Iklan tersebut memalsukan cuplikan yang kasar dari kamera pengawasan yang memperlihatkan aktor mengenakan penyamaran rumit.
Polisi Dubai merilis cuplikan yang menurut mereka menunjukkan pembunuh Mahmoud al-Mabhouh, beberapa berpakaian tenis, ketika mereka mengikutinya melalui hotelnya.
Dinas rahasia Israel secara luas diduga berada di belakang pembunuhan itu.
Tetapi pemerintah mengatakan tidak ada cukup bukti bahwa ada agen yang terlibat.
Dalam iklan untuk toko Mahsanei Kimat Hinam, pelanggan yang menyamar mondar-mandir di supermarket gang-gang. Baris terakhir adalah: "Kami menawarkan harga pembunuh".
Eksekutif periklanan Sefi Shaked mengatakan, kampanye ini diilhami oleh rekaman asli.
"Kami terpesona oleh teknik menggunakan kamera pengintai bukannya kamera produksi tinggi, dan peristiwa-peristiwa terbaru di Dubai telah memberikan kita kesempatan besar," katanya.
Seorang aktor yang mengenakan pakaian tenis seperti yang terlihat dalam rekaman Dubai menelusuri bagian makanan beku. Aktris yang mengenakan topi bertepi lebar meniru kebijakan Israel yang tidak membenarkan atau menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan, mengatakan ia "tidak bisa mengakui apa pun."
Dubai telah menuduh Israel melakukan pembunuhan, sebuah dugaan diperkuat oleh fakta bahwa banyak paspor Eropa yang dipalsukan yang digunakan dalam operasi menggunakan nama dan rincian hidup warga negara ganda di Israel. Beberapa negara warga negara Eropa yang paspornya digunakan telah dipanggil duta besar Israel untuk penjelasan dan telah mengirim penyelidik ke Israel.
"Parodi ini diambil dari apa yang terjadi di Dubai. Semua acara komedi televisi Israel telah melakukannya, jadi mengapa ktia tidak kita?" ia menambahkan.
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa "tidak ada bukti" keterlibatan Israel dalam pembunuhan pejabat senior Hamas oleh pasukan pembunuh yang menggunakan paspor palsu Eropa.
"Tidak ada bukti keterlibatan Israel dalam kasus ini, jika ada yang mampu membeberkan bukti apapun, di luar pemberitaan pers, kami pasti sudah memberikan tanggapan," kata Lieberman dalam sebuah pernyataan dari kantor Kementerian Luar Negeri.
"Tapi, karena tidak ada bukti nyata, maka kami tidak perlu memberikan tanggapan," tambahnya.
Tudingan terhadap rezim Zionis tersebut mengemuka setelah kepolisian Dubai merilis foto-foto dan informasi mengenai sebelas pemegang paspor Eropa yang membunuh komandan Hamas, Mahmoud al-Mabhouh, di kamar hotelnya pada bulan Januari lalu.
Diduga kuat, para tersangka adalah agen Mossad yang menggunakan paspor palsu Inggris, Irlandia, Perancis, dan Jerman, demikian kata kepolisian Dubai.
Polisi Dubai mengatakan bahwa mereka berusaha menangkap perdana menteri garis keras Israel dan kepala dari badan mata-mata atas pembunuhan seorang pejabat Hamas di sebuah kamar hotel di kota negara Teluk itu.
Pembunuhan itu secara luas dipersalahkan pada dinas intelijen Israel yang terkenal, Mossad.
kepala polisi Dahi Khalfan mengatakan dia telah mengeluarkan permintaan untuk surat perintah penangkapan karena ia kini yakin mereka memerintahkan pembunuhan pada Mahmud al-Mabhuh.
Netanyahu diduga telah menandatangani surat perintah pembunuhan Mabhouh. Pihak kepolisian Dubai mengatakan bahwa ancaman tersebut harus dipertimbangkan secara serius dan tidak diremehkan.
Dikatakan pula Netanyahu mengadakan pertemuan dengan para anggota tim pembunuh di markas Mossad sebelum tim tersebut berangkat ke Dubai untuk membunuh pemimpin Hamas. Demikian lapor Sunday Times pada hari Minggu (21/02).
Sunday Times, mengutip keterangan sebuah sumber yang dirahasikan identitasnya, mengatakan bahwa Meir Dagan, pemimpin Mossad mempersilakan Netanyahu untuk bertandang ke markas Mossad. Di markas tersebut, Meir Dagan memberi penjelasan singkat kepada Netanyahu tentang rencana untuk membunuh Mahmoud al-Mabhouh, pemimpin Hamas yang sedang menginap di sebuah hotel di Dubai. (iw/bbc/nbc) www.suaramedia.com
- Kasus Kekejaman Masa Lalu Buldoser Israel Kembali Dikuak
- Polisi Dubai: Banyak Mata-Mata Di Kawasan Teluk
- Gelar Pertemuan, Qatar Kecam Rencana Baru Israel Di Yerusalem
- Mesir: Timur Tengah Merasa Tertipu Perjanjian Nuklir
- " Mekkah – Madinah Tak Luput Dari Bahaya Zionis"














