Duta besar Mesir untuk PBB di Jenewa dan konferensi pelucutan senjata, Hisham Badr, mengatakan adanya kebencian yang meluas terhadap NPT, yang membentuk landasarn bagi upaya-upaya untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.
Perjanjian yang berada di pusat isu-isu seperti program nuklir Korea Utara dan Iran ini akan ditinjau ulang dalam sebuah konferensi yang akan digelar tanggal 3 hingga 28 Mei di New York sebagai upaya untuk memperkuatnya.
Di bawah NPT, kekuatan-kekuatan nuklir diharuskan melucuti persenjataan mereka sebagai ganti dari janji yang diberikan negara-negara lain untuk tidak membangun senjata nuklir. Hak untuk menggunakan energi nuklir dengan damai juga diabadikan namun berada di bawah pengawasan internasional.
Badr mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan nuklir gagal memenuhi janji mereka, sementara upaya untuk mewujudkan Timur Tengah yang bebas senjata nuklir terus tertunda.
"Kami di Timur Tengah merasa telah tertipu memberikan konsesi untuk janji-janji yang tidak pernah diwujudkan," ujar Badr dalam sebuah acara di Swiss untuk memperingati ulang tahun NPT yang ke-40.
Ia memperingatkan bahwa sebuah resolusi Timur Tengah penting untuk keberhasilan konferensi tinjauan dan masa depan perjanjian kontrol senjata itu.
"Ada kebencian yang meluas terhadap NPT di kawasan dan apa yang berusaha diraihnya, standar gandanya, dan kurangnya political will."
Negara-negara non-blok, yang saat ini dikepalai oleh Mesir, telah meminta Israel untuk secara resmi meninggalkan senjata nuklirnya.
Badr mengatakan cukup membingungkan bahwa menjelang konferensi New York, upaya-upaya terfokus pada penguatan kwajiban negara-negara non-senjata nuklir.
Konferensi tinjauan sebelumnya yang diadakan pada bulan Mei 2005 berakhir dengan ebrantakan, tanpa adanya kesepakatan.
Israel, sebagai satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, telah menolak untuk menandatangani NPT, begitu juga dengan India dan Pakistan, yang telah melakukan uji coba senjata. Korea Utara mengundurkan diri dari perjanjian pada tahun 2003 dan mulai melakukan uji coba nuklir dua tahun kemudian.
Sekitar 189 negara telah menandatangani NPT.
Israel telah dilaporkan menerima jaminan dari Presiden AS Barack Obama bahwa pemerintahannya tidak akan menekan mereka terhadap dugaan kepemilikan senjata nuklir mereka atau untuk menandatangani Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).
Dalam pertemuannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperoleh jaminan Presiden Obama bahwa Gedung Putih akan meneruskan kesepakatan rahasia yang telah berjalan 4 dekade untuk memungkinkan Israel menyimpan senjata nuklir tanpa membukanya untuk inspeksi internasional, The Washington Times melaporkan.
"Presiden memberi Israel sebuah kartu bebas keluar dari penjara dalam perjanjian NPT," kata seorang staf Senat yang berbicara dengan syarat anonimitas. "Ini berarti bahwa presiden memberikan komitmen bahwa secara politis ia tak punya pilihan selain untuk menyerah mengenai program nuklir Israel." (rin/meo/sm) www.suaramedia.com
- David Kimche ; Mata-Mata Dahulu, Aktivis Perdamaian Kemudian
- Israel Mulai Sebarkan Undangan Resmi "Sinagog" Al Aqsa
- Kasus Kekejaman Masa Lalu Buldoser Israel Kembali Dikuak
- Polisi Dubai: Banyak Mata-Mata Di Kawasan Teluk
- Gelar Pertemuan, Qatar Kecam Rencana Baru Israel Di Yerusalem














