Laporan awal tersebut dicetak di surat kabar Israel Haaretz pada hari Kamis (25/02), yang mengatakan bahwa koresponden mereka telah mewawancarai Massab.
Haaretz mengutip Massab mengatakan bahwa bangsa, agama, dan organisasi di masa mudanyalah yang membuatnya berpindah keyakinan. Artikel itu mengklaim bahwa Massab tidak ingin menjadi bagian dari sebuah masyarakat yang tampaknya ia gambarkan sendiri sebagai teroris bunuh diri dan kematian yang memuaskan.
Suhaib, saudara laki-laki Mussab, telah membantah keras klaim tersebut. Ia mengatakan bahwa meskipun Massab kini berada di AS, ia tidak masuk ke agama Kristen dan masih penganut Islam yang taat.
Suhaib mengekspresikan kekecewaannya bahwa media Palestina mengambil cerita dari Haaretz. "Bagaimana mereka dapat melaporkan berita semacam itu dan mengutip surat kabar Yahudi tanpa menghubungi Massab?"
Para pendukung Hamas juga telah mengkritik sumber-sumber media, mengatakan bahwa mereka telah menyebar kebohongan dan bekerja sebagai corong Fatah untuk menutupi "kejahatan" Presiden Mahmoud Abbas.
Artikel tersebut mengutip Massab panjang lebar, dalam apa yang mereka klaim sebagai wawancara langsung dengannya.
Pihak keluarga mengatakan bahwa Massab, yang mereka sebut sebagai Pangeran Hijau, dulu mendampingi ayahnya dalam kegiatan politik di Tepi Barat dan membantah klaim surat kabar Israel tersebut bahwa Massab kini menghormati Israel dan mengaguminya sebagai sebuah negara.
Surat kabar itu mengklaim bahwa Massab mengkhawatirkan keselamatannya setelah dugaan kepindahan agamanya dan bahwa ia yakin tidak akan dapat kembali ke kampung halamannya di Ramallah, Tepi Barat, untuk waktu yang lama.
Ayahnya, Hassan Yousif, yang saat ini berada di penjara, adalah anggota Dewan Legislatif Palestina dan dianggap oleh banyak orang sebagai figur Hamas yang paling terkemuka di Tepi Barat. Ia juga merupakan salah satu pemimpin paling moderat dalam gerakan tersebut.
Pihak keluarga mengatakan akan mempertimbangkan langkah hukum untuk menangani apa yang mereka sebut sebagai cerita bohong itu.
Maan News Agency, salah satu situs berita Palestina yang paling banyak dikunjungi dan termasuk yang ikut memberitakan cuplikan artikel dari Haaretz itu, menanggapi tuduhan keberpihakan dari keluarga Massab.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh Maan, editor kepala Nasser Lahan mengatakan bahwa kantor beritanya menghormati Hamas dan faksi-faksi lainnya. Ia juga menambahkan bahwa Maan akan merasa senang jika faksi-faksi itu juga menghormati mereka.
"Kami menerima kritik tersebut tapi tidak setuju mengenai adanya hubungan dengan media Fatah."
Lahham mengatakan bahwa meskipun terdapat tuduhan pada Palestine TV dan Al Aqsa TV (yang berafiliasi dengan Fatah dan Hamas) "kami tidak pernah mengatakan bahwa Palestine TV atau Al Aqsa TV itu jelek karena berafiliasi dengan faksi tertentu, sebaliknya kami mengandalkan mereka untuk mengungkapkan kebenaran mereka sendiri." Lihat Ini Son Of Hamas (rin/mn) www.suaramedia.com
- Yahudi Peringati Hari Kematian "Pahlawan" Pembantai Palestina
- Ahmadinejad Serukan Kepergian AS Dari Timur Tengah
- Media Israel Bersatu Serang "Permainan Api" Netanyahu
- AS Bela Israel, Utusan Khusus Timur Tengah Minta Berhenti
- Moammar Gaddafi Serukan Jihad Terhadap Swiss














