Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Syiria, Bashar al-Assad mempertegas hubungan keduanya dengan membatalkan pembatasan visa antara kedua negara dan mengukuhkan kerjasama bilateral.
"(Amerika Serikat) ingin mengukuhkan dominasi di Timur Tengah, namun mereka merasa bahwa Iran dan Syiria mengganjal ambisi itu," kata Ahmadinejad dalam sebuah konferensi pers gabungan dengan Assad.
"Kami mengatakan kepada mereka untuuk berkemas dan pergi daripada mencampuri urusan regional."
AS mencoba merangkul Syiria dalam beberapa bulan terakhir dengan menominasikan duta besar pertama AS untuk Damaskus sejak tahun 2005 dan mengirimkan diplomat tinggi untuk bertemu dengan Presiden Bashar Assad. Washington berharap untuk dapat menjauhkan Syiria dari Iran serta kelompok Hizbullah dan Hamas.
Namun, bersama dengan Ahmadinejad di Damaskus, Assad menegaskan bahwa AS tidak perlu mengatur hubungan antar negara di Timur Tengah.
"Saya merasa aneh dengan cara mereka membicarakan stabilitas Timur Tengah dan pada saat yang bersamaan membahas mengenai upaya merusak hubungan dua negara," kata Assad di hadapan para wartawan ketika ditanya mengenai seruan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada hari Rabu agar Syiria menjauhi Iran.
Assad mengecam Clinton karena telah menyampaikan saran seperti itu. Ia mengatakan bahwa dirinya dan Ahmadinejad "salah paham", mungkin karena kesalahan terjemahan atau terbatasnya pengertian." Untuk menunjukkan persatuan, keduanya menandatangani kesepakatan untuk membataalkan visa perjalanan antara kedua negara.
Serangkaian kunjungan ke Damaskus beberapa bulan bekakangan, dari AS, Perancis, dan kini Iran, menunjukkan pentingnya posisi Syiria secara strategis di Timur Tengah.
Kunjungan Ahmadinejad dilakukan berselang satu hari setelah Clinton meminta Syiria untuk mulai menjauhi hubungan dengan Iran dan berhenti memberikan dukungan kepada Hizbullah.
Ahmadinejad mengatakan: "Clinton mengatakan bahwa kami harus menjaga jarak. Saya akan mengatakan bahwa tidak ada jarak antara Iran dan Syiria, kami memiliki tujuan yang sama, kepentingan yang sama, dan musuh yang sama. Kerjasama kami semakin berkembang dari hari ke hari."
Assad membela hak-hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.
"Menghalangi hak sebuah negara merdeka untuk melakukan pengayaan adalah sebuah proses penjajagan di kawasan (Timur Tengah)," katanya. "Kami harus semakin memeprkuat hubungan jika ingin mencapai stabilitas. Kami tidak ingin negara lain mengajari kami mengenai wilayah dan sejarah kami sendiri," kata pemimpin Syiria tersebut.
Ahmadinejad menekankan bahwa hubungan antara kedua negara tetap kokoh. "Hubungan antara Syiria dan Iran amat erat, dalam dan permanen. Tidak ada yang bisa merusak hubungan ini," katanya.
Pada hari yang sama, AS dan Israel melakukan "dialog strategis" tahunan untuk pertama kalinya sejak Presiden Obama menjabat pada tahun 2009, isu Iran banyak dibahas dalam agenda tersebut.
Deputi Menteri Luar Negeri AS James Steinberg bertemu dengan Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon untuk melakukan konsultasi reguler, yang sering dilakukan dalam masa pemerintahan Bush.
Pada hari Rabu, Clinton mengatakan bahwa keputusan AS baru-baru ini untuk mengirimkan duta besar pertama ke Syiria dalam lima tahun terakhir bukan berarti bahwa AS memperhatikan Syiria.
Ketika ditanya mengenai pernyataan Clinton, Assad mengatakan bahwa AS tidak bisa mendikte kebijakan Syiria. "Kamilah yang akan memutuskan cara-cara penanganan setiap permasalahan, dan kami tahu kepentingan kami," katanya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, P.J Crowley, mengatakan kepada para wartawan pada hari Kamis bahwa AS menginginkan Syiria untuk memainkan peranan yang lebih konstruktif di Timur Tengah. "Ada satu langkah yang harus diperjelas mengenai apa yang perlu dilakukan oleh Iran. Namun sayangnya tidak ada bukti megenai hal itu," katanya.
Presiden Barack Obama berkeinginan menjalin hubungan dengan Syiria, sebuah negara yang dipandang sebagai kunci perdamaian di Timur Tengah, namun dicap Departemen Luar Negeri AS sebagai negara sponsor "terorisme".
Mantan Presiden George W. Bush menarik duta besar untuk Syiria pada tahun 2005 setelah pembunuhan mantan perdana menteri Libanon, Rafik Hariri. Para pendukungnya menuding Syiria berada di balik pembunuhan tersebut, namun Syiria membantahnya.
Kata-kata keras Assad pada hari Kamis mengindikasikan bahwa AS tidak punya pengaruh terhadap Syiria, seperti yang dikira negara tersebut selama ini, kata Joshua Landis, seorang profesor Amerika, pakar masalah Syiria yang memiliki blog bernama Syiria Comment.
Assad mulai membongkar peninggalan sosialis ayahnya sejak menjabat pada tahun 2000. Assad melonggarkan kekangan terhadap sektor perbankan dan berusaha menarik investor asing, serta mendorong kemajuan pariwisana serta pendidikan.
Assad juga mengharapkan bantuan AS dalam mendongkrak ekonomi Syiria serta mediasi AS dalam pembicaraan damai dengan Israel.
Berbicara di hadapan anggota dewan di Washington, Clinton mengatakan bahwa penunjukan Robert Ford menandakan adanya "sedikit keterbukaan" terhadap Syiria. Namun Clinton menambahkan bahwa Washington tetap bermasalah dengan dukungan Syiria untuk kelompok-kelompok gerilyawan di Irak dan lokasi lainnya.
Kunjungan Ahmadinejad dilakukan di tengah meningginya ketegangan AS dengan Iran seputar program nuklir negara tersebut. AS dan sekutunya yakin bahwa Iran diam-diam mengembangkan senjata nuklir di balik kedok program energi nuklir, namun Iran membantah tudingan itu.
Assad menyebut posisi AS terhadap Iran sebagai contoh kolonialisme baru di Timur Tengah. Meski berupaya merangkul Syiria, Washington belum mau mencabut sanksi terhadap Damaskus, yang awalnya dijatuhkan oleh Bush dan diperbaharui Obama pada bulan Mei lalu.
Dukungan ekonomi dan politik dari Iran membuat Syiria mampu bertahan dari sanksi dan isolasi internasional.
Sarkis Naoum, editor politik harian Beirut, An-Nahar, mengatakan bahwa hubungan kedua negara akan berkembang dan semakin dalam. "Syiria mendapatkan dukungan dari Iran, Iran membantu Syiria menjaga keberlangsungan rezimnya. Kebijakan Obama (untuk merangkul Syiria) masih belum menunjukkan hasil. (dn/an) www.suaramedia.com
- Paranoid, Israel Jadikan Penduduknya "Pasukan Bertopeng"
- Komite Irak Rencana Tumbangkan Ratusan Perwira Saddam
- Saingi Mubarak, ElBaradei Siap Bawa Perubahan Mesir
- Ratusan Polisi Israel Menyerbu Masjid Al-Aqsa
- Yahudi Peringati Hari Kematian "Pahlawan" Pembantai Palestina














