"Penyelidikan yang luas telah mengarah ke total 26 tersangka sejauh ini terlibat dalam kejahatan," kata pernyataan pers yang dikeluarkan oleh Pemerintah Dubai Media Office.
"Di samping daftar dirilis sebelumnya dari 11 tersangka, Kepolisian Dubai kini telah mengidentifikasi enam tersangka yang lain termasuk seorang perempuan yang menggunakan paspor Inggris, seorang laki-laki dan tiga wanita bepergian dengan paspor Irlandia, dua laki-laki yang menggunakan paspor Perancis, dan tiga orang dengan paspor Australia. Orang Australia itu termasuk seorang wanita. "
Pernyataan itu juga memasukan nama-nama semua 15 tersangka baru yang dicantumkan oleh negara pemilik paspor.
"Pemegang paspor Inggris:
Daniel Marc Schnur, Gabriella Barney, Roy Allan Cannon, Keith Stephen Drake, Mark Sklur dan Philip Carr
pemegang paspor Irlandia :
Ivy Brinton, Anna Shuana Clasby dan Chester Halvey
Pemegang paspor Perancis:
David Bernard LaPierre, Melenie Heard dan Eric Rassineux
Pemegang paspor Australia:
Bruce Yosua Daniel, Nicole Sandra Korman McCabe dan Adam "
Awal bulan ini Polisi Dubai telah berjanji nama-nama tambahan tersebut akan ditambahkan ke 11 nama pertama yang begitu pembukaan penyelidikan dinyatakan secara resmi. Tersangka baru termasuk orang yang terlibat dalam dukungan logistik dan peran sentral lainnya untuk pelaksanaan pembunuhan Mabhouh.
Negara-negara Eropa membantu dalam penyelidikan menyatakan bahwa paspor tersebut ilegal, dan bahwa foto-foto yang digunakan tidak sesuai dengan pemilik aslinya.
Penyidik Polisi Dubai masih menelusuri rute dari semua tersangka. Mereka juga menyelidiki kartu kredit yang digunakan oleh 14 tersangka dan bank yang mengeluarkannya, termasuk META BANK Amerika.
Polisi menekankan bahwa kemungkinan keterlibatan bahkan lebih banyak orang dalam pembunuhan ini belum dikesampingkan.
Kepala polisi Dubai, Dafi Khalfan, tim pembunuh Mabhouh menginap di kamar di seberang kamar Mahbhouh. Khalfan mengatakan bahwa tim tersebut dipersilakan masuk oleh Mahbhouh dan lantas mencekik tokoh Hamas tersebut. Khalfan juga memutar rekaman video yang menunjukkan para tersangka. Sejumlah tersangka mengenakan pakaian tenis, masuk dan keluar hotel.
Hal tersebut memicu lelucon yang diposting di Twitter resmi kedutaan Israel di Inggris, yang kemudian dihapus oleh pihak Kedutaan. Posting itu berbunyi "Anda mendengarnya pertama kali : Petenis Israel berhasil membawa pukulan pada target #Dubai http://ow.ly/18A79 ". Tautan pada update mengarah ke sebuah artikel tentang kemenangan Shahar Peer, yang mencapai semifinal pada turnamen di Dubai sebelum kalah dari Venus Williams pada hari Jumat.
Para kritikus di Israel menuding Mossad telah melakukan kecerobohan sehingga membahayakan warga Israel.
Kabar tersebut muncul pada saat terungkap tujuh paspor palsu milik warga Israel yang dipergunakan oleh jaringan yang melakukan pembunuhan di Dubai. Menurut pemberitaan media Israel, jaringan yang ditugasi membunuh Mabhouh juga memiliki kewarganegaraan Eropa.
Hamas sedari awal telah menuding Israel terlibat dalam pembunuhan Mabhouh. Gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, berjanji akan melakukan pembalasan kepada Israel atas pembunuhan Mabhouh.
Mabhouh adalah salah satu pendiri kelompok Hamas. Israel menuding Mabhouh berperan penting dalam penyelundupan roket-roket Iran ke Gaza. Sebelumnya, Mabhouh juga telah tiga kali menjadi sasaran upaya pembunuhan. (iw/aby) www.suaramedia.com
- Ehud Olmert, Seorang Pembohong Atau Lebih Buruk?
- "AS – Israel Berusaha Kubur Laporan Gaza Milik Goldstone"
- Menjadi-Jadi, Ratusan Warga Yahudi Bongkar Makam Nabi Yusuf
- Terinspirasi Kasus Dubai, Knesset Serukan Pembunuhan Ismail Haniyya
- AS Susupkan Narkoba, Iran Siapkan Pemindai Bandara














