Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Tim Khusus PBB Lacak Warisan Perang Israel Di Gaza

E-mail Cetak PDF

GAZA (Berita SuaraMedia) – Lebih dari setahun setelah berakhirnya Operation Cast Lead, sebuah unit khusus penjinak bom PBB pada hari Rabu memasuki Jalur Gaza untuk menyingkirkan artileri belum meledak yang tertinggal dari operasi tersebut.

Juru bicara pasukan pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa Kepala Staf letnan Jenderal Gabi Ashkenazi telah menyetujui unit khusus itu masuk ke Jalur Gaza. Sementara Koordinator Aktivitas Pemerintah di Wilayah tersebut, Brigadir Jenderal Eitan Dangot, akan mengkoordinasi dan membantu tim untuk masuk melalui penyeberangan Erez di utara Gaza.

"Operasi ini akan memakan waktu beberapa bulan, dan tujuan utamanya adalah mencegah warga sipil terluka. Beberapa ledakan mungkin akan terdengar di seluruh Gaza selama aktivitas ini," ujar juru bicara unit.

Di bulan April 2009, Palestina melaporkan empat remaja terluka oleh sebuah ledakan dari artileri tua IDF di kawasan Zeitoun, timur Gaza.

Salah satu dari mereka terluka parah, satu lagi menderita luka medium dan yang lainnya luka ringan.

Di lain pihak, Israel mengatakan pada hari Senin (8/3) bahwa pihaknya juga telah mengijinkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon dan kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton masuk ke Jalur Gaza dalam kunjungan terpisah.

Juru bicara Ashton dengan hati-hati menyambut pengumuman itu. "Benar bahwa Israel sejauh ini telah bereaksi terhadap permintaan ini," ujarnya.

Israel telah menutup ketat perbatasan Gaza sejak pemerintah terpilih Hamas mengambil kendali penuh wilayah itu di tahun 2007. Pada akhir 2008 Israel juga meluncurkan sebuah serangan terhadap wilayah tersebut yang menewaskan lebih dari 1,400 warga Palestina, termasuk 420 anak-anak dan melukai lebih dari 5,300 lainnya.

Di bulan Desember Israel mencekal delegasi anggota parlemen Eropa memasuki Gaza setelah awalnya mengijinkan kunjungan itu.

Namun, Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin berhasil masuk melalui Mesir di bulan Februari setelah ditolak permintaan ijinnya oleh Israel.

Di New York, Ban Ki-Moon juga menegaskan bahwa ia akan menghadiri sebuah pertemuan dengan kuartet internasional perantara perdamaian Timur Tengah (Uni Eropa, Rusia, PBB, dan AS) di Moskow pada tanggal 19 Maret.

Ban mengatakan bahwa PBB akan memberikan kesempatan pada Kuartet untuk menilai dan mendorong dimulainya kembali pembicaraan yang pada akhirnya akan mengarah pada negosiasi langsung antara kedua pihak.

Ban juga menegaskan bahwa ia berencana menghadiri konferensi Liga Arab di Libya pada tanggal 27 maret. (rin/yt/we) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon