Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Ramat Gan, Lieberman juga mengatakan bahwa investigasi mengenai dirinya merupakan sebuah hal yang "tidak berdasar". Lieberman juga kembali menyerang kepolisian Israel melalui media.
Pada hari Selasa (02/03) Lieberman ditanyai oleh polisi atas kecurigaan telah menerima informasi rahasia dari mantan duta besar Israel untuk Belarusia, Zeev Ben-Aryeh, yang pada bulan Agustus 2008 diminta oleh Polisi Israel dan Unit Lahav 433 untuk meloloskan permintaan bantuan kepada aparat penegak hukum di Belarusia, sebagai bagian dari investigasi terhadap kasus Lieberman.
Permintaan tersebut, yang dikirimkan ke kedutaan di Minsk melalui Kementerian Kehakiman, mengandung informasi rahasia mengenai rincian rekening bank dan sejumlah individu di Belarusia.
"Hal ini tidak akan menghasilkan apa-apa," kata Lieberman pada hari Kamis petang. "Semua (tuduhan itu) tidak memiliki dasar. Hal itu tidak akan mengakibatkan apa-apa di masa mendatang."
Menteri Luar Negeri Israel tersebut mengatakan bahwa investigasi terbaru ditujukan untuk menekan jaksa agung dan para jaksa pemerintah serta menciptakan opini publik yang memusuhi dirinya.
Jaksa Agung Yehuda Weinstein dan para jaksa pemerintahan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan mendatang harus mengambil keputusan, apakah akan mendakwa Lieberman atau tidak.
Pada bulan Agustus 2009, kepolisian Israel mengatakan bahwa sudah terkumpul barang bukti untuk menjerat Lieberman atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan jabatan, menghalang-halangi proses penegakan hukum, penyerangan terhadap para saksi mata dan pencucian uang jutaan shekel dengan mempergunakan rekening bank dan perusahaan palsu.
Dalam konferensi persnya, Lieberman mengatakan bahwa "Polisi memiliki hak untuk menanyai figur publik manapun. Namun, yang tidak bisa diterima adalah, saya tidak diperkenankan menyampaikan versi saya sendiri (mengenai kasus tersebut). Tapi, setelah saya ditanyai, setiap rinciannya dirilis (polisi kepada media) dengan dipelintir, setiap dua jam sekali."
Lieberman menuding polisi telah menyuplai media dengan informasi bias "secara sistematis". Ia juga mempertanyakan laporan berita yang menyebutkan bahwa pernyataan pers kepolisian yang dirilis pada hari Selasa dan berisi rincian dugaan tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya oleh polisi, jaksa penuntut dan jaksa agung. Menurutnya, informasi tersebut dirilis hanya berdasarkan inisiatif polisi saja.
"Tidak ada yang memberikan izin kepada polisi untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Tujuannya adalah untuk menyesatkan publik," kata Lieberman.
Sumber-sumber kepolisian dalam beberapa hari terakhir membantah tudingan Lieberman. Kepada Jerusalem Post, mereka mengatakan bahwa investigasi tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai fakta.
"Tidak benar jika dikatakan ada pembocoran kepada media. Ketika proses investigasi mencapai titik tertentu, sebuah pernyataan dirilis (kepada media). Masyarakat berhak tahu mengenai figur publik yang kami tanyai," kata seorang sumber kepolisian pekan ini.
Lieberman mengatakan bahwa dirinya sebetulnya ingin membahas dugaan-dugaan yang diarahkan kepada dirinya, namun secara hukum ia tidak dapat melakukan hal itu.
"Tapi, di sisi lain, mereka terus saja menciptakan opini publik yang negatif untuk menyerang saya," pungkas Lieberman. (dn/jp) www.suaramedia.com
- Iran Halangi Keluarga Tokoh Anti-ahmadinejad Keluar Negeri
- Ahmadinejad: Serangan 9/11 Rekayasa Bush!
- Salah: Al Aqsa Belum Hadapi Serangan Terburuk israel
- "Kekerasan Al-Aqsa Adalah Jawaban Israel Atas Tawaran Damai"
- Syiria: Israel Jatuhkan Benda Asing Untuk Merekayasa Nuklir














