Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Cegat Agresi Israel, Libanon Berpaling Pada Perancis

E-mail Cetak PDF

BEIRUT (Berita SuaraMedia) – Juru bicara parlemen Libanon, Nabih Berri, mendesak Perancis untuk mengambil pendirian dan bersikap tegas terhadap agresi Israel ke Libanon.

Dalam dialog dengan ketua senat Perancis, Gerard Larcher, Berri mengatakan bahwa Libanon mendesak Perancis mencegah Israel agar tidak menjadikan Libanon sebagai ajang perang regional serta memastikan keamanan seluruh wilayah Timur Tengah.

"Mengingat hubungan dan pengaruh mereka, kami mendesak Perancis agar mengambil tindakan tegas untuk mencegah Israel agar tidak menyerang Libanon," kata Berri.

Pernyataan Berri tersebut dikontarkan ditengah meningkatnya kekhawatiran Libanon terhadap ancaman Israel.

Bulan lalu, Syiria berjanji akan mendukung Libanon jika sampai Israel melakukan serangan ke negara tersebut.

Sejumlah pejabat pemerintahan Israel baru-baru ini meningkatkan retorika perang terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Libanon.

Yossi Peled, seorang menteri kabinet dan mantan jenderal militer Israel yang pernah terlibat konflik di perbatasan utara Libanon, pada tanggal 23 Januari lalu mengatakan bahwa konflik baru dengan Hizbullah hampir tidak terhindarkan lagi. Tapi dia tidak menyebutkan kapan konflik tersebut akan terjadi.

"Tidak harus antara kami dengan Hizbullah, elemen-elemen lainnya juga bisa saja terlibat dalam konflik ini," kata Peled.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Perdana Menteri Saad Hariri menyebut ancaman dan aktivitas militer Israel sebagai hal yang amat berbahaya dan terus meluas.

Presiden Syiria, Bashar Assad, mengatakan bahwa negaranya akan mendukung pemerintah dan segenap rakyat Libanon terhadap kemungkinan agresi Israel terhadap Libanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha meredakan ketegangan dan mengatakan bahwa Israel menginginkan perdamaian dengan negara-negara tetangganya.

Awal bulan ini, Netanyahu menuding pemerintah Libanon sengaja membiarkan Hizbullah menyelundupkan asenjata dan melanggar resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB yang mengakhiri perang Israel - Libanon pada musim panas tahun 2006 lalu.

Sementara itu, Berri memuji upaya Perancis dan Rusia untuk menyelenggarakan konferensi internasional guna membantu memulai kembali proses pembicaran damai Timur Tengah.

Berri juga menyerukan kepada Perancis dan Rusia untuk menekan Israel agar menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi ilegal di tanah Palestina terjajah.

Mengenai program nuklir Iran, Berri menyarankan dilakukannya "negosiasi diam-diam" mengenai program tersebut.

"Menjatuhkan sanksi kepada Iran hanya akan menimbulkan dampak negatif terhadap seluruh kawasan Timur Tengah," kata Berri kepada Larcher.

Larcher kemudian mengatakan bahwa peringatan pembunuhan mantan perdana menteri Libanon, Rafik Hariri, merupakan penghormatan terbaik bagi Hariri. Larcher juga menyinggung perihal hubungan bilateral antara kedua negara. Ia mengatakan bahwa hubungan tersebut dibangun berdasarkan rasa saling menghormati. (dn/pv/ds) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon