"Lembaga pertahanan sipil telah meminta kantor pos di Israel untuk mulai mendistribusikan masker-masker gas dalam rangka uji coba kepada para penduduk Or Yehuda," kata seorang juru bicara militer Israel kepada AFP, merujuk pada nama sebuah wilayah di dekat Tel Aviv.
"Lambat laun, berdasarkan pelajaran yang dipetik dalam operasi ini, dan sejalan dengan keputusan pemerintah Israel, pembagian masker-masker tersebut akan dilakukan kepada seluruh (7 juta) penduduk," tambahnya.
Uji coba tersebut akan dilakukan selama enam hari, sebelum kemudian menyebar ke Kiryat Ono dan wilayah-wilayah lain di sekelilingnya, kata Avi Hochman, CEO dan presiden Israel Postal Company. Kementerian Pertahanan Israel memberikan kontrak proyek tersebut kepada kantor pos Israel, kata Hochman, yang mengatakan bahwa proyek tersebut menyertakan teknologi tercanggih dan infrastruktur logistik.
Pada tanggal 5 Januari, pemerintah menetapkan keputusan untuk mendistribusikan delapan juta masker gas baru untuk setiap warga Israel. Dan keputusan tersebut berlaku efektif pada tahun 2013 mendatang.
Surat kabar Haaretz menyebutkan bahwa awalnya, rencana penyebaran topeng gas tersebut hanya akan dilakukan terhadap 60 persen penduduk. Namun, pemerintah Israel kemudian memutuskan untuk memperluas penyebaran topeng menjadi untuk masing-masing warga.
Israel memang sejak dulu khawatir terhadap kemungkinan penggunaan senjata kimia atau biologis jika terjadi konflik dengan Iran atau Syiria, namun, para pejabat pemerintahan bersikeras bahwa distribusi masker-masker tersebut tidak ada hubungannya dengan ancaman dalam waktu dekat.
Israel acapkali melakukan latihan pertahanan dalam beberapa tahun terakhir. Pekan lalu, Israel melakukan latihan perang untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan dari Libanon atau Syiria.
Pada bulan Oktober tahun lalu, Israel dan AS melakukan latihan udara gabungan terbesar dalam sejarah keduanya untuk merespon kemungkinan serangan peluru kendali.
Israel pernah mendistribusikan masker gas dan penawar racun menjelang awal Perang Teluk pada tahun 1990. Israel kembali memerintahkan penyiapan masker untuk mengantisipasi kemungkinan penggunaannya dalam invasi AS ke Irak pada tahun 2003.
Tiga tahun lalu, Israel menarik topeng-topeng tersebut karena ada sejumlah kompenen yang dianggap sudah kadaluarsa dan tidak dipergunakan para penduduk ketika AS melakukan invasi Irak.
Dua tahun lalu, dalam masa pemerintahan Ehud Olmert, Israel memutuskan untuk mendistribusikan ulang topeng gas tersebut, namun tidak ada dana untuk mendukung keputusan tersebut.
Home Front Command mengatakan bahwa pihaknya dapat menyediakan topeng untuk 60 persen populasi Israel.
Namun, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Anggota Knesset, Matan Vilnai, yang mengelola Home Front, mengatakan bahwa program distribusi tersebut (4,5 juta topeng dalam waktu tiga tahun) masih kurang. Para penasihat hukum mengemukakan bahwa mempertahankan kebijakan yang tidak mempertimbangkan keselamatan seluruh penduduk secara setara akan sulit dilakukan.
Sebagian besar topeng yang masih ada dikumpulkan, diperbaiki dan diperbaharui. Proses distribusi topeng tersebut diperkirakan memakan waktu tiga tahun.
Para penduduk Israel yang masih belum mengembalikan masker lama mereka diminta untuk melakukan hal tersebut setelah menerima topeng gas baru. (dn/ay/ap/in/hz) www.suaramedia.com
- "Israel Takkan Berhasil Perbaiki Citra Di Mata Dunia"
- Dubai Terapkan Pelacakan Suara Wisatawan Israel Di Bandara
- Nasrallah: Kedutaan AS Mata-Matai Libanon Untuk Israel
- Dubai: Komplotan Pembunuh Mabhouh Bersembunyi Di Israel
- Hamas Desak Arab - Muslim Selamatkan Masjid Al-Aqsa














