Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Pemerintah Yaman – pemberontak Syiah Dekati Kesepakatan

E-mail Cetak PDF

SANA (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Yaman mengatakan bahwa kelompok pemberontak Syiah al-Houthi telah menerima enam persyaratan yang diajukan oleh pemerintah Yaman dan hampir mencapai kesepakatan.

Seorang pejabat pemerintah Yaman mengungkapkan hal tersebut setelah selama enam bulan terlibat dalam pertempuran sengit dengan kelompok pemberontak tersebut.

"Sudah hampir tercapai kesepakatan antara pemerintah dan (pemberontak) Houthi untuk mengakhiri perang," kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa perkembangan terbaru tersebut terjadi ketika pemimpin gerakan pemberontak tersebut, Abdul Malak al-Houthi, menerima enam persyaratan yang diajukan oleh pemerintah Yaman. Di dalam kesepakatan tersebut, dimasukkan juga syarat agar pemberontak Houthi tidak menyerang negara tetangga Yaman, Arab Saudi.

Seorang mediator yang dekat dengan Houthi mengatakan bahwa pimpinan pemberontak tersebut telah menyetujui permintaan pemerintah untuk menarik diri dari perbatasan (dengan Arab Saudi) dan menyerahkan wilayah tersebut kepada tentara Yaman."

Dia juga mengatakan bahwa para pemberontak akan menyingkirkan blokade jalan, mengosongkan bangunan-bangunan milik negara dan menyerahkan tawanan berkewarganegaraan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman.

Pada hari Sabtu lalu, pemerintah menetapkan batasan waktu kepada kelompok pemberontak agar segera memenuhi persyaratan untuk melakukan gencatan senjata, menghentikan konflik di kawasan pegunungan utara Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pertempuran pecah di kawasan tersebut setelah militer Yaman meluncurkan serangan habis-habisan pada bulan Agustus tahun lalu.

Pada penghujung bulan lalu, kelompok pemberontak tersebut awalnya hanya menawarkan untuk menerima lima persyaratan pemerintah agar gencatan senjata bisa dilakukan.

Kelima syarat tersebut adalah: Penarikan diri dari bangunan milik negara, pembukaan kembali jalan-jalan di utara, pengembalian senjata yang dirampas dari aparat pemerintah, pembebasan seluruh tawanan, termasuk warga Saudi, dan pengosongan pos-pos militer di daerah pegunungan.

Namun, pemerintah Yaman menolak mentah-mentah tawaran pemberontak tersebut. Pihak pemerintah mengatakan bahwa para pemberontak juga harus menerima syarat keenam, yakni penghentian serangan terhadap wilayah Arab Saudi.

Pihak pemberontak kemudian mengatakan bahwa mereka telah menarik diri dari seluruh wilayah Saudi yang mereka duduki pasca bentrok perbatasan bulan November tahun lalu namun terus mendapatkan serangan dari Arab Saudi hingga ke wilayah Yaman.

Kelompok pemberontak Houthi telah menewaskan 23 orang prajurit dalam serangan kembar di pegunungan utara pada hari Jumat lalu, demikian kata sejumlah sumber pemberontak dan suku di Yaman.

Tawaran gencatan senjata dari pemerintah diberikan setelah sebuah pengadilan Yaman pada hari Sabtu menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada saudara laki-laki dari pemimpin pemberontak Houthi yang menjadi buronan. Saudara laki-laki Houthi tersebut dijatuhi hukuman setelah dinyatakan bersalah dalam menebarkan teror.

Pengadilan tersebut menyatakan Yahia al-Houthi bersalah secara in absentia (terdakwa tidak hadir dalam sidang) karena merencanakan pembunuhan sejumlah tokoh senior, termasuk duta besar AS untuk Sanaa.

Houthi, yang melarikan diri ke Jerman, terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2003 melalui General People Congress dari Presiden Ali Abdullah Saleh. Namun, kekebalan parlementernya dicabut pada akhir tahun lalu. (dn/mo) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon