Lusinan pemuda melemparkan bebatuan ke arah pos pemeriksaan militer Israel saat pasukan Israel menembakkan gas air mata, granat dan peluru karet. Toko-toko dan sekolah ditutup saat serangan itu diumumkan.
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia berharap dapat memasukkan Makam Para Leluhur di Hebron dan Makam Rahel (istri Nabi Yaqub a.s.) di Bethlehem dalam sebuah rencana senilai 100 juta dolar AS untuk mengembalikan situs-situs warisan nasional.
Situs-situs tersebut merupakan situs suci bagi kaum Muslim dan Yahudi, namun langkah tersebut dipandang sebagai penerapan lebih jauh kuasa Israel atas situs Palestina. Presiden Mahmoud Abbas bahkan mengecamnya sebagai langkah mundur dari pembicaraan damai. Otoritas Palestina juga memperingatkan bahwa keputusan itu akan merusak semua upaya damai yang telah ditempuh.
"Kami percaya bahwa pelanggaran ini sangat berbahaya karena dapat menambah karakter relijius dari konflik ini," ujar Ghassan Khatib, juru bicara Otoritas Palestina.
"Kami mengecam keras keputusan yang sekali lagi mengkonfirmasi tekad pemerintah Israel untuk mengabaikan segala fakta," ujar ketua negosiator Palestina Saeb Erekat dari Paris, di mana ia menemai presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sebuah kunjungan resmi.
"Kami meminta komunitas internasional untuk mempertimbangkan keputusan ilegal ini," ujarnya. "Keputusan Israel ini memprovokasi kaum Muslim di seluruh dunia dan terutama di Palestina."
Sheikh Taysir Al Tamimi, ketua pengadilan Palestina, mengatakan bahwa keputusan itu merupakan sebuah deklarasi perang terhadap situs-situs suci Islam di Palestina.
"Praktik pendudukan Israel dan aksi-aksinya melawan situs suci melanggar hukum Tuhan dan internasional," ujarnya.
Beberapa ratus pemukim ekstremis di bawah perlindungan militer Israel telah membangun tempat tinggal di dekat situs dan mengubah sebagian Masjid Ibrahim menjadi sebuah sinagog.
Lebih dari 160.000 warga Palestina tinggal di Hebron, dari mana militer Israel menarik diri pada tahun 1998.
Keputusan untuk memasukkan kedua situs itu ke dalam rencana dibuat pada menit-menit terakhir menyusul protes dari para menteri sayap kanan. Media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv membuat keputusan itu karena adanya tekanan dari sejumlah menteri nasionalis.
Namun, seorang juru bicara pemerintah bersikukuh bahwa daftar berisi 150 situs itu belum final.
Sementara itu, sekelompok pemukim Yahudi memaksa melewati sebuah pos pemeriksaan dan masuk ke kota Jericho di Tepi Barat pada hari Minggu untuk beribadah di sebuah sinagog tua. Tak lama kemudian kelompok itu ditahan.
Sebelumnya, media melaporkan bahwa kelompok pemukim itu menerobos pos pemeriksaan di salah satu jalan yang mengontrol akses ke Jericho.
Makam Para Leluhur di Hebron, yang diyakini sebagai tempat dikuburkannya Nabi Ibrahim, adalah tempat yang suci bagi kaum Muslim maupun Yahudi dan telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua belah pihak.
Sedangkan makam Rahel yang ada di Bethlehem dikelilingi dengan tembok beton setinggi delapan meter. Tahun Lalu Sepuluh imigran Yahudi menyerang makam Nabi Yusuf di Timur kota Nablus di malam hari pada Rabu di bawah perlindungan dari pasukan pendudukan Israel. (rin/yh/pv/me) www.suaramedia.com














