Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Beragam Tanda Tanya Dalam Kasus Pembunuhan Al Mabhouh

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) – Jika ada momen penanda dalam rencana untuk membunuh Mahmoud Al Mabhouh, maka itu mungkin adalah ketika ia naik lift dari lobi hotel ke kamar nomor 230.

Sang komandan Hamas dan seorang wanita pegawai hotel masuk ke dalam lift dan, sesaat sebelum pintu tertutup, dua pria masuk.

Mereka terlihat seperti wisatawan lainnya yang datang untuk menikmati sinar matahari musim dingin Teluk Persia: celana pendek baggy, raket tenis, sepatu kets, dan topi bisbol. Al Mabhouh masih mengenakan jaket musim dinginnya dalam perjalanan dari Damaskus ke Dubai, hampir tanpa melirik keduanya samasekali.

Namun kepolisian Dubai mengatakan bahwa ia bersenggolan bahu dengan dua anggota tim pengintai yang membuntutinya untuk mengidentifikasi kamarnya di hotel Al Bustan Rotana. Beberapa jam kemudian para pembunuh mendobrak masuk, membiusnya dengan suntikan dan kemudian menghabisinya dengan sebuah bantal yang digunakan untuk membungkam mukanya. Kepala polisi Dubai, Letnan Jenderal Dahi Khalfan Tamim, mengatakan bahwa pembunuhan itu 99%, jika tidak 100%, dilakukan oleh agen rahasia Israel, Mossad.

Taktik itu mungkin terlihat kuno: penyamaran sederhana seperti wig, misi pengintaian selama beberapa bulan dan sebuah bantal hotel sebagai senjata pembunuh. Namun, mereka sangat modern dalam satu hal penting. Semuanya diungkapkan dalam situs-situs internet dan jejaring sosial seperti Facebook dan Youtube, semuanya kecuali pembunuhan itu sendiri.

Mungkin tidak ada pembunuhan politis lainnya yang diperlihatkan ke publik secepat dan selengkap ini, sebuah testimoni terhadap kemajuan teknologi pengintaian dan dunia yang semakin terhubung.

Peristiwa-peristiwa kunci seputar pembunuhan tanggal 19 Januari tertangkap oleh kamera keamanan hotel. Jasadnya ditemukan keesokan harinya, namun beritanya tidak dipublikasikan hingga sembilan hari kemudian. Kemudian otoritas Dubai merilis bukti-bukti untuk mempermalukan Israel, yang bersikukuh tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab namun menyambut baik pembunuhan itu, mengklaim bahwa Al Mabhouh adalah link utama dalam penyelundupan senjata ke Gaza.

Tuduhan itu didasarkan pada sejumlah petunjuk: paspor palsu yang beberapa di antaranya terkait dengan pencurian identitas di Israel; kartu kredit dengan nama-nama alias dari bank-bank di Jerman hingga ke sebuah kota kecil di Iowa; serta kaset-kaset pengintaian.

Penyorotan itu menempatkan Israel pada posisi defensif. Mereka diminta menjelaskan kepada warga negaranya sendiri yang identitasnya telah dicuri, juga kepada pemerintah negara-negara yang paspornya disalahgunakan.

Perkara itu telah meninggalkan serangkaian misteri di seluruh Timur Tengah.

Jika Mossad yang berada di baliknya, apakah mereka melakukannya sendirian?

Seberapa parah kerusakan yang diderita oleh agensi itu dengan dipublikasikannya metode-metode mereka ke dunia? Telah ada kritik bahkan di dalam Israel. "Pembunuhan terakhir dalam jenisnya," bunyi sebuah kepala berita di koran Haaretz, mengindikasikan telah berakhirnya era operasi rahasia.

Apakah anggota tim pembunuh memaksakan keberuntungan mereka? Apakah mereka pikir peluang mereka untuk teridentifikasi terlalu kecil? Apakah itu penyesatan yang disengaja, atau peringatan ringan yang terselubung bagi musuh-musuh lainnya? Ajudan Al Mabhouh, Mohammed Nassar mengatakan bahwa atasannya terlibat dalam penyediaan senjata untuk Hamas, menimbulkan spekulasi di media Israel bahwa ia sedang menuju ke arah pembicaraan kesepakatan senjata yang baru dengan Iran.

"Ada banyak sekali pertanyaan yang harus dijawab," ujar Mustafa Alani, kepala studi keamanan di Pusat Penelitian Teluk di Dubai. "Apa yang sedikit jelas adalah bahwa seseorang meremehkan polisi Dubai."

Salah satu dari pertanyaan itu adalah mengapa butuh waktu 10 hari untuk mempublikasikan sebuah pembunuhan. Yang lainnya adalah Al Mabhouh, salah satu pendiri sayap militer Hamas, berhasil lolos dari tiga upaya pembunuhan sejak tahun 1991. Jadi mengapa ia pergi ke Dubai sendirian?

Beragam pertanyaan masih menggantung tanpa jawaban yang jelas. (rin/yh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon