Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Polisi Dubai: Banyak Mata-Mata Di Kawasan Teluk

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) – Kepala Polisi Dubai pada hari Rabu (10/03) mengumumkan bahwa mata-mata dari negara-negara Barat dan Timur beroperasi di Teluk. Ia mengancam akan memburu mereka jika mereka tidak pergi dari kawasan itu.

Letnan Jenderal Dahi Khalfan memberikan ultimatum kepada mata-mata di kawasan Teluk, menyuruh mereka untuk segera pergi dalam waktu satu minggu atau berisiko diburu oleh pasukan keamanan, koran Uni Emirat Arab, Al Khaleej, melaporkan.

"Mereka lebih baik pergi atau akan menghadapi tindakan yang ekstrem," ujarnya.

Khalfan menambahkan bahwa direktur Mossad, Meir Dagan, telah membuka Kotak Pandora dengan melakukan pembunuhan terhadap pemimpin Hamas, Mahmoud Al Mabhouh di sebuah hotel di Dubai.

"Ke-nekad-annya belum pernah terjadi sebelumnya ketika ia membuat agen-agennya menggunakan paspor Eropa."

Tindakan Dagan, ujar Khalfan, sangat ceroboh namun demikian ia masih memiliki arogansi untuk berasumsi bahwa operasinya tidak akan terbongkar.

"Terungkapnya misteri kasus Mabhouh adalah pukulan serius yang tidak pernah ia antisipasi."

Khalfan mengumumkan bahwa Polisi Dubai kini memiliki DNA keempat agen Mossad yang terlibat dalam pembunuhan.

"Sebagai seorang polisi, saya tahu bahwa memiliki DNA tersangka berarti ada harapan bahwa kami dapat menangkap mereka," ujar Khalfan.

Masalah paspor, ujar Khalfan, masih belum terpecahkan karena ada kemungkinan bahwa tidak semuanya palsu.

"Kami masih belum yakin. Dua dari para tersangka pergi ke AS pada tanggal 14 dan 21 Februari. Saya merasa sulit dipercaya bahwa keamanan bandara tidak mengetahui bahwa paspor itu palsu. Mereka bisa saja memiliki kewarganegaraan ganda."

Namun, di balik semua pertanyaan itu, Khalfan yakin Mossad-lah yang membunuh Mabhouh.

"Ketika pembunuhan itu terjadi di bulan Januari, saya yakin 99% bahwa Mossad ada di baliknya. Kini saya yakin 100%."

Menurut Interpol, badan tersebut baru saja menerima informasi dari pihak kepolisian Dubai terkait dengan kasus pembunuhan Mabhouh. Interpol segera menindak-lanjuti informasi tersebut dengan mengeluarkan "red notice".

"Red notice" bukanlah peringatan untuk menangkap seseorang, melainkan peringatan yang diberikan kepada negara-negara anggota. Red notice digunakan untuk memberi tahu bahwa anggota lain sedang berusaha menangkap dan mengekstradisi tersangka.  Red notice merupakan peringatan pada tingkat tertinggi. Red notice itu merupakan buah permintaan dari pihak  berwenang di Dubai.

Sebelumnya, Interpol telah mengeluarkan red notice pada bulan Januari terkait sebuah kelompok berisi 11 orang tersangka pembunuh Mabhouh. Mereka menggunakan paspor Inggris, Prancis, Irlandia, dan Jerman.

Kini, jumlah total tersangka pembunuh Mabhouh mencapai 27 orang. Pembunuhan Mabhuh, menurut dugaan para petugas, melibatkan dua kelompok.(rin/ab/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon