Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Salah: Al Aqsa Belum Hadapi Serangan Terburuk israel

E-mail Cetak PDF

YERUSALEM (Berita SuaraMedia) – Sheikh Raed Salah, pemimpin Gerakan Islam di tanah pendudukan Yerusalem, pada hari Jumat (05/03) memperingatkan bahwa langkah Israel selanjutnya terhadap Masjid Al Aqsa akan menjadi yang paling berbahaya.

"Terlepas dari kegawatan atas apa yang kita lihat menimpa Masjid Al Aqsa, pendudukan Zionis sedang bersiap untuk aksi yang lebih serius," ujar Sheikh Salah.

Pimpinan Gerakan Islam itu menjelaskan bahwa pendudukan Israel akan mengumumkan di pertengahan Maret pembukaan apa yang disebut reruntuhan kuil di dekat Masjid Al Aqsa sebagai permulaan penghancuran Masjid dan pembangunan kuil tersebut di atas puing-puingnya.

Ia juga meminta Otoritas Palestina untuk membiarkan orang-orang Tepi Barat memainkan peran mereka dalam mempertahankan Masjid Al Aqsa.

Dalam konteks yang sama, lembaga internasional Al Quds mengatakan pada hari Jumat bahwa polisi Israel sengaja menerobos masuk ke dalam Masjid memulai bentrokan dengan warga Palestina, menegaskan bahwa mereka berniat melaksanakan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintahan mereka yang menyerukan pembagian Masjid antara kaum Muslim dan Yahudi di tahun 2010.

"Penerobosan berturut-turut itu membuktikan bahwa polisi pendudukan mengadopsi kebijakan kumulatif untuk menguasai Masjid Al Aqsa dengan seluruh halamannya," lembaga itu menegaskan.

Serangan polisi terhadap Masjis Al Aqsa terjadi tahun lalu dan di tahun ini pada tanggal 28 Februari ketika polisi  mengambil alih kendali penuh halaman Masjid dan membiarkan para pemukim berjalan-jalan di halaman dan melakukan ritual aneh mereka dengan bebas.

Pemerintah Palestina di Gaza pada hari Jumat mengecam serangan Israel terhadap jamaah Palestina di Yerusalem dan kota Al Khalil sebagai sebuah pembunuhan massal dan menyerukan kepada bangsa Arab dan Muslim untuk bergerak melindungi situs suci mereka.

Juru bicara pemerintah Taher Al Nunu mengatakan bahwa pemerintah kini sedang menindaklanjuti eskalasi Israel terhadap situs-situs suci Islam di Yerusalem dan Tepi Barat yang mengakibatkan terlukanya banyak warga Palestina.

Al Nunu meminta komunitas internasional dan lembaga-lembaga aktifnya terutama PBB dan Dewan Keamanan untuk segera beraksi membatasi Israel dan menghentikan agresinya terhadap rakyat Palestinda dan situs-situs suci mereka.

Awal Januari lalu, dalam sebuah wawancara dengan PIC, Salah mengatakan bahwa keretakan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan jalanan kota Yerusalem terjajah merupakan akibat dari penggalian yang terus dilakukan Israel di bawah masjid tersebut, sebuah hal yang menjadi ancaman serius bagi masjid tersebut.

"Saya merasa khawatir dengan rencana Israel untuk membangun sebuah sinagog di dekat Buraq plaza, mereka berniat menyelesaikannya pada bulan Maret tahun ini. Jika sudah terealisasi, saya yakin bahwa hal tersebut akan menjadi permulaan dari pembangunan sinagog yang lebih besar dan mengorbankan Masjid Al-Aqsa," kata Salah.

Salah juga menuding penjajah Zionis tengah berencana untuk membelah Masjid Al-Aqsa, menjadi dua bagian, untuk Muslim dan Yahudi, Israel berencana melakukan hal tersebut dengan kekuatan militer, dengan cara yang sama ketika mereka membelah Masjid Ibrahimi di kota Al-Khalil (Hebron) pada tahun 1994 lalu.

Selain itu, ada rencana untuk merubah sejumlah tempat ibadah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsam termasuk Masjid Marwani dan Buraq menjadi sinagog.

"Memang benar, kampanye Israel dalam melakukan penghancuran rumah-rumah Palestina di Yerusalem dan memaksa warga Palestina angkat kaki dari Yerusalem adalah bagian dari skema Israel untuk melakukan Yahudisasi terhadap kota tersebut serta memastikan kaum Yahudi menjadi penghuni mayoritas Yerusalem," kata Salah.

Sementara itu, pada bulan April tahun lalu, Yayasan pelestarian dan amal Aqsa mengungkapkan rencana Israel untuk mengepung Masjid al-Aqsa dengan lebih dari 50 buah sinagog dan lusinan pusat keamanan dan militer Israel sebagai langkah pendahuluan untukmembelah kompleks masjid Aqsa untuk Muslim dan Yahudi dan kemudian membangun kuil Yahudi.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di hotel Ambassador di Yerusalem terjajah, yayasan Aqsa mengatakan bahwa pihaknya memonitor dan mendokumentasikan lusinan sinagog dan wilayah-wilayah yang dipersiapkan untuk menjadi pos terluar pemukiman Yahudi untuk mengelilingi Masjid Aqsa sesegera mungkin.

Yayasan tersebut memutar sebuah film berjudul "Sinagog mengepung Masjid Al-Aqsa" yang berisikan rekaman video dan kesaksian dari sejumlah penduduk dan peneliti yang mengungkapkan kebenaran mengenai skema pemukiman pendudukan Yahudi yang dibangun di Kota Tua dan daerah di sekitar Masjid.

(rin/pic/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon