Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Nasrallah: Kedutaan AS Mata-Matai Libanon Untuk Israel

E-mail Cetak PDF

BEIRUT (Berita SuaraMedia) – Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, memperingatkan bahwa kedutaan Amerika Serikat di Beirut turut terlibat dalam aktivitas spionase rezim Zionis Israel. Nasrallah mengingatkan bahwa kerja sama (kedutaan AS dan Israel) dapat berujung pada kehancuran Libanon.

"Kedutaan besar AS mengirimkan surat-surat kepada para menteri dan pasukan keamanan untuk menghimpun informasi," kata Nasrallah via tayangan video kepada para pendukungnya yang berkumpul di markas Hizbullah, sebelah selatan pinggiran kota Beirut.

"Hal ini amat berbahaya, karena telah melanggar kedaulatan Libanon, namun ada pula bahaya lainnya."

"Karena informasi strategis dan persekutuan antara AS dan Israel, maka informasi yang dihimpun melalui permintaan-permintaan semacam itu, seperti jaringan mata-mata, sampai ke tangan Israel."

"Dengan kata lain, (AS) memberikan informasi kepada Israel, dan kami harap tidak ada warga negara Libanon yang terlibat dalam hal ini," kata Nasrallah.

"Segala macam informasi yang dihimpun oleh kedutaan besar AS di Beirut sampai ke tangan Israel. Dalam hal ini, yang kita bahas bukanlah kedutaan besar asing seperti pada umumnya, yang mengumpulkan informasi untuk pemerintahannya sendiri," kata Nasrallah.

"Namun, lain cerita dengan kedutaan Amerika di Beirut," tambah Sekretaris Jenderal Hizbullah tersebut pada hari Minggu.

"Apa yang diperoleh kedutaan AS dan sampai ke tangan Israel, informasi dan segala hal yang didapatkan, dapat mengarah pada penghancuran Libanon. Hal itu membantu Israel untuk memahami apa yang tengah berlangsung di Libanon, mereka bisa memanfaatkan informasi tersebut untuk melawan Libanon dan melakukan balas dendam terhadap negara kita," tambahnya.

"Lalu apa bedanya jaringan mata-mata, yang memberikan informasi secara langsung, dengan memberikan informasi melalui pihak ketiga, seperti kedutaan AS yang memberikan informasi kepada Israel?" tanya Nasrallah.

Permintaan AS untuk mendapatkan data rahasia sektor telekomunikasi Libanon membuat para anggota parlemen dan pejabat tinggi Libanon menggelar pertemuan darurat pada hari Senin, hal tersebut dilakukan setelah media-media setempat menuding Washington memata-matai Libanon.

Permohonan kedutaan AS di Libanon tersebut diajukan pada bulan April tahun lalu, namun permohonan tersebut ditolak oleh menteri energi Libanon kala itu, Jibran Bassil.

Pada hari Senin, Bassil mengatakan kepada AFP bahwa memang benar dirinya pernah menolak permohonan kedutaan AS untuk mendapatkan "informasi sangat terperinci mengenai penyedia layanan telepon seluler di Libanon, termasuk lokasi stasiun, antena dan berbagai informasi teknis lainnya."

Para pejabat kedutaan AS bungkam ketika ditanyai mengenai masalah tersebut.

Nasrallah juga mendesak agar warga Libanon yang terbukti menjadi mata-mata untuk Israel dalam serangkaian persidangan yang digelar beberapa bulan terakhir untuk dijatuhi hukuman gantung.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, dan kembali saya tegaskan hari ini, hukum mati saja para mata-mata itu. Mereka seharusnya dihukum gantung, bukan hanya dipenjara seumur hidup."

Gerakan Hizbullah memerangi Israel dalam upaya Zionis untuk menyerbu Libanon pada tahun 2000 dan 2006. Dalam perang kedua Israel - Hizbullah, yang dikenal dengan sebutan Perang 33 Hari, sekitar 1.200 orang warga Libanon dihabisi, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil. (dn/pv/af) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon