Kepala Markas Kendali Obat Iran, Brigadir Jenderal Esmail Ahmadi-Moqaddam, menyatakan bahwa pada tahun depan semua bandara di Iran akan dilengkapi dengan alat pemindai tubuh.
"Bandara internasional Iran akan dilengkapi dengan anjing pelacak, alat pemindai tubuh, dan sebagainya," kata Moqaddam pada hari Rabu dalam sebuah pertemuan dengan Kepala Badan Narkotika Indonesia, Goris Mere.
Menurut Moqaddam, alat pemindai tubuh itu digunakan untuk mengatasi masalah obat bius. Obat bius itu diimpor dari Eropa ke Iran. "AS berusaha untuk mengekspor obat-obatan tersebut ke Iran sebagai upaya untuk menciptakan ketidakamanan di negeri ini," katanya.
Moqaddam menunjukkan adanya kultivasi poppy, tanaman penghasil candu, di Afghanistan. "Selama beberapa tahun terakhir, kultivasi poppy di Afghanistan telah mencapai hampir 9000 ton per tahun."
"Sayangnya, harga obat bius di Iran telah berkurang akibat letaknya yang bertetangga dengan Afghanistan dan berada di antara Teluk Persia dan Eropa."
Menurut Moqaddam, 3.600 orang di Iran telah kehilangan nyawa mereka akibat adanya perang obat bius.
Iran merupakan negara yang gigih memerangi obat bius. Sekitar 85 persen penangkapan terkait dengan opium di dunia dilakukan oleh Iran.
Tidak dilaporkan bagaimana respon publik Iran terhadap rencana penggunaan alat pemindai tubuh di bandara tersebut.
Sejumlah negara Eropa telah mengungkapkan rencana mereka untuk melengkapi bandara mereka dengan alat pemindai tubuh, yaitu Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, dan Italia. AS dan Nigeria juga memiliki rencana serupa.
Rencana penggunaan alat pemindai tersebut cukup kontroversial. Sejumlah pihak, seperti kelompok hak asasi manusia dan komunitas Muslim, menentang penggunaan alat itu.
Sekretaris pers Kementerian Luar negeri Iran sendiri pernah menyatakan bahwa penggunaan alat pemindai tubuh di Eropa dan AS merupakan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai keagamaan masyarakat yang religius.
AS bahkan secara terang-terangan mengungkapkan bahwa mereka hendak menggunakan pemindai buatan Israel untuk membaca pikiran yang diduga memprediksi apakah seorang penumpang adalah memiliki ancaman potensial atau tidak.
Administration Keselamatan Dan Transportasi (TSA) dan Keamanan Dalam Negeri sedang mempertimbangkan pemasangan sistem membaca pikiran yang kontroversial, yang baru-baru ini dikembangkan oleh WeCU Technologies yang berbasis di Israel, di semua bandar udara Amerika
Perangkat yang berfungsi dengan menggabungkan teknologi komputer yang tinggi dan perilaku psikologi, pada dasarnya dirancang untuk "masuk ke dalam kepala orang yang berniat jahat" tanpa pengetahuan awal tentang subjek dan mencegah dirinya dari menempatkan nyawa sesama penumpang dalam bahaya.
Menurut CEO WeCU Technologies, Ehud Givon, orang-orang tidak dapat membantu bereaksi secara mekanis untuk dikenali gambar yang tiba-tiba muncul di tempat yang asing.
Dan bagi Inggris, alat pemindai tubuh menjadi dilema tersendiri.
Saat ini, pemerintah Inggris menggunakan alat pemindai tubuh di bandara Heathrow dan Manchester setelah terjadinya upaya pengeboman pada Hari Natal. Departemen Transportasi memperkenalkan kode interim pengunaan alat pemindai tubuh tersebut tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu. Sebuah versi akhir dari alat pemindai tubuh tersebut akan diperkenalkan pada tahun ini. Kali ini, Departemen Transportasi berniat untuk berkonsultasi lebih dahulu sebelum memperkenalkan versi akhir tersebut.
Kode interim pengunaan alat pemindai tubuh menyatakan bahwa siapa saja yang menolak pemindaian seluruh tubuh akan dilarang terbang.
Penggunaan alat pemindai tubuh itu mengundang kritik dari dua pengacara hak asasi manusia Matrix Chambers, Helen Mountfield and Professor Conor Gearty. Kedua pengacara tersebut memberikan nasihat hukum mereka. Kini, giliran Komisi Persamaan dan Hak Asasi Manusia yang memberikan kritik. Komisi dapat bertindak lebih jauh dengan mengajukan tuntutan kepada pengadilan tinggi sebelum alat pemindai diperkenalkan ke seluruh bandara di Inggris akhir pada tahun ini.
Alat pemindai tubuh tersebut mendapat olok-olok sebagai alat "penggerayang tubuh virtual". (es/pv/td/sm) www.suaramedia.com
- Ketegangan Mereda, Irak Bangkitkan Lagi Tentara Saddam
- Ehud Olmert, Seorang Pembohong Atau Lebih Buruk?
- "AS – Israel Berusaha Kubur Laporan Gaza Milik Goldstone"
- Menjadi-Jadi, Ratusan Warga Yahudi Bongkar Makam Nabi Yusuf
- Terinspirasi Kasus Dubai, Knesset Serukan Pembunuhan Ismail Haniyya














