dengan juru bicara Parlemen Libanon, Nabih Berri, yang datang berkunjung ke Damaskus, sebagaimana dilansir oleh AFP.

Pertengahan Januari lalu, perdana menteri Turki dan Libanon sama-sama mengecam pelanggaran wilayah udara Libanon dan serangan udara di Gaza, keduanya memperingatkan bahwa hal tersebut mengancam prospek tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Serangan terhadap Libanon adalah sebuah bentuk terorisme. Kami harus saling bahu membahu untuk menghalau rencana-rencana musuh. Kami harus menghentikan Israel," kata Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, yang datang berkunjung ke Ankara, dalam sebuah konferensi pers.

Erdogan mengatakan bahwa Israel telah mengabaikan dan melanggar sekitar 100 resolusi PBB, termasuk diantaranya resolusi 1701 yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB, yang mengakhiri perang tahun 2006 antara Israel dan Libanon, dan merongrong kredibilitas PBB.

Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, yang negaranya sempat memiliki hubungan harmonis dengan Israel namun mengalami ketegangan tahun lalu, mengatakan bahwa Turki tidak akan tinggal diam melihat pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap wilayah udara Libanon.

Erdogan mengecam pelanggaran wilayah udara tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah tindakan yang tidak dapat diterima dan mengancam perdamaian dunia.

"Apakah pemerintah Israel ingin berdamai? Kemarin, Gaza kembali dibom. Mengapa? Padahal tidak ada tembakan roket," kata Erdogan.

"Mereka (Israel) memiliki kemampuan dan kekuatan yang tidak berimbang (dengan Palestina) dan mereka memanfaatkan hal itu. Mereka tidak mengindahkan resolusi PBB. Mereka mengatakan bahwa mereka akan melakukan apapun yang mereka suka. Kami tidak akan menyetujui sikap semacam itu," katanya. (dn/dn/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon