Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Iran Curigai Kedutaan Inggris Bocorkan Rahasia Kepada AS - Israel

E-mail Cetak PDF

TEHERAN (Berita SuaraMedia) - Kedutaan Inggris di Teheran telah mengumpulkan data rahasia tentang Iran kepada Amerika Serikat dan Israel, anggota parlemen senior Iran mengatakan, Press TV melaporkan.

Wakil Kepala Parlemen Keamanan Nasional dan Komisi Kebijakan Luar Negeri, Esmail Kowsari, kepada kantor berita Fars mengatakan bahwa "AS dan rezim Zionis telah menerima intelijen (mengenai Iran) melalui Kedutaan Besar Inggris (di Teheran)."

Dia menambahkan bahwa campur tangan Kedutaan Inggris dalam urusan domestik Iran tidak hanya terbatas pada keamanan tetapi juga mencakup isu-isu politik dan budaya juga.

Inggris telah jelas campur tangan dalam urusan internal Iran, Kowsari mengatakan, menambahkan bahwa merendahkan hubungan dengan pemerintah Inggris adalah untuk kepentingan Iran.

Koswsari berkata Parlemen telah mencapai suatu "keputusan perusahaan" bahwa pemerintah Iran harus lebih merenggangkan ikatan dengan Inggris dalam hubungan politik, diplomatik, ekonomi dan aspek budaya terutama disebabkan oleh "ikut campur yang tidak beralasan" Inggris dalam kerusuhan pasca pemilu di Iran.

Keputusan, yang telah dibuat melalui konsultasi di komisi, akan disampaikan kepada ketua dewan, kata anggota parlemen senior.

Hubungan Iran - Inggris masuk ke sebuah spiral ketegangan setelah Iran menuduh bahwa Inggris terlibat dalam pemilu pasca-kerusuhan yang meletus setelah pemilihan presiden bulan Juni.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan pada Januari bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk membatasi hubungan dengan Inggris.

"Setelah berbulan-bulan melakukan permusyawaratan, pemerintah Teheran telah memutuskan untuk membatasi hubungan dengan Inggris  Raya di berbagai area," kata Mottaki pada tanggal 18 Januari.

Sebelum pernyataan Mottaki, sebuah RUU juga diperkenalkan oleh Parlemen pada pemutusan hubungan dengan pemerintah Inggris di bulan Januari.

RUU ini kemudian diubah untuk mengurangi tingkat hubungan diplomatik dengan London dari tingkat duta besar hingga kuasa usaha.

London menolak bahwa mereka telah ikut campur dalam urusan domestik Iran khususnya kerusuhan yang mengikuti pemilu.

Pada bulan November 2009, Iran melontarkan tuduhan spionase terhadap tiga orang warga negara AS yang memasuki wilayah negara tersebut pada tanggal 31 Juli silam, tudingan tersebut kontan membuat Washington meradang dan bersikeras bahwa tuduhan Iran tersebut tidak berdasar.

"Tiga orang warga Amerika yang ditangkap di perbatasan Iran dan Irak tengah menghadapi tuduhan mata-mata, dan proses penyelidikan masih terus berlanjut," kata kepala jaksa penuntut Teheran, Abbas Jafari Dolatabadi, dalam sebuah wawancara dengan agen pemberitaan resmi, IRNA.

Dia menambahkan bahwa ketiga warga negara AS tersebut (Shane Bauer, 27, Sarah Shourd, 31, dan Josh Fattal, 27) masih terus diselidiki.

Dari komentar Dolatabadi tersebut, masih belum jelas apakah sudah ada tuduhan resmi yang telah dilayangkan.

Tiga orang tersebut ditangkap oleh para penjaga Iran di dekat perbatasan Irak pada tanggal 31 Juli lalu. Mereka memasuki wilayah utara Irak dari Turki pada tanggal 28 Juli dalam sebuah pendakian selama lima hari yang telah direncanakan.

Sejumlah pejabat Iran menghubungkan tindakan ilegal ketiga warga negara AS tersebut dengan kerusuhan yang pecah pasca pemilihan presiden Iran pada bulan Juni silam.

Pemilihan Presiden tanggal 12 Juni lalu, yang menghasilkan kemenangan Mahmoud Ahmadinejad, memantik kerusuhan terburuk di Iran sejak revolusi Islam pada tahun 1979.

Pihak berwenang menggambarkan kerusuhan tersebut sebagai sebuah upaya yang didalangi oleh pihak asing untuk menghancurkan Republik Islam.

Namun para keluarga dan rekan-rekan dari ketiga warga AS tersebut bersikeras bahwa mereka hanya sedang melakukan pendakian di pegunungan di sebelah utara Irak, di dekat sebuah air terjun terkenal ketika mereka secara tidak sengaja memasuki wilayah Iran.

Mereka mengatakan bahwa apa yang dilakukan ketiga orang tersebut adalah "kesalahan yang patut disesalkan", mereka juga membuat sebuah situs internet untuk mendukung kampanye pembebasan mereka.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengkritik langkah tersebut dan memperbarui seruannya kepada Iran untuk membebaskan tiga orang warga negara AS tersebut. (iw/pv/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon