Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, memperingatkan bahwa meningkatnya upaya Israel tersebut ada hubungannya dengan skema berbahaya Zionis untuk meYahudikan kota Yerusalem terjajah dan menghancurkan Masjid Al-Aqsa.
Barhoum menambahkan bahwa Israel sudah sejak lama memulai skema busuk tersebut, ketika negeri Zionis tersebut semakin meningkatkan aktivitas pemukiman Yahudi ilegal, mengusir rakyat Palestia dan menghancurkan rumah-rumah mereka, mencabut kartu identitas mereka, masuk dan menodai Masjid Al-Aqsa dan melakukan Yahudisasi terhadap nama-nama jalan di kota suci tersebut.
Barhoum menegaskan, serangan-serangan terbaru Israel terhadap Al-Aqsa, Yerusalem dan para penduduknya dilakukan untuk mewujudkan yang pernah dideklarasikan perdana menteri Israel, untuk mewujudkan terciptanya "negara Yahudi".
Juru bicara Hamas tersebut mengatakan, sikap acuh dunia Arab dan Muslim terhadap kebiadaban di kota suci tersebut, ditambah dengan persekongkolan pemerintah Palestina, semakin membuat Israel berani melakukan penistaan terhadap Masjid Al-Aqsa.
Dalam sebuah pernyataan pers, sekretaris jenderal dewan legislatif Palestina (PLC), Mahmoud Al-Ramahi, pada hari Minggu memperingatkan bahwa serangan-serangan Israel terhadap situs-situs suci Islam di Yerusalem da Tepi Barat akan membangkitkan Intifada ketiga untuk melawan Israel.
Ramahi menambahkan, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel semakin menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kemerosotan dan ketidakstabilan. Ia mendesak rakyat Palestina di Yerusalem untuk mempertahankan Al-Aqsa dari serangan pemukim Yahudi dan pasukan Israel.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, PLC mengatakan bahwa kerjasama pemerintah Palestina dan Israel terhadap rakyat Palestina dan gerakan perlawanan di Tepi Barat semakin mendorong para pemukim Israel untuk meningkatkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa.
PLC juga menuding pemerintahan AS dan negara-negara Eropa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, karena dukungan tiada henti yang mereka berikan kepada Israel dan sikap mereka yang membisu terhadap aktivitas pemukiman ilegal dan Yahudisasi kota suci tersebut.
Kepala institusi internasional Al-Quds, Ahmed Abu Halabiya, pada hari yang sama mengatakan, keberhasilan para pemukim Israel merangsek masuk halaman Masjid Al-Aqsa untuk melakukan ritual Yahudi semakin menunjukkan ketidakmampuan dunia Arab dan Muslim.
Abu Halabiya mendesak para peziarah Palestina yang beribadah di dalam Masjid Al-Aqsa untuk melanjutkan ketabahan mereka dan tidak menyerah. Ia juga menyerukan kepada rakyat Yerusalem dan tanah 1948 untuk berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Aqsa dan memberikan dukungan kepada saudara-saudara mereka.
Anggota Parlemen Jamal Al-Khudari, kepala komite penentang pengurungan Israel, mengatakan bahwa Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa berada dalam keadaan kritis dan menghadapi saat-saat yang sulit.
Mengenai semakin meningkatnya serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, Khudari menyerukan kepada KTT Arab yang akan dihelat di Libya pada akhir bulan ini untuk menempatkan isu Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di daftar teratas agenda konferensi.
Menurut Khudari, para pemimpin dunia Arab harus mengambil tindakan nyata untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dari pelanggaran yang dilakukan Israel.
Komisi Islam-Kristen pendukung Yerusalem dan situs-situs suci mengecam pasukan penjajah Israel (IOF) karena telah menyerbu Masjid Al-Aqsa untuk memuluskan langkah para pemukim ilegal guna menjalankan ritual Yahudi di halaman masjid.
Dalam sebuah penyataan, komisi tersebut mengatakan bahwa IOF mengurung gerbang Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem serta menguba kota suci tersebut menjadi area tertutup.
Komisi tersebut memperingatkan bahwa rencana Israel untuk menghubung-hubungkan situs suci Islam dengan festival religius Yahudi, seperti yang terjadi terhadap dua masjid di Tepi Barat, merupakan bagian dari upaya persiapan pengendalian penuh situs-situs suci tersebut.
Dalam sebuah insiden terkait, sejumlah saksi mata Palestina pada hari Minggu melaporkan bahwa otoritas penjajah Israel (IOA) melanjutkan penggalian di wilayah Ras Al-Amud da di dekat wilayah Gua Solomon dengan tujuan untuk membuka jalan yang hanya dipergunakan oleh pada pemukim, mereka mengatakan bahwa keberadaan jalan tersebut semakin membatasi pergerakan warga Palestina di Kota Tua.
Warga Yerusalem memperingatkan bahwa kediaman mereka dapat dihancurkan atau dirampas kapan saja akibat penggalian yang terus dilakukan Israel.
Sementara itu, Dewan Persatuan Dagang di Yordania merasa cemas karena Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab karena tidak menggelar pertemuan darurat untuk membahas tindakan Israel di kota suci.
Dewan tersebut menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Arab untuk menggelar pertemuan darurat dan membahas langkah antisipasi terhadap kemungkinan perang baru Israel. Dewan tersebut juga mendesak negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam untuk menjauhi hubungan dengan Israel. (dn/pic/Click Video Dari Kantor Berita Reuters) www.suaramedia.com
- Iran Beberkan "Kebiasan" Ketua Pengawas Nuklir PBB
- "Israel Takkan Berhasil Perbaiki Citra Di Mata Dunia"
- Dubai Terapkan Pelacakan Suara Wisatawan Israel Di Bandara
- Nasrallah: Kedutaan AS Mata-Matai Libanon Untuk Israel
- Dubai: Komplotan Pembunuh Mabhouh Bersembunyi Di Israel














