"Saya telah mendapatkan informasi bahwa para pejabat senior komisi pemilihan umum Irak tertangkap basah memanipulasi pemilihan umum (Irak) dengan cara memasukkan data komputer yang keliru."
Ia menambahkan: "Manipulasi tersebut dilakukan terhadap hasil suara untuk Perdana Menteri Nuri al-Maliki, dalam sebuah upaya menjijikkan guna merampas suara rakyat Irak," sebagaimana dikutip oleh Agence France-Presse.
"Penipuan ini dilakukan terang-terangan dan memperlihatkan sebuah kampanye untuk memanipulasi hasil pemilihan umum. Dan upaya-upaya yang dlakukan termasuk pembunuhan, pemerasan, intimidasi, dan penipuan. Dan hal itu dilakukan dengan arahan, dan dana dari Teheran."
"Tampaknya ada upaya besar-besaran untuk menghalangi kemenangan Allawi dan golongan sekuler, nasionalis Al Iraqiya yang dipimpinnya. Mereka seharusnya memenangkan pemilihan tersebut," kata Stevenson.
Seorang anggota senior blok oposisi utama Irak pada hari Jumat (12/03) memprotes terjadinya kecurangan terang-terangan yang menguntungkan Perdana Menteri Nuri al-Maliki dalam pemilihan umum Irak yang digelar penghujung pekan lalu.
Namun, komisi pemilihan umum Irak mengatakan bahwa klaim kecurangan tersebut bermotif politik atau dilontarkan karena didasari oleh ketidakmengertian para pengkritik terhadap prosedur penghitungan suara.
Namun, meski membantah klaim kecurangan pemilu, komisi tersebut tidak bersedia melakukan investigasi terhadap keluhan yang diterimanya.
"Jelas-jelas ada kecurangan," kaa Intisar Allawi, seoranf kandidat senior yang tergabung dalam blok Iraqiya milik mantan perdana menteri Iyad Allawi, rivall utama aliansi Maliki.
"Ada sejumlah orang yang melakukan manipulasi atau mengubah data statistik untuk menggelembungkan suara aliansi Maliki."
Ia menambahkan bahwa para dalam pemilihan lalu, para pengamat pemilu Iraqiya menemukan kertas suara yang dibuang di tempat sampah di provinsi Kirkuk, sebelah utara Irak.
Tuduhan kecurangan tersebut dilontarkan berselang satu hari setelah Delegasi Eropa melaporkan mengenai upaya-upaya nyata dalam mencurangi rakyat Irak sehubungan dengan suara yang mereka berikan dalam pemilihan umum Irak.
Namun, Iyad al-Kinaani, seorang pejabat komisi tinggi independen elektoral Irak (IHEC) mengatakan kepada kantor Berita AFP bahwa klaim-klaim semacam itu dilatarbelakangi motif politik atau kurangnya pemahaman terhadap proses penghitungan.
Aliansi Maliki beranggotakanpuluhan partai politik dan tokoh populer, termasuk partai Syiahnya, Al-Dawah, demikian halnya dengan kaum Sunni, Kurdi, dan Turki. Dalam masa pemerintahannya, Maliki membina hubungan baik dengan Iran dan para pemimpinnya, khususnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Aliansi Al Iraqiya umumnya dipandang sebagai pihak yang bertentangan dengan Teheran. Meski dipimpin oleh seorang tokoh Syiah sekuler, mantan prdana menteri Iyad Allawi, aliansi tersebut juga berangotakan banyak kelompok sekuler dan politisi Sunni sekuler sera sejumlah tokoh politik, termasuk Salih al-Mutlaq, yang dilarang turut setra mereka utuk
Namun, hubungan Iran dan Irak tidak sebatas dunia politik, 31 tahun setelah berdirinya republik Islam tersebut.. Seperti Iran, mayoritas warga Irak menganut paham Syiah. "Iraq-i-Ajam (Persia Irak, demikian disebutkan menurut sejarah) merupakan tempat kelahiran aliran Syiah.
Bagi kaum Syiah, tanah Irak adalah tanah suci, ziarah ke Al Najaf dan Karbala adalah hal yang diimpikan orang-orang Syiah. Puluhan ribu orang Iran berkunjung ke Irak setiap tahunnya.
Bahkan kebijakan anti Iran dari Saddam Hussein tidak dapat mengubah hubungan terbseut, yang berakar pada agama, namun juga menjadi hubungan budaya.
Penggulingan rezim Saddam Hussein membuka pintu bagi Iran untuk memanfaatkan agama, sejarah, dan hubungan tradisional untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya. (dn/im/ay/rf) www.suaramedia.com
- Keluarga Yahudi Iran Selundupkan Belasan Kilo Opium Ke Israel
- Persaudaraan Muslim Yordania Turun Tangan Untuk Al Aqsa
- Abbas Tuding Iran Dalangi Kegagalan Rekonsiliasi Dengan Hamas
- Gunakan Anak-Anak Palestina Sebagai Tameng, Pasukan Israel Terancam
- Terusik Berita Palsu, Yaman Sita Perlengkapan Ilegal Al Jazeera - Al Arabiya














