Denda itu diberikan pada Harian Al-Watan karena memungkinkan pencetakan iklan di International Herald Tribune, yang mencetak dan mendistribusikan secara lokal di Teluk Emirat.
Iklan itu disponsori oleh Anti-Defamation League (ADL) yang berbasis Yahudi selama 22 hari serangan Israel di Jalur Gaza yang diluncurkan pada tanggal 27 Desember 2008.
Tiga pengacara Kuwait menggugat Harian Al-Watan meskipun telah mengeluarkan permintaan maaf kepada para pembacanya karena memasang iklan tersebut.
Putusan masih dapat ditantang.
Pengacara Al-Watan, Rasyid al-Radaan, mengatakan kepada AFP bahwa ia telah menantang putusan di pengadilan banding, dengan mengatakan bahwa surat kabar tidak sengaja megizinkan pencetakan iklan tersebut.
"Pencetakan iklan ini tidak dilakukan dengan sengaja," katanya, seraya menambahkan bahwa IHT pergi langsung kepada pers tanpa diperiksa oleh Al-Watan.
Perang Israel di Gaza menewaskan hampir 1.400 orang Palestina, terutama warga sipil, dan melukai 5.450 lainnya.
Perang juga meninggalkan puluhan ribu rumah yang hancur, sementara warga menjadi tunawisma.
Kelompok hak asasi manusia, baik internasional dan Israel, mengkritik pengepungan Israel di Gaza, menyebut itu sebagai "hukuman kolektif".
Gaza masih dianggap di bawah pendudukan Israel sementara mereka mengkontrol akses udara, laut dan darat ke Gaza.
Baru-baru ini ketua ADL menyatakan bahwa operasi Israel di Gaza yang menurut mereka sebagai upaya pembelaan diri dari serangan roket Hamas "membuka gerbang" anti-Semitisme, dengan komunitas Yahudi di Eropa dan Amerika Latin merasa sangat rentan.
Tak seorang pun membayangkan bahwa perang di Gaza "akan begitu meledak menjadi sebuah epidemi, pandemi anti-Semitisme," kata Abraham H. Foxman, Direktur Nasional ADL, yang menggambarkan kesulitan ekonomi global dari krisis Gaza sebagai ancaman terbesar bagi keselamatan dan kesejahteraan Diaspora Yahudi dalam beberapa dasawarsa.
"Ini adalah yang terburuk, yang paling kuat, yang paling global sepanjang ingatan kita," Foxman berkata, "Tiba-tiba, seperti jika pintu air telah dibuka."
"Saya menantang Anda untuk menemukan sebuah negara di dunia dari Austria hiingga Zimbabwe yang kebal, yang tidak mengalami anti-Semitisme yang berulang-ulang lebih ganas, dan lebih kejam," Foxman berkata.
Sambutannya mewakili serangkaian presentasi anti-Semitisme dan anti-Israel global, menyatukan para pemimpin dari seluruh negara untuk Rapat Komite Eksekutif Nasional ADL, 5-7 Februari 2010 di Palm Beach, Florida.
Foxman mengatakan insiden yang terjadi secara global selama tiga minggu pertempuran di Gaza, termasuk pengeboman rumah ibadah, spanduk, dan grafiti anti-Semit, dan kartun-kartun dan artikel dalam surat kabar Arab Israel dan menuduh orang-orang Yahudi melakukan "Holocaust" dan membandingkan orang-orang Yahudi dengan Nazi.
Anti-Defamation League atau ADL, didirikan pada tahun 1913 "untuk menghentikan pencemaran nama baik orang-orang Yahudi dan untuk menjamin keadilan dan perlakuan adil bagi semua." Sekarang sebagai agen utama negara Yahudi itu, ADL mencoba melawan anti-Semitisme. (iw/me/yh/adl) www.suaramedia.com
- Iran Curigai Kedutaan Inggris Bocorkan Rahasia Kepada AS - Israel
- Enggan Dekati China, Arab Saudi Gagalkan Permintaan AS
- Dirudung Malu, Irak Pelototi Tukang Jahit
- Rabbi Vilna Goan Ramalkan Kuil Ketiga Di Masjid Al-Aqsa
- Dubai Mulai Memburu Sindikat Pembunuh Tokoh Hamas`
- Penampilan Langka Olmert, Kritikan Terhadap Netanyahu
- Clinton: Garda Revolusi Ubah Iran Ke Arah Kediktatoran Militer
- Properti "Ilegal" Arab Terancam Rencana Licik Walikota Yahudi
- Gaet Israel, Pejabat Militer AS Diskusikan "Penyelundupan" Gaza
- Gentar Ancaman Tamimi, Abbas Gelar Penyelidikan Skandal Fatah















