Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Dubai Mulai Memburu Sindikat Pembunuh Tokoh Hamas`

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) - Polisi Dubai memburu 11 tersangka pelaku pembunuhan seorang anggota kelompok Hamas, Mahmoud Al-Mabhuh di sebuah hotel di Dubai pada bulan lalu. Demikian kata seorang kepala polisi negara emirat tersebut pada hari Senin (15/02).

Para tersangka pembunuh Mabhuh memiliki paspor Eropa. Salah seorang di antara para  tersangka adalah seorang wanita. Enam orang tersangka menggunakan paspor Inggris. Tiga orang tersangka, termasuk sang wanita, menggunakan paspor Irlandia. Seorang tersangka menggunakan paspor Jerman dan seorang lagi menggunakan paspor Prancis, demikian papar Dhafi Khalfan, kepala polisi di Dubai.

"Kami tak memiliki keraguan bahwa pelakunya adalah 11 orang dengan paspor tersebut, dan kami kecewa bahwa mereka menggunakan dokumen perjalanan dari negara-negara yang bersahabat," kata Khalfan dalam konferensi pers.

Mahmud al-Mabhuh (50 tahun) adalah seorang anggota kelompok Hamas yang lahir di sebelah utara Gaza namun kemudian berbasis di Damaskus.

Bulan lalu, Mabhuh berkunjung ke Dubai. Mabhuh, menurut Khalfan, memasuki Uni Emiarat Arab – yang negara-negara anggotanya meliputi Dubai – sehari sebelum kematiannya dengan sebuah paspor yang tidak mencantumkan nama keluarga.

Pada tanggal 20 Januari 2010, tubuh Mabhuh ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar hotel yang cukup mewah tersebut.

Menurut keterangan Khalfan pada bulan lalu, tampaknya Mabhuh membukakan pintu bagi para pembunuh. Mabhuh tewas kehabisan udara. Dengan demikian, ada kemungkinan Mabhuh telah dicekik.

Hamas mencurigai Israel berada di balik pembunuhan tersebut.  Israel memang punya motif untuk membunuh Mabhuh. Mabhuh mengaku bahwa pada tahun 1989 ia terlibat dalam pembunuhan dua serdadu Israel yang tertangkap.

Pengakuan Mabhuh tersebut terekam dalam sebuah video yang ditayangkan lebih dari dua minggu setelah kematiannya. Atas tewasnya Mabhuh, Hamas bersumpah akan menununtut balas.

Khalfan sendiri tidak menyebut-nyebut perihal keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad, atau pihak lain dalam kasus pembunuhan tersebut. Bagaimana pun juga, Khalfan tetap menyalurkan nama-nama tesangka tersebut kepada Interpol guna memperoleh ijin penangkapan.

Respon atas pembunuhan Mabhuh tentu saja berbeda antara Palestina dan Irael. Di Israel, pemerintah membisu – tak ada pernyataan resmi terkait tewasnya Mabhuh. Sementara, harian-harian Israel menyambut gembira tewasnya Mabhuh. Harian kiri, Jerusalem Post, menyebutnya, "serangan baru terhadap simpul setan".

Menurut Sunday Times dari Inggris yang mengutip sumber rahasia dari Timur-Tengah, kedatangan Mabhuh di Dubai disusul oleh dua pria yang digambarkan petugas keplosian setempat sebagai "Orang Eropa yang membawa  paspor Eropa."

Tim pembunuh menyuntik Mabhuh dengan obat yang menyerang jantung, mengambil foto semua dokumen yang ada di dalam kopornya, dan meninggalkan tanda "jangan ganggu" di pintu.

Disebutkan pula bahwa tokoh Hamas tersebut sedang menjalankan misi membeli senjata dari Iran. Ia terlacak mulai dari saat ia menaiki pesawat Emirates EK 912 dari Damaskus pada tanggal 18 Januari 2010.

Selama bertahun-tahun, sejumlah pemimpin Hamas telah tewas di tangan Israel. Israel menyebutnya "pembunuhan dengan target".

Pada tahun 2004, pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin terbunuh akibat serangan helikopter bersenjata Israel di Gaza. Sebulan kemudian, pemimpin Hamas yang lain, Abdel Aziz al-Rantissi, terbunuh oleh tembakan misil yang diarahkan pada mobilnya.

Sebelumnya, Israel juga pernah mencoba membunuh tokoh Hamas dengan cara yang lebih "halus". Pada tahun 1997, agen-agen Israel mencoba meracuni tokoh Hamas yang sedang menjalani pengasingan, Khaled Meshaal, di Amman, Yordania.

Dalam rekaman CCTV, tersangka wanita nampak mengenakan rambut palsu dan mengenakan topi serta kacamata hitam besar dan berbaur sebagai turis. Tersangka yang lain juga terlihat menyamar sebagai wisatawan, mengenakan topi baseball atau pakaian tenis dan membawa raket. Khalfan juga mengatakan beberapa tersangka mengenakan janggut palsu.

Dia mengatakan tes forensik menunjukkan Mabhuh meninggal karena sesak napas, tetapi analisis laboratorium yang masih berlangsung akan segera menentukan faktor-faktor lain yang mungkin penyebab kematiannya. Hamas menyatakan Mabhuh awalnya diracuni dan kemudian di setrum dengan listrik, tapi kemudian seorang pemimpin Hamas, Mohammed Nazzal, membantah bahwa racun yang digunakan untuk membunuh Mabhuh.

Pembunuhan itu sendiri mengambil waktu hanya 10 menit, kata Khalfan.

Empat pembunuh kemudian memasuki kamar Mabhuh sewaktu ia keluar, dengan menggunakan perangkat elektronik untuk membuka pintu, dan menunggu Mabhuh untuk kembali ke kamar.

Khalfan mengatakan mereka berhati-hati agar tidak mengganggu barang-barang yang ada di ruangan dan meninggalkan pintu terkunci dari dalam untuk mencoba untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka telah masuk ke kamar.

Tim kemudian menuju bandara, beberapa dari mereka terbang ke Eropa dan yang lainnya ke Asia, katanya. Semua telah berada di luar Uni Emirat Arab dalam waktu 19 jam dari kedatangan mereka.

Sebuah pernyataan Hamas bulan lalu Mabhuh mengakui terlibat dalam penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel pada tahun 1989 dan mengatakan ia masih memainkan "peran berkesinambungan dalam mendukung saudara-saudaranya dalam gerakan perlawanan di dalam tanah air yang diduduki" pada saat kematiannya.

Para pejabat Israel menuduh Mabhuh membantu menyelundupkan roket ke Jalur Gaza, wilayah pesisir yang dikuasai oleh kelompok pejuang Hamas.

Dan, seorang laki-laki di Israel dengan nama yang sama yang diduga anggota tim pembunuh Mabhuh pada hari Selasa kemarin mengatakan dia "marah, sedih dan takut" atas apa yang ia sebut sebagai salah identifikasi.

Polisi dubai mendaftar "Melvyn Adam Mildiner", berkewarganegaraan Inggris, sebagai salah satu dari 11 orang Eropa yang dicurigai membunuh Mabhuh.

Berbicara dalam bahasa Inggris beraksen Inggris, Melvyn Adam Mildiner, penduduk suatu kota dekat Yerusalem, kepada Reuters mengatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan pembunuhan dan belum pernah ke Dubai. (es/meo) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon