Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Dirudung Malu, Irak Pelototi Tukang Jahit

E-mail Cetak PDF

BAGHDAD (Berita SuaraMedia) – Irak menindak toko-toko dan tempat praktik tukang jahit yang memperjualbelikan dan membuat seragam militer dan polisi Irak. Hal tersebut dilakukan setelah para penyerang menyamarkan diri sebagai aparat keamanan untuk dapat menembus pos pemeriksaan dan melakukan pengeboman bunuh diri di kota Baghdad yang dijaga ketat.

Menurunnya keamanan yang memungkinkan terjadinya pengeboman di gedung-gedung pemerintahan dan sejumlah hotel di Baghdad dalam beberapa bulan terakhir membuat malu pemerintah Irak, menjelang berlangsungnya pemilihan parlemen pada bulan depan. Oleh karena itu, saat ini aparat keamanan Irak berada di bawah tekanan untuk menyumbat sebanyak mungkin jalur-jalur serangan.

Seragam diperjualbelikan secara bebas, ada banyak tukang jahit yang melayani pembuatan seragam militer. Masalah menjadi semakin buruk karena pasukan keamanan tidak memiliki cukup seragam untuk dibagikan kepada seluruh personel. Hal tersebut memaksa para prajurit atau anggota polisi membeli seragam di pasaran.

Bulan lalu, otoritas Irak memerintahkan ratusan orang pedagang dan penjahit untuk menandatangani sumpah agar tidak menjual atau membuat seragam selain untuk personel militer atau keamanan resmi yang dapat menunjukkan tanda pengenal atau surat perintah resmi.

"Langkah ini adalah sebuah hal penting untuk mengatur kinerja toko-toko ini dan mengendalikan keadaan, karena para pengebom sering memakai seragam-seragam tersebut untuk melakukan kejahatan," kata Mayor Jenderal Mohammed al-Askari, juru bicara Kementerian Pertahanan Irak, kepada Associated Press.

Orang-orang yang kedapatan melakukan pelanggaran menghadapi ancaman denda, penutupan usaha dan mungkin hukuman penjara, kata al-Askari.

Akan tetapi, meski para penjual sudah mematuhi aturan tersebut, langkah yang diambil pemerintah Irak itupun masih bisa diakali. Sejumlah pejabat Irak dan AS mengatakan bahwa kartu pengenal pasukan keamanan amat mudah dipalsukan. Militer AS selama berbulan-bulan telah mendesak Irak agar menemukan cara yang lebh baik untuk mengidentifikasi personel militer dan aparat keamanan.

Seorang penasihat militer AS mengatakan bahwa pasukan Irak sudah diberitahu agar tidak hanya melihat seragam seseorang, namun juga memperhatikan tingkah laku mencurigakan dari para penyerang.

"Sebagian besar seragam, baik polisi maupun militer, amat mudah dipalsu. Jadi, jika ada seseorang yang berupaya masuk ke wilayah tertentu (dengan seragam palsu), tidak banyak yang bisa dilakukan pasukan keamanan Irak," kata Mayor Angkatan Darat AS, Sylvester O. Wegwu, seorang penasihat militer AS yang bekerjasama dengan aparat Irak di Akademi Polisi Baghdad.

Diantara sekian banyak cabang pasukan militer dan kepolisian yang berada dalam naungan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan, ada berpuluh-puluh jenis seragam. Masing-masing memiliki jenis lencana dan rancangan sendiri. Masih belum termasuk pasukan terpisah, seperti pasukan khusus Kementerian Perminyakan yang bertugas melindungi pipa saluran minyak dan fasilitas perminyakan.

Kelompok gerilyawan Irak seringkali menyamarkan diri dengan menggunakan seragam untuk meloloskan diri dari pemeriksaan keamanan. Begitu parahnya masalah tersebut, pada tahun 2006 lalu militer AS sampai mendesain ulang seragam polisi Irak karena seragam yag lama ditiru oleh gerilyawan dan kelompok-kelompok penjahat.

Namun, penyamaran dengan menggunakan seragam tampaknya kembali mengalami peningkatan.

Serangkaian peristiwa pengeboman bunuh diri dengan truk melanda Baghdad pada bulan Agustus, Oktober, Desember dan Januari. Serangan terhadap bangunan pemerintah dan hotel yang sering dikunjungi orang Barat tersebut menewaskan ratusan orang. Aparat keamanan mengatakan bahwa sejumlah penyerang menyamar sebagai personel polisi atau militer untuk meloloskan diri dari pos pemeriksaan.

Namun, para penjaga toko dan penjahit mempertanyakan apakah regulasi baru tersebut benar-benar dapat berfungsi.

"Para penebar teror bisa membeli bahan dan memberikannya kepada penjahit manapun, bahkan penjahit biasa yang kebanyakan melayani masyarakat sipil," kata Hassan Challoub, pemilik kios jahit Ali Unis di jalan Rashid, Baghdad, dimana terdapat sekitar 80 toko dan kios jahit.

"Menerapkan regulasi semacam itu kepada tukang jahit adalah hal yang sulit, karena sekarang ini ada banyak warga sipil yang memakai seragam tiruan untuk sekedar mengikuti tren berbusana."

Sabah al-Khaiyat, 46, seoragn penjahit yang membuat seragam militer, menandatangani surat perjanjian dengan pemerintah dan hanya diizinkan untuk menjual seragam kepada personel asli aparat keamanan Irak.

Al-Khaiyat mengatakan bahwa dirinya pernah menolak sejumlah klien karena dianggap mencurigakan atau tidak dapat menunjukkan dokumen yang diperlukan.

"Suatu hari ada seorang pria yang datang kepada saya. Ia meminta dijahitkan seragam militer yang mirip dengan yang dikenakan pasukan Amerika," katanya. "Tapi saya memutuskan untuk tidak memenuhi permintaannya karena dia terlihat mencurigakan."

Di dalam kios jahit al-Khaiyat, Walaa Lazim, seorang prajurit berusia 21 tahun, menunjukkan kartu pengenal kala menunjuk bahan yang diinginkannya untuk dibuatkan seragam.

"Dia (al-Khaiyat) ingin memastikan bahwa saya memang personel militer Irak," kata Lazim.

Mustafa Kamil, yang bekerja untuk cabang aparat kepolisian, ditugaskan untuk melindungi lokasi-lokasi yang dipandang sensitif. Ia menghabiskan waktu beberapa jam pekan ini untuk mengunjungi sejumlah kios jahit dan mencoba menemukan seragam yang dijual murah.

"Saya telah melewati banyak toko yang menjual seragam militer di empat wilayah di Baghdad. Tapi, tidak ada satupun yang meminta saya menunjukkan kartu identitas," katanya.

"Kamil, seperti halnya ribuan orang personel polisi lainnya, dipaksa untuk membeli seragam sendiri meski pernah dijanjikan seragam oleh Kementerian Dalam Negeri Irak. Kamil mengeluhkan bahwa harga satu set seragam dan sepatu bisa mencapai $215, menyedot sebagian besar gaji bulanannya, yang berkisar pada angka $340. (dn/ap) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon