Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Pemilu Akan Bikin AS Lengah Atas Konflik Timur Tengah

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Israel memprediksi hanya sedikit perhatian yang akan diberikan AS ke dalam proses perdamaian dengan Palestina menjelang pemilu kongres di negara Paman Sam pada bulan November.

"Dalam penilaian kami, tahun ini pemerintah akan fokus pada isu-isu domestik yang diperkirakan akan menentukan hasil pemilihan kongresional," ujar surat kabar Israel, Haaretz, mengutip memo internal kementerian luar negeri.

"Seperti itu, dan karena adanya kesulitan dalam meraih pencapaian yang signifikan dalam proses perdamaian, dapat kami simpulkan bahwa fokus pemerintah pada isu ini akan terbatas," bunyi memo itu.

Kementerian luar negeri menolak untuk berkomentar atas laporan tersebut.

Israel dan Palestina tampak akan segera meluncurkan negosiasi perdamaian tak langsung yang dimediasi oleh utusan Timur Tengah George Mitchell, yang tiba di kawasan tersebut pada hari Senin (06/03).

Wakil Presiden AS Joe Biden juga diharapkan akan mengunjungi Israel dan wilayah Palestina akhir minggu ini, mengindikasikan peningkatan upaya AS untuk meluncurkan pembicaraan damai yang dihentikan oleh Palestina ketika Israel melancarkan serangan mematikan terhadap Gaza di bulan Desember 2008.

Memo kementerian luar negeri itu memperkirakan bahwa Washington akan condong ke arah Palestina namun mengatakan belum mengumumkan sudut pandangnya atas isu paling sulit dari konflik tersebut, termasuk Yerusalem, perbatasan negara, dan pengungsi Palestina.

"Sejumlah pernyataan Amerika baru-baru ini mengarah pada pengadopsian kata-kata yang sejalan, bahkan jika hanya sebagian dan  hati-hati, dengan permintaan Palestina terkait kerangka kerja dan struktur organisasi," bunyi memo itu, menurut Haaretz.

"Meski demikian, pemerintah kini memastikan untuk menghindari berkomentar mengenai posisinya atas isu-isu utama."

Pembicaraan antara kedua pihak diharapkan akan berlangsung selama empat bulan. Palestina terus bersikukuh bahwa mereka tidak akan melakukan pembicaraan langsung tanpa adanya penghentian sepenuhnya ekspansi pemukiman Israel.

Pada hari Minggu (07/03), Palestina setuju untuk melakukan pembicaraan damai tak langsung dengan Israel.

Yasser Abed Rabbo, seorang pejabat senior dalam Organisasi Pembebasan Palestina, mengumumkan bahwa Palestina akan memulai pembicaraan yang dimediasi oleh AS itu namun memperlihatkan skpetisisme besar terhadap prospek keberhasilannya.

"Pemimpin Palestina telah memutuskan untuk memberikan kesempatan bagi usulan Amerika untuk mengadakan pembicaraan tak langsung antara Palestina dan Israel," ujar Abed Rabbo.

Namun ia menyebutkan daftar pelanggaran Israel terhadap kesepakatan sebelumnya yang menurutnya akan membuat negosiasi langsung menjadi mustahil dan dapat menggagalkan pembicaraan tak langsung.

Abed Rabbo mengatakan bahwa pembicaraan tak langsung akan terbatas selama empat bulan seperti yang diusulkan oleh menteri-menteri Arab dan harus fokus dulu pada perbatasan akhir.

"Posisi Arab jelas. Jika tidak ada perkembangan nyata dalam empat bulan, terdapat berbagai opsi, termasuk menghadap langsung ke Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Pemerintah Palestina telah mengekspresikan keraguannya terhadap pembicaraan itu sebelum pertemuan PLO.

"Kami rasa tidak mungkin negosiasi tak langsung dengan pemerintahan Netanyahu akan berhasil," ujar pejabat senior Fatah, Azzam Al Ahmad.

"Namun kami ingin memberikan kesempatan pada pemerintahan AS untuk meneruskan upayanya," ujar Ahmad. (rin/me) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon